09 December 2009 34 comments

Rejeki

“Habis mas..”, begitu ucap perempuan paruh baya tersebut ketika ada dua pemuda berboncengan motor yang berhenti di depan warung tendanya. Hmm..berarti dada dan kepala ayam yang sedang saya tunggu untuk digoreng itu adalah dagangan terakhirnya. Entah kenapa saya senang mengetahui dagangan perempuan ini habis, bukan..bukan karena dia ada hubungan darah dengan saya, apalagi karena saya ada main dengan perempuan penjual ayam goreng/bakar itu, rasa senang itu semacam empati yang datang secara tiba-tiba dalam diri saya. Berarti jerih payahnya mempersiapkan dagangan sejak pagi(mungkin) terbayar lunas, berarti pula dia berhasil membawa pulang sejumlah uang untuk menambah pendapatan keluarganya.

Tiba-tiba suara gamelan jawa yang rancak menyeruak di sela-sela suara deru kendaraan bermotor. Dua orang pengamen dengan kostum penari kuda lumping beraksi di warung tenda itu. Satu orang membawa semacam tape komplit dengan speaker besar yang tidak memberi kesempatan suara bass dalam output suaranya, sedangkan seorang lagi membawa kuda kepang dan menari alakadarnya di depan orang-orang yang sedang menikmati makanan di warung itu.

Ada sebuah benang merah yang menghubungkan antara penjual ayam tersebut dengan pengamen kuda lumping. Mereka sama-sama sedang mengumpulkan rejeki untuk hidup mereka. Rejeki memang ada dimana-mana. Rejeki ada untuk siapa saja. Tentunya dengan syarat orang tersebut mau berusaha. Bahkan orang yang menang lotre pun harus bersusah payah berangkat membeli kupon lotre dan memikirkan nomer yang akan mereka pasang. Jadi jangan harap mendapatkan banyak rejeki hanya dengan lungguh jegang, ngopi, udud, dan kukur2 dengkul tiap pagi di rumah.

Sama halnya dengan beberapa waktu yang lalu saat diadakan rekruitmen calon pegawai pemerintah. Ada yang rela menyebrang ke propinsi tetangga, bahkan menyebrang ke pulau tetangga untuk memperebutkan posisi terhormat tersebut. Semua itu demi mengejar rejeki tadi dan juga sekaligus menaikkan status sosial mereka dalam masyarakat.

Rejeki bagi saya pribadi sama halnya dengan beol dipagi hari. Kadang bisa banyak, kadang sedikit, dan kadang malah tidak beol sama sekali. Semua tergantung input pada hari sebelumnya. Kalo inputnya banyak keluarnya juga banyak, kalo inputnya sedikit ya cuma sedikit juga keluarnya. Artinya banyak sedikitnya rejeki yang saya dapat berbanding lurus dengan usaha yang saya lakukan.

Trus kalo ada yang bilang, “ Kalo saya banyak sedikit rejeki yang masuk tergantung besar kecilnya duit rakyat yang saya embat”, atau “Kalo saya sedikit banyaknya rejeki tergantung besar kecilnya kasus yang saya makelari..boleh kan mas??”, boleh-boleh saja...ya saya cuma mau mendoakan agar sampeyan gak bisa beol dengan lancar tiap pagi..hahaha...

Selamat buat sampeyan semua yang kemarin berhasil lolos dalam seleksi menjadi pegawai pemerintah, bagi yang belum lolos saya doakan lolos pada kesempatan selanjutnya. Bagi yang tidak lolos-lolos juga, ingat bahwa rejeki itu ada dimana saja.
10 November 2009 24 comments

Sang Pembisik


Saat kaki melangkah memasuki gerbong kereta Prambanan Ekspres di stasiun Wates, tengok kiri kanan masih ada beberapa bangku yang kosong, entah apa yang membawa saya duduk di samping pemuda umur belasan yang duduk dengan menaikkan kaki di bangku kereta (istilah jawanya jegang), dan arah duduknya juga searah dengan laju kereta yang otomatis membuat kakinya hampir mengenai saya. Sekilas saya tatap pemuda wagu itu, dia sedang asik melihat pemandangan di luar kereta yang sedang melaju sedang.

Suara 1 : Asu..!!! Ndeso..!! lungguh sak geleme dewe..apa gak pernah diajari tatakrama sama orangtuanya??!! Egois..ra sopan...
Suara 2 : Mungkin saja dia tipe orang yang merasa mual kalo naik kendaraan dengan duduk menyamping, jadi dia harus menyesuaikan duduknya dengan arah laju kereta

Sampai stasiun Tugu Jogja, jumlah penumpang yang turun tidak sebanding dengan yang naik. Harus sedikit menggeser posisi duduk saya untuk memberi tempat pada seorang wanita dengan kaos pink dan memakai masker untuk menutupi mulut dan hidungnya. Wanita itu membawa travelbag guede warna biru yang menambah sesak kereta, di dekat pintu malah ada om-om yang membawa TV ukuran 21 inch, jadi berasa di kereta barang ni, pikir saya.

Beberapa menit menjelang kereta akan berangkat, tiba-tiba seorang pemuda (lagi-lagi) memaksakan untuk duduk diantara saya dan wanita itu. Hmm..okelah pikir saya, namanya juga transportasi umum.

Ternyata kereta agak molor dari yang dijadwalkan, sudah 6-8 menit duduk berdesakan namun blom juga pintu ditutup tanda akan berangkat. Perhatian saya jadi tertuju pada pemuda yang ndesel-ndesel duduk diantara saya dan wanita berkaos pink itu. Dandanannya khas pemuda masa kini, potongan rambut perpaduan antara Sasuke dengan Andhika Kangen Band, celana jeans skinny, kaos distro, dan jaket distro yang waktu itu cuma ditentengnya. Saat mata tertumbuk pada alas kakinya, alamak..sandal jepit swallow biru buluk menjadi alas kaki yang gak kalah buluknya.

Suara 1 : hmm..masnya ini bener-bener korban mode, heran kok rambutnya isa dibikin kayak gitu..gek iki mambu opo ya?? wangine kok aneh ngene.. jadi penasaran minyak rambute masnya itu apa...
Suara 2 : Heh Su..!!!lha mbok biarin orang mau dandan kayak gimana..coba lihat kamu sendiri, kaos oblong, jeans dekil, sendal njagong(istilah saya untuk sandal dengan potongan resmi), potongan rambut gak trendi, minyak rambut murahan...kmu gak lebih baik dari dia!!!
Suara 1 : Setidaknya aku gak banyak tingkah, sok tengil, sok modis...
Suara 2 : Itu kan menurut kamu...!!!

Akhirnya pintu kereta menutup secara otomatis, dan dengan sedikit hentakan kereta mulai berjalan pelan tanpa mempedulikan kedua suara hati saya yang masih saja berdebat. Tidak sampai 5 menit kereta memasuki Stasiun Lempuyangan, pemuda dengan dandanan aneh itu turun...!!!!!....... yap benar, dia turun di Stasiun Lempuyangan setelah sebelumnya naik dan memaksakan duduk berdesak-desakan dari Stasiun Tugu yang memakan waktu tidak lebih dari 5 menit saja.

Suara 2 : woooggghh...!!!!!jebul nyat kampreettt cah kuwi...kalo cuma mau turun di Lempuyangan knapa gak berdiri aja??
Suara 1 : Andyani kok...


Selepas dari Stasiun Lempuyangan tempat duduk menjadi lumayan lega, namun hanya beberapa saat saja ketika wanita berbaju pink itu bilang “Sini dong..!!”. Panggilan itu ditujukan pada om-om yang membawa tv tadi. Segera om-om berkumis tipis dan berdandan perlente itu duduk disamping sang wanita berbaju pink, kereta pun melaju lagi dengan pelan.

Meski memakai masker yang menutup sebagian wajahnya, namun saya mengira kalo umur wanita itu masih muda, terlihat dari kulitnya yang masih kencang, suaranya, dan cara berdandannya juga masih seperti anak muda masa kini. Tanpa malu dan sungkan si wanita memeluk dan menggelendot manja kepada om-om itu, dengan nada bicara yang tak kalah manjanya.

Suara 1 : Tak salah lagi, perempuan ini pasti istri simpanan dari lelaki ini.
Suara 2 : Dari mana kamu tau?
Suara 1 : Hanya orang bebal saja yang tidak tahu, lihat caranya bermanja-manja, lihat barang bawaannya, travelbag besar itu isinya mungkin pakaian dan perlengkapan hidup lainnya, sedangkan tv yang dibawa om-om itu adalah juga milik perempuan ini. Kesimpulannya perempuan ini sedang pindahan, mungkin tempat tinggal yang lama sudah diendus keberadaannya oleh istri tua om ini.
Suara 2 : Bagaimana kalo ternyata ini anaknya?
Suara 1 : Anak?? Apa kamu gak bisa membedakan dari caranya bersikap dan bertutur kepada om-om itu? Sigh...kamu sungguh naif sekali..
Suara 2 : hmm..mungkin ada benarnya juga, tapi bukankah itu bukan urusanmu?? Kenapa orang selalu tampak salah dimatamu?
Suara 1 : lho inikan cuma didalam hati saja, jadi bebaslah kita mau ngomongin orang kayak apa..
Suara 2 : bener mas bro...salaman sik...btw lihat orang yang berdiri didekat pintu itu, bukankah orang itu mirip dengan Titus?
Suara 1 : Titus?? yang sering nongkrong di TBS itu?? benar juga...mau disapa ndak??
Suara 2 : Pura-pura ndak lihat aja lah, lagian belum tentu itu benar si Titus..
Suara 1 : Oke mas bro...

Tidak terasa kereta memasuki stasiun Klaten, dan pasangan kontroversial itu pun turun. Ternyata bukan hanya saya saja yang memperhatikan, tatapan aneh orang-orang mengiringi turunnya pasangan itu di Stasiun yang bercat hijau itu.
Selepas dari Klaten tidak ada hal yang menarik lagi, dan saya pun membenamkan konsentrasi saya pada tabloid bola yang tadi saya beli, lumayan bisa jadi peredam dosa daripada cuma mbatin uwong ra jelas.

*) Semua kejadian adalah benar adanya, sesuai dengan yang saya temui pada perjalanan saya menuju Solo hari Senin(09/10) kemarin. Bagi yang belum pernah naik kereta Pramex silahkan mencoba, banyak hal menarik dan unik yang bakal sampeyan temui. Salam hangat selalu.
25 October 2009 44 comments

Dialog (imajiner) SBY dan Tukang Nggunem


Di sebuah tempat ngopi yang temaram dengan cahaya lampunya, ditingkahi suara alunan musik jazz yang membuai angan.

Tukang Nggunem : Weh Pak Beye…apa kabar Pak?? Lama gak jumpa..

SBY
(sambil tersenyum kharismatik) : E..dik Tukang Nggunem..alhamdulillah baik-baik saja, iya lama gak ketemu dik Tukang Nggunem (sambil mengingat-ingat kapan pernah ketemu)

Tukang Nggunem
: Mari silahkan duduk Pak..

SBY : Lha memang saya sudah duduk dari tadi, kan duluan saya datangnya..

Tukang Nggunem
: Hahaha..Pak Beye ini memang suka bercanda.. (sambil menepuk pundak SBY dengan akrabnya)

SBY
: Karepmu lah le… (memberi isyarat pada paspampres untuk mengokang senjata)

Obrolan terhenti dengan datangnya seorang pelayan yang menyodorkan menu, dan seperti biasa Tukang Nggunem memesan daftar menu paling atas, bukan karena itu favoritnya tapi lebih karena itu yang termurah..

Tukang Nggunem
: Boleh nanya gak Pak Beye?

SBY
: Kalo saya bilang nggak boleh apa situ mau nurut??

Tukang Nggunem
: Hahaha…baiklah kalo Bapak memaksa(??!!), gini lho Pak…kenapa banyak hal-hal yang controversial yang terjadi diawal kepimpinan Bapak periode ini?

SBY (sambil melipat freemagz DolankeSolo yang sedari tadi dibacanya) : Maksud dik Tukang Nggunem?? Tolong kalo bicara itu yang jelas, katanya anak komunikasi, ngomong kok gak jelas gitu, pasti belum lulus ya??

Tukang Nggunem : Soal saya lulus kapan itu urusan saya sama Tuhan dan Pembimbing saya Pak..maksud pertanyaan saya tadi gini lho, kan banyak tu kasus-kasus yang mencuat di media massa, seperti Menkes yang baru yang katanya titipan pihak asing, trus soal bank yang bermasalah itu kelanjutannya gimana, dan ada lagi soal ketua majelis tertinggi Negara yang kesulitan membaca, trus soal ayat tembakau yang hilang ditengah jalan…

Obrolan kembali terhenti dengan datangnya pesanan secangkir kopi dengan bonus senyum manis sang pelayan yang sayangnya laki-laki…

SBY : Jadi begini Nak…soal menkes yang kontroversial itu saya tegaskan disini bahwa tidak ada itu yang namanya titipan-titipan dari Negara asing atau apalah, HOAX itu, memangnya saya babysitter??semuanya sudah melalui prosedur dan standar yang benar, jadi tidak perlu risau soal itu..

Tukang Nggunem : Siapa bilang saya risau Pak?? saya cuma nanya kok…

SBY : Rasah crewet sik, rungokno wae.. lalu soal Bank bermasalah itu bukankah semua sudah jelas, sudah ada tersangka dan sudah dalam proses hukum, biarlah hukum yang menyelesaikannya..

Tukang Nggunem : Yakin bisa selesai Pak??

SBY : Lha po dik Tukang Nggunem bisa menyelesaikannya?? Kalo bisa ya silahkan aja..

Tukang Nggunem : lha saya kan cuma nanya Pak, menggunakan hak saya sebagai warganegara untuk mendapatkan informasi, apa ndak boleh??

SBY : Assshh mboh…tak dupak tenan lambemu nek crewet dewe ngono… saya teruskan ndak ini penjelasan saya?

Tukang Nggunem : LANJUTKAN..!!!

SBY : Sampe mana tadi, o iya soal Pak TK yang salah nyebut nama saya sampe 3 kali dan salah juga nyebut nama pak Habibie, ya mungkin karena demam panggung saja, maklum saja Pak TK kan sering gak menghadiri sidang dewan, jadi mungkin dia lupa tata caranya, ya mau gimana lagi, namanya juga manusia, ada kalanya salah, ada kalanya lupa, untungnya sidang yang harus dipimpin pak TK paling gak cuma setahun sekali, jadi semoga saja tidak membebani Pak TK, kasian beliau sudah sepuh dan harus berseberangan pendapat dengan istrinya di rumah..

Tukang Nggunem
: Ooooo…jadi begitu ya Pak… (sambil mbatin kok jawabannya normatif dan wagu sekali)

SBY : Lalu mengenai ayat tembakau yang hilang itu, memang ada beberapa pihak yang tidak menginginkan ayat itu ada, namun saya yakin kalau hilangnya ayat kedua dalam pasal 113 undang-undang kesehatan itu semata terjadi karena masalah teknis saja

Tukang Nggunem : Mmmm…begitu to Pak, bolehkan kalo saya tidak puas dengan jawaban-jawaban Bapak?

SBY : Lha yo karepmu…mau percaya ato ndak itu urusanmu…

Tukang Nggunem
: Ya sudahlah Pak, Bapak sudah cukup lama menyita waktu saya, mendingan saya ngrampungke sekripsi saya yang sudah dua bulan gak rampung-rampung ngeprintnya.. Tolong sekalian pesenan saya ini dibayari ya Pak, besok gantian saya yang mbayari wes..

SBY
: Wooogghhh…kampret…Cuma mau ngopi gratisan aja pake banyak cing-cong..ciyeleeeng kowe!!!
19 September 2009 17 comments

Lebaran dan Noordin M Top

Lebaran selalu saja indah bagi semua umat muslim. Berbagai macam pemaknaan lebaran bagi masing-masing orang; lebaran adalah mudik ke kampung halaman, lebaran adalah bisa bebas makan-minum lagi di siang hari, lebaran adalah opor ayam dan ketupat, lebaran adalah perayaan kemenangan setelah bertarung dengan hawa nafsu selama sebulan penuh di bulan ramadhan. Sah-sah saja setiap orang memaknai lebarannya sendiri-sendiri, toh pada hakekatnya lebaran adalah sebuah pencapaian individu(apapun itu) setelah sebelumnya harus berlapar-lapar dan berhaus-haus sebulan penuh dibulan ramadhan.

Pencapaian bangsa Indonesia dipenghujung ramadhan ini sangatlah pantas untuk diapresiasi. Setelah bertahun-tahun berada dalam bayang-bayang teror bernama Noordin M Top, akhirnya bangsa Indonesia bisa sedikit bernapas lega setelah sang teror dilumpuhkan, dimatikan lebih tepatnya, di Solo, Jawa Tengah. Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi bangsa Indonesia, dan mungkin juga menjadi pencapaian bagi Noordin M Top sendiri. Mungkin telah tercapai pula keinginan Noordin untuk bisa syahid di jalan Alloh SWT, versi kelompok mereka tentu saja. Jadi menurut saya tidak ada yang menang mutlak dan tidak ada yang dikalahkan dalam proses penggrebekan Noordin M Top di Mojosongo Jebres Solo kemaren. Itu hanyalah semacam win-win solution bagi semua pihak.

Jadi memang betul kalau dikatakan bahwa ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Buktinya ramadhan tahun ini semua pihak senang, karena semua pihak menang. Yang teroris diuntungkan karena dengan mati mereka dapat masuk surga, sedangkan pihak polisi diuntungkan karena berhasil melaksanakan tugas mereka dan mendapat penghargaan pula, rakyat Indonesia juga diuntungkan karena setidaknya bisa menjadi tenang ketika akan check in atau beraktifitas di hotel-hotel yang berbau amerika. Gusti Alloh SWT memang maha pemurah dan penyayang, semua dilimpahi berkah di bulan suci ini, tanpa pandang bulu.

Akhirnya dengan segala ketulusan dan kerendahan hati, saya pribadi sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan yang melekat, mengucapkan selamat merayakan lebaran : MINAL AIDIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

ilustrasi gambar by : Jendra Kumaraseta
28 May 2009 41 comments

10 Manfaat Lain Dari Seks

Kalau masih berpandangan bahwa ngomongin seks itu tabu, sadarlah bahwa sampeyan hidup di tahun 2009, hehehe… Mungkin jarang-jarang juga guneman diblog ini mbahas soal ginian, tapi demi menyelamatkan nama baik saya untuk tetep apdet (jiaahh..!!!) ini saya bela-belain posting hal remeh temeh. Biarpun remeh temeh tapi tetep saja menarik buat disimak, ya…karena segala sesuatu tentang seks itu selalu menarik untuk dijadikan subyek bahasan, hehehe..

Jadi sodara-sodara, seks itu bukan sekedar untuk meneruskan keturunan atau menyalurkan hasrat menggebu saja, namun ternyata dibalik itu ada macam-macam manfaat yang bahkan saya sendiri juga baru tau ini. Yang membuat saya agak percaya dengan artikel yang pernah saya baca itu karena semua pernyataan berdasarkan pada penelitian dari instansi-instansi yang valid.

Kegunaan lain dari aktifitas seks itu antara lain :

Justify Full1. Mengurangi resiko disfungsi ereksi
Penelitian terkini menunjukkan pria yang rutin berhubungan seks dapat mengurangi resiko berkembangnya disfungsi ereksi. Penelitian selama 5 tahun yang dipublikasikan American Journal of Medicine, menganalisa 989 pria Finlandia dengan umur 55-75 tahun. Ditemukan pria yang berhubungan seks sekali dalam seminggu punya resiko dua kali lebih besar menderita disfungsi ereksi dibandingkan dengan para pria yang terlibat dalam aktivitas yang membuat tubuh panas ini selama 3 kali dalam seminggu.

2. Mengurangi berat badan
Berat badan biasanya sering menjadi masalah serius bagi sebagian wanita. Lengan keliatan menggelambir sedikit aja udah ngeluh kalo kegemukan, nah ternyata seks itu juga bermanfaat untuk mengurangi berat badan, seks membuat semua kelompok otot tubuh bekerja. Ini merupakan latihan cardio-vascular yang bagus dan akan membantu Anda membakar 300 kalori dalam satu jamnya.

3. Melepaskan stres
Dengan mendapatkan kepuasan dari hubungan seks dapat membantu menghilangkan beban dari hari yang berat dengan meningkatkan tingkat cuddle chemical oxytocin, yang mana dapat membangkitkan perasaan kehangatan dan rileks.

4. Meningkatkan prestasi
Atlet wanita yang melakukan seks pada malam sebelum berlomba pada keesokan harinya, menurut penelitian oleh Norwegian University of Sport. Para peneliti mengklaim atlet wanita itu akan merasa lebih percaya diri dan lebih rileks dari biasanya.

5. Awet muda
Tingkatkan penampilan dengan hubungan seks yang memuaskan. Seks akan membuat selalu tampak dan merasa lebih muda, serta membuat rambut menjadi lebih berkilau dan kulit menjadi lebih cerah. Semua ini karena bertambahnya estrogen dan hormon lainnya.

6. Meringankan rasa sakit
Sakit kepala? Lupakan obat penghilang rasa sakit dan minum alcohol untuk menghilangkan rasa sakit sampeyan, karena perasaan nyaman ketika endorphin dilepaskan selama hubungan seks dapat membantu mengurangi rasa sakit. Silahkan dicoba sendiri dan kabari saya hasilnya, hehehehe…

7. Mengatasi depresi
Kepuasan dan hormon yang dihasilkan juga dapat mengurangi depresi dan kegelisahan.

8. Meningkatkan kekebalan
Melakukan seks dua kali dalam seminggu bisa membuat terhindar dari pilek dan flu, menurut penelitian di New Scientist. Hal ini dikarenakan, hubungan seks dapat meningkatkan lgA, lapisan pertahanan pertama dari sistem kekebalan.

9. Mempercepat pemulihan kondisi badan
Dengan berusaha keras untuk meraih bagian tubuh seperti perut dan bagian dalam paha dalam beberapa sesi hubungan seks dalam seminggu, akan membantu memacu badan sampeyan kembali ke kondisi fit.

10. Hidup lebih lama
Para pria dan wanita yang berhubungan seks 3 kali dalam seminggu akan mengurangi resiko mereka terkena serangan jantung atau stroke, menurut penelitian University of Bristol.


Dengan diungkapnya 10 kegunaan tersebut, tidak perlu ragu lagi deh untuk semakin rajin berhubungan seks dengan pasangan sampeyan. Saya sangat tidak menganjurkan sampeyan untuk melakukan seks bebas, seks yang gonta-ganti pasangan. Akan lebih baik dan lebih bermanfaat apabila kegiatan seksual dilakukan dengan pasangan yang tetap dan melibatkan perasaan. Jadi, selamat...mmm…selamat apa ya… selamat berseks deh…(wagu tenan…)
19 May 2009 43 comments

Susahnya Bersyukur

Sudah lama banget saya nggak terlanda perasaan macem ini. Perasaan dimana membuat jantung seakan berhenti berdegup dan mendirikan bulu roma (btw ada yang tau knapa dikasih nama bulu roma??). Seketika seluruh tubuh merespon perasaan itu dengan berbagai macam cara, tiba-tiba perasaan itu mengingatkan betapa saya ini sudah begitu jauh melupakanNya, melupakan segala nikmat yang telah diberikanNya, dan segala kemudahan yang seakan mengguyur kehidupan saya hari demi hari. Beliau ini yang tiap hari kita puja-puja dan kita sembah, seringkali mengirimkan pesanNya melalui cara-cara yang sama sekali tidak terduga. Beliau memang super misterius, nggak ada satu manusia pun yang bisa menebak apa skenario apa yang akan Beliau mainkan pada hidup kita. Bahkan satu detik ke depan pun masih merupakan misteri terbesar bagi kita yang hanyalah makhluk lemah ini.

Cukup sepele memang, hanya dari sebuah tayangan televisi saja saya merasa cukup tertampar dengan keras. Entah kenapa saat itu saya yakin banget bahwa Beliau mengirimkan tayangan itu khusus untuk saya, untuk menyentil hati nurani saya. Tayangan tentang perjuangan anak-anak SD dari keluarga nelayan yang harus menyeberangi pulau, membawa bekal makanan dan pakaian karena harus menginap agar bisa mengikuti ujian akhir sekolah dengan lancar. Saya lupa di daerah mana kejadian itu, yang saya ingat adalah stasiun tv yang menyiarkan berita itu adalah MetroTv. Wajah-wajah polos dengan jawaban lugunya ketika diwawancarai tidak menampakkan raut muka yang kesusahan, namun lebih menyiratkan semangat karena akan menghadapi ujian akhir di sekolahnya.

Seketika saya seakan disuruh berkaca, membandingkan nasib anak-anak itu dengan nasib saya. Berbagai fasilitas kemudahan mengelilingi hidup saya. Kendaraan meski butut saya punya, keuangan meski gak banyak-banyak amat tapi bisa menjamin saya gak bakal kelaparan, penginapan (kos-kosan) meski tidak mewah juga cukuplah buat berteduh, belum lagi dengan fasilitas-fasilitas penunjang lain macem laptop, koneksi internet, kamera, dll. Disinilah letak kelemahan manusia, ketika berbagai kemudahan mengakrabi hidupnya, lupa deh dengan yang namanya bersyukur. Bahkan untuk menunaikan kewajiban 5 kali sehari saja hanya sekedar buat sah-sahan saja. Kalimat istighfar langsung meluncur dari mulut saya, seketika itu juga saya menjadi merasa kerdil dan bukan apa-apa tanpa campur tanganNya. Saya bukanlah orang alim, bukan pula jebolan pondok pesantren manapun, saya hanyalah manusia yang beragama dan mempercayai bahwa ada sebuah zat super power yang mengatur kehidupan di alam semesta ini.

Yah semoga saya dan sampeyan semua senantiasa menjadi manusia yang bisa bersyukur dengan apa yang telah kita terima. Percayalah meski nampaknya keberhasilan itu adalah karena usaha keras sampeyan, namun campur tangan dari yang di atas sana lah yang menentukannya. Terimakasih kepada kedua orangtua saya yang telah memberikan lingkungan keluarga yang agamis kepada saya. Setidaknya saya tau kemana harus kembali ke jalan yang semestinya ketika saya sudah merasa begitu jauh tersesat.
12 May 2009 34 comments

Antara Prameks(Prambanan Ekspress), Sora Aoi dan Maria Ozawa.

Sebagai wong Jogja yang harus lebih banyak berada di kota Solo, saya adalah salah satu pelanggan setia kereta api Prameks (Prambanan Ekspress). Kalo nggak salah saya juga sudah beberapa kali menyinggung-nyinggung soal kereta Prameks dalam beberapa guneman saya di blog ini. Hampir setiap akhir pekan saya selalu menjadi salah satu orang yang harus berdesakan di kereta api Prameks tersebut, apalagi setelah tahun 2007 kemaren Kereta api Prameks melayani jalur Solo-Kutoarjo, yang berhenti juga di stasiun Wates, kota saya tercinta. Sudah lupa kapan terakhir kali saya pulang ke Wates naik sepeda motor, selain karena murah meriah, gak capek, dan kalo beruntung juga bisa dapet pemandangan indah, hehehe...

KA Prameks Solo–Yogyakarta pergi pulang (PP) kali pertama diluncurkan tanggal 20 Mei 1994, dengan hanya menggunakan empat rangkaian kereta kelas bisnis yang ditarik oleh lokomotif diesel. Rangkaian ini memakai kereta milik Senja Utama Solo yang beroperasi hanya pada malam hari. Awalnya KA itu berjalan hanya dua kali sehari pergi-pulang. Dalam kurun pengoperasiannya, KA Prameks telah mengalami beberapa kali perubahan jadwal pemberangkatan maupun sarana yang dipergunakan (sumber: wikipedia).

Keberadaan kereta Pambanan Ekspress ini sangat membantu bagi para komuter seperti saya. Dengan harga tiket kereta Prameks sebesar Rp 7000 (untuk jarak tempuh Solo-Jogja dan sebaliknya) dan Rp 14.000 untuk (Solo-Kutoarjo dan sebaliknya) maka kita sudah bisa ngirit segalanya; ngirit waktu, biaya, dan tenaga.

Bagi yang kerap menggunakan jasa kereta Prameks, pasti sudah tau kalo rangkaian gerbong prameks itu ada dua jenis. Pertama adalah rangkaian gerbong yang berwarna biru putih (prameks lama), dan satunya adalah prameks yang baru yang bercat kuning terang. Kadang kereta rangkaian yang biru putih itu masih sering dipakai juga saat rangkaian gerbong yang baru (yang kuning) rusak. Nah berdasarkan informasi yang saya dapat, rangkaian gerbong yang berwarna biru putih itu adalah hasil dari rekondisi KRL Jepang buatan 1976-1986. Bisa sampeyan semua bayangken, di Jepang pada tahun itu sudah ada kereta yang pintunya bisa buka tutup sendiri (hajinguk bosoku ndeso biyanget..). Namun bukan itu yang saya maksud, sangat besar kemungkinan seorang Sora Aoi dan Maria Ozawa kecil (dari hasil googling lagi, Sora Aoi lahir tahun 1983 dan Maria Ozawa tahun 1986) pernah naik di salah satu gerbong kereta prameks yang selama ini kita naiki, bahkan mungkin pernah duduk di bangku yang sama dengan kita...hahahaha..gak penting banget ya..memang itu adalah salah satu pikiran gak penting yang terlintas ketika saya sedang termangu sendirian menatap keluar jendela di kereta Prameks yang sedang melaju.

Untuk menebus waktu sampeyan yang terbuang percuma gara-gara mbaca guneman gak penting di atas, maka ini saya kasih jadwal perjalanan kereta api Prambanan Ekspres baik dari Sragen-Kutoarjo maupun sebaliknya.


sumber : wikipedia

* Foto Prameks saya pinjem dari sini dan sini
04 May 2009 59 comments

Selangkangan oh selangkangan

“Betapa enak menjadi perempuan, tinggal membuka aurat maka lelaki akan bekerja keras memperebutkannya”

Begitulah sepenggal bait syair lagu dari The Panas Dalam yang berjudul “Cita-citaku”. Sebaris kalimat yang kalo diliat sekilas tidak lebih dari sebuah kalimat konyol biasa, namun kalo dicermati lagi sebenernya sangat dalem sekali makna kalimat itu. Wanita dibalik segala kelemah lembutannya, kemolekannya, keindahannya, tanpa pernah kita sangka dan kita duga ternyata menyimpan sebuah kekuatan besar, kekuatan yang kadang bisa menganggkat hidup seorang laki-laki, namun tidak jarang malah menghancur leburkan.

Banyak kasus runtuhnya martabat lelaki tangguh didunia ini ditangan perempuan. Prajurit Spartan berperang dengan menyerang kerajaan Troy hanya karena kecantikan seorang Helen, kemudian Bill Clinton yang harus terpuruk karena bermain-main selangkangan si Monica staffnya. Itu kasus yang di dunia internasional, yang dari lokalan juga gak kalah heboh, tentu sampeyan semua masih inget dengan Yahya Zaini yang harus dipecat dari DPR gara-gara selangkangan Maria Eva, kemudian Si Al Amin Nasution yang hancur karir dan rumah tangganya karena salah satunya oleh seorang perempuan.

Yang lagi hot-hotnya sekarang apalagi kalo bukan Antasari Azhar yang harus mendekam di dalam penjara, lagi-lagi dikarenakan persoalan selangkangan. Bahkan selangkangan yang ini saking dahsyatnya sampai-sampai satu nyawa harus melayang untuk memperebutkannya. Sungguh mengecewakan sekali, ditengah gencar-gencarnya perang melawan korupsi ternyata sang jendral perang masih sempat-sempatnya bermain-main dengan napsunya dan mengacaukan perang utamanya sendiri. Meski tidak ada kaitan langsung antara pemberantasan korupsi dengan kasus yang menimpa Antasari, namun apa yang menimpa sang jendral itu bisa membuat kepercayaan rakyat terhadap KPK sedikit menurun. Jujur saja kasus yang menimpa Antasari itu mencederai citranya sebagai lelaki tangguh nan suci di mata saya. Ah kampret kau Antasari...

Dengan banyaknya kasus kehebohan yang disebabkan oleh perempuan apakah ini puncak perjuangan emansipasi wanita oleh Kartini dulu itu? Saya bertanya-tanya apakah arwah Kartini akan tersenyum bahagia melihat “pencapaian” para kaumnya? Ataukah beliau akan bersedih karena “pencapaian-pencapaian” itu telah menyimpang dari tujuan perjuangannya semula??

Ah sudahlah, biarkan Antasari mendekam dalam penjara sambil mengingat-ingat indahnya selangkangan si Rani, biarkan pula RA Kartini tenang di alamnya tanpa dibebani ulah-ulah kaumnya yang kelewat batas. Hanya satu pesan moral dari semua kasus-kasus itu, kita harus menghormati wanita, menghormati dalam arti seluruhnya. Karena wanita itu ibarat patung yang tampak cantik dan sempurna namun akan terlihat retaknya bila kita dekati (sungguh saya tidak mengerti maksud kalimat terakhir yang saya tulis..hahahahaha).

Guneman ini bukan untuk mendiskreditkan kaum perempuan dimanapun, namun sebaliknya, postingan ini untuk mengingatkan betapa kita kaum laki-laki harus menghormati perempuan dengan segala kehormatan mereka.

Ijinkan saya menutup guneman ini dengan penggalan bait dari band dan lagu yang sama di awal guneman ini.

“dimana ada kemauan di situ ada jalan, dimana ada kemaluan di situ ada persoalan”

24 April 2009 38 comments

Kartu nama blogger

Setelah semakin beranjak dewasa(kalo tidak mau dibilang tua) intensitas pertemuan dengan orang-orang asing diluar lingkungan saya semakin tinggi. Dalam dunia blogosphere misalnya, saya mulai banyak mendapat kesempatan untuk bertemu dengan kawan-kawan blogger dari luar daerah yang selama ini hanya berinteraksi melalui dunia maya saja. Ditambah lagi sedikit demi sedikit saya memasukkan diri saya ke dunia “foto komersil”, mau gak mau saya harus siap menjual diri kepada orang-orang di luar lingkaran kehidupan saya, dan kartu nama sudah ada dalam benak saya dari dulu sebagai salah satu senjata andalan. Tidak terhitung berapa puluh atau bahkan mungkin ratusan lembar kartu nama yang sudah saya bagi-bagikan kepada orang lain dengan harapan feedback berupa job, namun ternyata hanya beberapa saja yang kembali menjadi duit, hehehehe....

Beberapa waktu yang lalu si Dony, partner saya dalam mengais dan membuang receh, menunjukkan sebuah penawaran menarik dari sebuah websait yang bernama Kartunama.net. Itu adalah website yang berjualan kartu nama secara online. Jadi kita bisa pesen kartu nama disitu, baik dengan desain sendiri atau dengan desain yang sudah mereka sediakan. Yang bikin lebih menarik lagi ternyata sedang ada penawaran istimewa buat para blogger, yaitu dibikinin kartu nama gratis satu box. Syaratnya mudah, kita tinggal kirim email yang berisi alamat URL blog kita dan mereka akan mereviewnya. Kalo beruntung lolos dalam screening mereka kita bakal dibuatin satu box kartu nama gratis (cuma ganti ongkos kirim aja, kemaren saya ganti Rp10.000 buat ongkos kirim ke Solo).

Entah karena mereka beneran suka sama blog saya atau kasian melihat foto memelas saya yang ada di blog, akhirnya saya dapat email balesan yang mengabarkan bahwa saya lolos dan berhak mendapat satu box kartu nama gratis. Kualitas kartu nama gratisan itu lumayan bagus, dan cetakannya juga rapi, pokoknya gak mengecewakanlah... Karena ini adalah kartu nama blogger, maka alamat rumah ditiadakan, gantinya adalah semua alamat URL saya di dunia maya saya cantumkan di situ termasuk email, hahaha... Saya jadi tidak sabar untuk bertemu dengan blogger-blogger luar Solo lagi untuk saya kasih kartu nama baru saya ini, hehehe..
15 March 2009 72 comments

ngoyoworo

Hidup adalah tentang memilih. Mau nggak mau, suka nggak suka, tetap saja kita harus memilih. Kadang muncul beberapa opsi pilihan, yang kalo ditimbang-timbang sama menariknya. Menarik dan tidak menarik, itu adalah napsu. Selemah-lemahnya orang adalah yang tidak dapat mengalahkan napsunya sendiri. Melawan dan mengatur diri sendiri saja tidak sanggup, kok udah berkoar-koar mau berangkat jihad-lah, mau ikutan ngurusi negara-lah, mengkritik sistem yang katanya penuh cacat sana sini-lah...apa gak malu-maluin itu namanya... urus dulu kelaminmu yang senantiasa melirik kiri dan kanan mencari2 lobang, perangi dulu sifat gila hartamu yang selalu ingin menambah pundi2 uang dengan cara-cara gak bener, baru setelah itu mulai ikutan mikir negara dan urusan orang lain.

Kembali kepada soal memilih, ini bukan tentang memilih partai yang makin beragam dan warna-warni, bukan pula tentang memilih nama-nama caleg yang bahkan kita belum pernah mendengar namanya sebelum poster orang tersebut terpampang dipinggir jalan, namun ini soal memilih dalam arti luas, yang bersangkut paut dengan kehidupan kita sehari-hari. Ketika dihadapkan pada sebuah pilihan, kita sama seperti dihadapkan pada dua warna, hitam atau putih. Kita harus berani memutuskan memilih hitam, atau memilih putih. Apabila kita masih memilih untuk berada diantara kedua warna itu alias abu-abu, artinya kita masih belum berpendirian kuat.

Ketika pada suatu saat muncul beragam pilihan, skala prioritaslah yang harus kita pegang. Menentukan hal-hal yang paling penting untuk diri kita sendiri, yang kemudian kita dahulukan untuk dikerjakan. Mungkin terdengar agak egois, tapi pada kenyataannya mana ada orang yang tidak egois di dunia ini?? Ada suatu titik dimana menuntut manusia untuk egois, apalagi ketika menyangkut soal urusan perut. Semua orang butuh makan, untuk bisa makan kita harus berkerja, jadi mana mungkin kita selalu mengorbankan diri untuk mengurusi urusan orang lain sampai-sampai kebutuhan kita sendiri tidak tertutup? Mengandalkan orang lain untuk menutupi kebutuhan kita? ah saya kira sampeyan terlalu banyak nonton film...

Jadi sekali lagi, kita harus memprioritaskan kebutuhan sendiri dulu, baru kemudian bersosialisasi. Bersosialisasi itu bagus, berorganisasi itu banyak manfaatnya, namun janganlah sampai mengorbankan kebutuhan diri sendiri. Orang mau bilang kita egois, yo wes ben wae...

Maapkan kalo sekiranya akhir-akhir ini saya jarang berkunjung dan urun nggunem di blog kawan-kawan semua, dikarenakan saya harus memilih untuk mendahulukan sesuatu dulu.

(Guneman ini terbikin dari banyaknya pilihan yang menghampiri di kehidupan saya, semuanya menarik, semuanya menawarkan kesenangan, namun saya tetap harus memilih kan.....)

GARAPEN SEKRIPSHIT-MU NYUK.....!!!!!!!!!!!!
04 March 2009 66 comments

Misteri Tokai

Kalau sampeyan berharap guneman kali ini tentang barang lembek yang (rata-rata) berwarna kuning dan bau, silahkan pindah ke blog sebelah aja, karena saat ini saya bermaksud untuk membahas Tokai yang lain. Tokai yang ini gak bikin bau meski dikantongi kemana-mana. Ya, ini adalah mengenai Tokai yang korek gas itu. Kalo sampeyan masih ngotot nyari yang lembek-lembek disini ya silahkan aja nekat menyimak guneman ini sampe rampung, pasti sampeyan akan kecewa. Dan itu bukan urusan saya, wong saya udah ngingetin dari awal, ya to..?? wess lanjut...

Korek api adalah pasangan sehatinya rokok. Keduanya membentuk sebuah hubungan komplementer yang intim. Punya rokok tanpa bawa korek gak bakalan bisa ngepul, sedang bawa korek tanpa punya rokok kok ya keliatan ngisin-ngisini banget (ketok nek njalukan…). Suatu saat ada seorang kawan yang biyayakan sambil ngomyang-ngomyang gak jelas,usut punya usut ternyata kawan tersebut sedang melacak keberadaan koreknya, yang baru beberapa menit lalu membantu menyalakan rokoknya yang masih mengepul. “ Iki Tokai le..”, begitu jawabnya ketika saya bilang, “ Halah cuma korek wee...”. Setelah melalui sedikit perjuangan dikarenakan cahaya yang minim disebuah wedangan, akhirnya korek gas berwarna merah itu berhasil dia dapatkan kembali.

Sebelum melanjutkan guneman ini, saya pengen menegaskan kalo ini bukanlah postingan berbayar. Sama sekali saya nggak mendapat royalti apa-apa dari postingan ini, sah??? kalo begitu mari kita lanjutkan. Tokai, begitu merk dagang yang tertera di lempengan seng sisi sebelah kiri kepala korek gas tersebut. Sejauh pengalaman saya, belum ada produk-produk korek gas lain (yang selevel tentusaja) yang bisa menandingi kehandalan korek gas ini. Pasti nyala dengan mudah, gesekan antara roda gerigi dan batu apinya halus, serta bodi yang kokoh adalah keunggulan yang saya rasakan selama menggauli produk korek Tokai ini. Harga perbijinya juga gak mahal, cuma Rp 2000 saja.

Nah yang masih menjadi misteri yang belum terpecahkan antara saya dan kawan-kawan sesama pemakai korek Tokai adalah; korek ini langsung macet begitu gas didalam tabung plastiknya itu habis. Iya, sumpah deh pasti langsung macet. Hal ini bukan hanya dialami oleh saya saja, namun setelah saya tanyakan pada beberapa kawan mereka juga mengalami hal yang serupa. Apakah sebegitu canggihnya teknologi yang dipakai oleh produsen korek Tokai ini, sehingga bisa memperkirakan kapan harus rusak yang berbarengan dengan habisnya gas? Mungkinkah ini teknologi dari peradaban yang lebih maju dari yang ada di bumi? (doh) (idiot)

Fenomena aneh yang masih berselimut misteri ini yang menghantui tidur saya selama beberapa malam, hingga terbikinlah guneman ini dengan harapan ada yang bisa membantu memecahkan misteri tersebut (maap kiranya terlalu berlebihan bahasa saya, hahaha). Tapi sueeerr, saya penasaran banget kenapa bisa kejadian yang seperti itu. Mungkin ada kawan-kawan blogger sekalian yang bisa membantu? Tapi tolong saya berharap jangan bawa-bawa fatwa haram rokok dalam komen sampeyan nanti di guneman saya kali ini. Maturnuwun…

* Sampeyan yang belum punya fesbuk silahkan malu sama korek gas yang satu ini, karena korek aja bisa bikin fesbuk kok, hahahaha...
24 February 2009 51 comments

Akhirnya Launching Juga


Setelah tertunda-tunda beberapa waktu, akhirnya Komunitas Blogger Bengawan launching juga. Tepat pada hari Sabtu, 21 Februari 2009 bertempat di Loji Gandrung Solo, Komunitas Blogger Bengawan mengukuhkan keberadaannya di jagat Blogosphere Indonesia.

Sungguh sangat istimewa acara malam itu, beliau Walikota Solo Bapak Jokowi sendiri berkenan untuk mengawal acara dari awal hingga pungkasan. Kemeriahan acara juga ditopang oleh antusiasme saudara-saudara dari komunitas blogger dari beberapa kota yang tumplek blek di Loji Gandrung Solo, terbilang blogger Warok dari Ponorogo, TPC dari Surabaya, Cah Andong dari Jogja, Malhikdua dari Purwokerto, Loenpia dari Semarang, Nggresik dari Gresik serta perwakilan dari Blogger Malang sekaligus blogger Mojokerto (MQ Hidayat).

Tidak ketinggalan juga Bapak Blogger Indonesia Enda Nasution serta blogger-blogger indipenden seperti Pakdhe Wicak “ndoro Kakung”, Pakdhe Antyo Rentjoko “Paman Tyo” , Om Iman Brotoseno, Mas Totok juragan benwit Gunung Kelir, dan Pakdhe Suryaden berbagi keceriaan dan kebahagiaan bersama komunitas Blogger Bengawan dalam acara Launching pada malam itu. Luar biasa adalah kata yang tepat untuk mereka yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri Launching Komunitas Bengawan. Rombongan dari DAGDIGDUG diwakili sendiri oleh Pakdhe Didi Nugrahadi dan Mas Hepi, yang keduanya juga punya sejarah di kota Solo ini.

Terimakasih yang tidak terkira buat person-person yang telah mendukung acara Launching blogger Bengawan ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Kekurangan di sana dan sini dalam pelaksanaan acara memang sangat disadari, untuk itu sekalian mohon dimaafkan apabila ada hal-hal yang tidak berkenan di hati para tamu sekalian.

Silahkan untuk menyimak reportase yang lebih lengkap beserta foto2nya disini, disini, disini, disini, disini, disini, disini, disini, disini, disini, disini, dan disini (kalo ada yang terlewat silahkan tinggalkan pesan nanti saya masukkan).


* Diunggah pada Selasa(24/02) dari ndalem Panjoelldiningratan
17 February 2009 72 comments

Jangan Takut kelaparan di Solo


Solo sebagai surga wisata kuliner, semua orang juga sudah paham. Gudeg ceker, Sego Liwet, Bestik Harjo, Tengkleng Klewer, Soto Triwindu, Timlo Sastro, Serabi Notosuman adalah sederet ujung tombak wisata kuliner di Solo, yang sekarang semua bisa sampeyan jumpai di satu tempat pusat jajanan anyar bertajuk GALABO. Belum lagi dengan hik-hik (wedangan) yang bertebaran, yang masing-masing beradu ciri khas rasa tehnya masing-masing. Sekedar informasi aja kalo wedangan di Solo itu bakal rame banyak pengunjungnya asal tehnya enak, soal makanan sih nomer dua.

Saya sebenernya nggunem soal ini ada maksud terselubung. Saya cuma pengen nanti tamu-tamu yang bakal sowan ke Solo dalam rangka launching komunitas blogger Bengawan tidak khawatir dengan keamanan perut masing-masing. Intinya yo jangan takut kelaparan waelah pas di Solo. Selain itu harganya juga sangat bisa berkompromi dan dari siang sampe malem tetep aja banyak pilihannya. Sebagai contoh aja, ketika perut berontak minta diisi jam 1 malem, dengan uang 5 ribu rupiah saja saya sudah bisa makan kenyang dengan menu gudeg plus telor seperti foto ilustrasi diatas. Mau yang lebih ekstrim lagi, jam 3 dini hari saya masih bisa menikmati lezatnya sego liwet dengan lauk telor dan suwiran daging ayam plus teh anget dengan modal 7 ribu rupiah aja. Itu hanya sebagian kecil contoh saja makanan pengganjal perut yang menurut saya eksotis dan layak digunemkan di sini. Kalo yang laen semacem restoran padang, coffeshop yang buka 24 jam sih dimana-mana juga ada, ya to??

Jadi sekali lagi, buat blogger-blogger yang udah berniat untuk ikut berbagi keceriaan dan kebahagiaan dalam launching komunitas blogger Solo Bengawan nanti, jangan takut kelaparan, dan gak perlu takut bakal keluar duit banyak untuk urusan perut di Solo. Buat blogger-blogger yang kebetulan tidak bisa ikut berbagi kebahagiaan, mohon doanya aja semog Komunitas Blogger Bengawan ini mampu berbuat banyak bagi kota Solo dan sekitarnya, serta mampu berbicara lebih dalam jagat blogosphere Indonesia.
16 February 2009 29 comments

Bosan?? karepmu....

Blom ada hal yang menarik buat digunemkan disini bareng kawan-kawan blogger handal semua. Daripada saya nggunem waton nggunem mending meneng wae sekalian, ya to...

Jadi selamat menikmati kebosanan aja tiap buka halaman blog ini, dan ternyata blom ada guneman yang baru, Hahahahaha....

NgePlurk sik ah... (lmao)

* daripada garing gak ada gambarnya itu saya pasang logo blogger Bengawan yang baru.
12 February 2009 42 comments

PLURK


“Apa-apaan lagi ini???”, begitu pikir saya ketika orang-orang disekitar saya rame-rame ngomongin soal PLURK. Blom lagi istilah-istilah macam karma, tret, banana dance, mulai sering menyapa telinga saya. Sampe disitu saya masih males banget buat nyemplung ikut-ikutan nge-plurk. Hingga pada suatu malam, saya ditunjukkan sebuah tret PLURK milik kawan saya, ternyata isi tret itu kalimat berbalas dari temen2 blogger yang ngrasani saya belum juga bikin akun di PLURK, dibilang katroklah, gapteklah... ah dasar curut kabeh...

Akhirnya seperti yang sudah bisa sampeyan semua tebak, saya terprovokasi mbikin akun di PLURK, dan sialnya saya ikutan plurk dari hasil invite kawan saya itu. Buat sampeyan semua yang ngePLURK pasti sudah paham apa yang akan terjadi kalo kita berhasil mengundang kawan buat ikutan ngeplurk. PLURK adalah sebuah jurnal, bisa juga disebut mikro blogging. Kita bisa berinteraksi langsung dengan pengguna plurk laen yang sedang online dalam waktu yang sama. Keaktifan plurker (istilah bagi pengguna plurk) adalah salah satu penentu naik turunnya karma kita. Karma adalah poin yang kita peroleh untuk menebus emoticon2 lucu dalam plurk. Poin tertinggi dalam karma adalah 100, nah kalo mencapai poin segitu berarti kita sudah dalam kategori nirvana. Kini karma saya sudah 66.46 terhitung sejak pertengahan Januari lalu saya mulai ngeplurk.

“Trus apa asiknya kalo cuma berbalas kalimat, di YM juga bisa..”, kalo sampeyan mikir seperti itu, persis kaya saya dulu. Semua bisa terjawab kalo sampeyan semua sudah memiliki akun di PLURK. Bagi sampeyan yang belom punya akun dan pengen nyoba ngerasain ngePLURK, silakan daptar disini (pasti saya bakal dipisuhi banyak orang habis ini, hahahaha). Tapi sekali lagi saya nggak tanggungjawab lho kalo sampeyan jadi ketagihan ngeplurk.

Jadi, sudahkah sampeyan ngePLURK hari ini??
10 February 2009 37 comments

½ L + 7

Berawal dari perjalanan menuju kampung halaman pada hari Sabtu(07/02) kemaren, bangku yang kosong di kereta Pramex tinggal menyisakan satu tempat disamping seorang lelaki paruh baya, segera saja saya hampiri bangku kosong itu dan menempatinya. Satu stasiun terlewati dan obrolan itupun dimulai. Seperti biasa obrolan pembuka yang wajib bagi sesama penumpang kereta yaitu turun di stasiun mana dan bla bla bla... setelah beberapa kalimat tanya saling terlontar akhirnya saya mendapat satu nama dari orang tersebut, beliau mengaku bernama Totok (saya gak peduli itu nama bener atau cuma ngibul). Saya taksir umur lelaki yang berperawakan kurus dan berjenggot serta berkacamata itu sekitar kepala 4 lah.

Obrolan pun berkutat seputar profesi saya yang ngaku blogger waktu beliau menanyakan hal tersebut. Ketika pertanyaan berlanjut apa bisa menghasilkan uang dari profesi blogger itu, saya ngeles “Blogger itu sekedar profesi aja kok pak, kalo pekerjaan yang bisa nduwiti hidup saya, saya motret pak..”, dan beliau pun mengangguk-angguk. Kembali obrolan mengalir dengan hangat, soal politik, soal krisis ekonomi global, dan tidak ketinggalan soal agama. Sempet bikin keki juga waktu ditanya majlis taklim yang sering saya ikuti, byuhh...boro2 Pak... Kata-katanya yang mau tidak mau membuat saya bersepakat adalah ketika bicara panjang lebar soal ikhlas, takwa dan iman. Kalopun saya mau membantah saya ndak punya dalil-dalil yang apal soal itu, jadi daripada mati konyol saya cuma mengiyakan dan sekali-kali menimpali dengan pengetahuan agama saya yang secetek kubangan air yang ditinggalkan hujan didepan kos saya.

Perjalanan memasuki 1/3 akhir. Rupanya beliau mengamati cincin yang melingkar di jari saya. Pertanyaan, “ adek ini sudah menikah?” meluncur ringan dari bibirnya. Saya jawab “Belum, saya baru tunangan aja”, Kemudian terlontar lagi pertanyaan apakah umur tunangan saya sepantaran atau adek angkatan, saya jawab sepantaran. Nah disinilah rumus ½ L + 7 itu saya dapatkan. Beliau berasumsi kalo usia yang pas buat istri itu adalah setengah dari umur suami ditambah 7. Jadi kalo misalnya sampeyan sekarang umur 24 berarti carilah calon istri yang berumur 12+7 = 19 tahun. Alasannya secara fisik wanita itu akan lebih cepat matang dari laki-laki. Jadi kalo menikah dengan umur yang sepantaran nantinya akan cepat keliatan tua bagi si perempuan.

Entah untuk membesarkan hati saya atau bagaimana Pak Totok yang ngaku beranak lima itu langsung menambahkan bahwa rumus itu hanya ilmu titen bagi orang-orang jawa, nggak ada hadist maupun dalil2nya di Al-Quran, bahkan Muhammad SAW pun beristri wanita yang jauh lebih berumur daripada beliau sendiri. Mungkin dikira saya memikirkan hal itu, padahal aku yo ra peduli, hahahaha....

Akhirnya perjalanan sampai juga di stasiun Tugu Jogja, dan kamipun berpisah. Satu lagi perjalanan pulang yang terasa begitu singkat namun padat. Selain ilmu agama saya nambah (saya dikasih referensi buku soal agama untuk dibaca), saya juga mendapat rumus ½ L + 7 tadi untuk bahan bikin guneman di blog ini. Jadi apakah sampeyan semua bersepakat dengan rumus itu??

* Berhubung lensa kamera saya sedang rusak, jadi saya ndak bisa ngasih skrinsut bapak tersebut. Sebagai gantinya saya kasih ilustrasi foto narsis saya aja bareng sisihaning ati, semoga berkenan.
04 February 2009 48 comments

Lilin

Lihatlah sebatang lilin itu. Cahayanya yang temaram namun begitu jujur menyapa gelap. Lihat juga pengorbanannya yang rela untuk hancur lebur demi memberikan sedikit terang bagi sekitarnya. Konsistensinya untuk tetap menyala dan membagi terang sampai dirinya hancur tidak perlu diragukan lagi. Sungguh pengorbanan yang tanpa pamrih dan mulia.

Pengorbanan ala lilin itu yang sekarang sangat sulit untuk ditemukan. Pengorbanan yang rela untuk hancur lebur demi memberikan kemashlatan bagi yang lain. Jangan bicarakan caleg-caleg yang menebar amplop dan paket sembako di perkampungan kumuh, tahu apa mereka soal falsafah lilin ini.

Penganut falsafah lilin ini erat kaitannya dengan tulus, ikhlas dan tanpa pamrih. Berapa orang yang masih sanggup untuk seperti itu di dunia ini? Bahkan terhadap diri sendiri pun kadang kita tidak bisa tulus, apalagi terhadap orang lain yang bahkan tidak ada hubungan darah.

Sungguh saya merindukan orang-orang yang masih memegang falsafah lilin tersebut, karena saya sadar saya sendiri merasa tidak sanggup untuk itu. Indonesia butuh seorang pemimpin yang tulus ikhlas dan rela berkorban untuk Negara, pemimpin yang tidak selalu menganalogikan jabatan dengan uang.

Ah, semoga saja masih ada…

02 February 2009 47 comments

Unggah-ungguh Wong Jowo

Dalam budaya Jawa acapkali disebut istilah unggah-ungguh yang kalo diartikan dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti tata krama/ sopan santun. Budaya Jawa memang kental dengan nuansa sopan santunnya. Istilah-istilah yang menjunjung tinggi rasa sopan santun dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, terutama di pedesaan. Bahkan dalam tata bahasa jawa sendiri ada tingkatan-tingkatan yang menunjukkan tingkat kesopanan, ada kromo inggil, kromo alus, dan ngoko. Masing-masing penerapannya berbeda-beda, sesuai dengan lawan bicara kita.

Unggah-Ungguh ini seringkali membuat gemas orang yang berasal dari luar budaya jawa. Karena dengan menerapkan unggah-ungguh ini kesannya orang Jawa itu kalo ngomong jadi berbelit-belit dan panjang. Tapi itulah seninya orang Jawa. Bahkan dalam tingkat emosi tertinggi pun, orang jawa masih akan memakai unggah-ungguh.

Saya punya contoh nyata dan sederhana. Suatu ketika tetangga kos lama saya tiba-tiba berkunjung ke kos. Setelah ngobrol ngalor ngidul, akhirnya beliau mengungkapkan maksud kedatangannya. Rupanya beliau sekeluarga merasa terganggu dengan polah anak-anak kos yang sering tereak-tereak tengah malem pas maen PS, parkir motor seenaknya dan menggeber mesin motor gila-gilaan tiap pagi. Bahkan ketika merasa haknya untuk memiliki lingkungan yang tenang terganggu seperti itupun beliau masih sempat memakai kata-kata “nyuwun sewu” dan “maturnuwun”. Saya yang sebagai wong jowo asli, dan kebetulan menjadi yang dituakan di kos seperti tertusuk belati tajam. Saya lebih “kena” apabila ada orang yang seperti itu. Dan dengan hati yang tulus serta rasa gak enak yang teramat sangat, saya meminta maaf kepada beliau, tak lupa disertai dengan kata’kata “nyuwun agenging pangapunten” dan “maturnuwun”.

Satu lagi mengenai kearifan orang jawa yang saya temui. Ketika sedang janjian ketemu dengan orang tua ini di suatu warnet di Solo, saya numpang ke kamar mandi. Ada tempelan menarik di tembok kamar mandi tersebut, yang pada intinya adalah perintah untuk menyiram apapun yang kita tinggalkan setelah beraktifitas di kamar mandi tersebut. Menariknya, pada awal kalimat perintah tetep aja di imbuhi kata “Maaf”. Coba sampeyan semua bayangkan, bahkan untuk memberitahu tentang kewajiban kita harus ditambahi kata “maaf”. Untuk itulah saya kok merasa bangga menjadi “wong jowo”, yang seringkali dalam sinetron atau film dikonotasikan dengan hal-hal culun, lugu, goblok, dan tentusaja dicitrakan dengan bahasa Indonesia yang medhok.

Nyuwun sewu sak derengipun mugi seratan puniko saget dipun tampi dening panjenengan sedanten.
20 January 2009 33 comments

Batik Laweyan, pioner batik di Solo

workshop Putra Batik Laweyan

Solo sebagai kota budaya semua sudah mengamininya, pun dengan sebutan kota Solo sebagai pusat batik. Mungkin selama ini yang dikenal wisatawan sebagai sentra batik di Solo adalah Kauman. Boleh saja Kauman lebih moncer namanya dikalangan wisatawan sebagai kampung batik, namun apakah sampeyan semua tidak ingin mengetahui asal muasal batik yang ada di solo ini?

Apabila ditilik dari sejarahnya, batik yang berkembang di kota Solo ternyata berasal dari kampung Laweyan, kampung yang terletak disalah satu sudut kota Solo. Apabila sampeyan semua menyempatkan diri untuk menyusuri gang-gang sempit di seputar kampung Laweyan, maka akan tampak jelas peninggalan kejayaan juragan-juragan batik jaman dahulu. Rumah-rumah yang dikelilingi dengan tembok tebal tinggi, pintu-pintu gerbang yang eksotis, serta workshop-workshop batik yang sekarang semakin marak, menjadi sajian menarik bagi wisatawan. Kejayaan para juragan batik Laweyan tempo dulu juga terlihat dari begitu luasnya pekarangan yang dimiliki, konon ceritanya setiap rumah juragan batik Laweyan pasti memiliki istal/kandang kuda didalam pekarangan rumahnya. Hal ini menjelaskan juga kenapa rata-rata bangunan asli rumah juragan batik di Laweyan memiliki dua pintu, satu berupa gerbang yang cukup besar dan satu lagi pintu biasa. Gerbang ini hanya dibuka ketika sang juragan akan bepergian menggunakan kereta kudanya.


searah jarum jam :

Pak Widhiarso, Pak Gunawan, Seorang turis asal Zimbabwe, hahaha...


Temulawak, ditambah es coca cola lewat deh..


Keramahan salah satu pelestari batik di Laweyan siang itu diwakili oleh Bapak Gunawan, owner/pemilik toko dan workshop batik Putra Laweyan. Beliau ditemani oleh Pak Widhi menjelaskan secara runtut dan detail mengenai sejarah Batik yang berkembang di kota Solo. Baru terkuak disiang itu pada pemahaman saya bahwa ternyata kota Laweyan telah jauh ada sebelum kota Solo itu sendiri muncul, dan memang ada semacam “pemberontakan” kecil antara para juragan batik waktu itu dengan pihak keraton. Para juragan batik di Laweyan menempatkan diri sebagi oposan pemerintah (keraton) pada waktu itu. Itulah salah satu alasan kenapa dalam setiap rumah gedong para juragan batik di Laweyan pasti terdapat jalan rahasia yang menghubungkan dengan rumah juragan batik yang lain di kampung yang sama, semata-mata hal tersebut sebagai jalan untuk bertemu secara diam-diam dan merembugkan segala sesuatu yang berkaitan dengan keadaan sosial politik.

Sudah barang tentu pemerintah tidak asal memberi penghargaan Upakarti kepada Kampung Laweyan ini beberapa waktu yang lalu tanpa ada alasan yang jelas. Dari hanya belasan keluarga yang masih melestarikan usaha batik di kampung ini beberapa tahun yang lalu, kini menjadi sekitar 60-an keluarga yang turut menghidupkan kembali kejayaan kampung Laweyan sebagai kampung batik. Hal inilah yang menjadi perhatian pemerintah pusat, dan sebagai penghargaan atas usaha tersebut maka Upakarti pada 2008 kemaren dalam kategori pelopor menjadi sebuah tambahan motivasi yang pantas. Diharapkan dengan adanya penghargaan itu akan menjadi penyemangat bagi warga Laweyan untuk kembali menghidupkan kejayaan batik dimasa lampau.

Pelestarian sebuah budaya yang adiluhung bukan sebuah perkara yang mudah, kesulitan pasti tetap ada menyertai perjalanan itu. Salah satu yang dirasakan para pejuang batik Laweyan itu adalah minimnya perhatian dari pemerintah kota Solo. Transfer informasi yang dirasa lambat membuat para Pejuang Batik Laweyan ini merasa sedikit kesulitan untuk berkembang. Namun yang sedikit membesarkan hati komunitas Batik Laweyan ini adalah rencana dari walikota Solo Jokowi untuk merelokasi pasar yang berada didekat Kampung Laweyan untuk diubah menjadi tempat parkir bus wisata. Semoga saja rencana itu segera terwujud dan akan memberi dampak yang signifikan bagi perkembangan batik Solo di kampung asalnya.

Berikut sedikit oleh2 poto dari ruang workshop batik Putra Laweyan.


Transfer pola batik


suasana workshop batik Putra Laweyan


canthing dan malam(lilin) yang dipanasi, senjata utama mbatik


mbatik


batik cap


tungku untuk merendam kain batik menghilangkan malam


idem, tungku juga, tapi tampak atas


silahkan diborong

(sebenarnya saya naksir salah satu baju, tapi apa daya dompet gak berkompromi, hahaha)

19 January 2009

Obama goes to whitehouse

Akhirnya calon presiden Amerika terpilih, Barrack Obama, akan dilantik juga. Tgl 20 Januari ini, calon presiden kulit hitam pertama kali di Amerika itu bakal serah terima jabatan dengan George Bush. Buat yang tertarik mengikuti acara pelantikan sosok fenomenal ini gak perlu risau, karena ternyata banyak TV swasta di Indonesia yang menyiarkan acara pelantikan itu. Justify Full

Apakah pemerintahan Barrack Obama nanti bakal ada perubahan yang signifikan dari pemerintahan Bush? Itu yang sedang saya tunggu dan saya harap. Penghapusan penjara Guantanamo mungkin menjadi langkah awal bagi Obama buat menunjukkan bahwa ditangannya benar-benar bakal ada perubahan. Namun apakah hanya itu saja? Makanya kita tunggu aja bareng...

Boleh saja kita menghujat dan benci setengah mati sama Amerika, namun pada kenyataannya dunia ini memang masih sedikit banyak bergantung pada Amerika. Seperti krisis ekonomi global yang baru saja terjadi, semua hanya berawal di Amerika saja, dan ternyata seluruh dunia merasakan akibatnya. Jadi satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah berharap bahwa akan ada perubahan yang cukup signifikan pada Amerika ditangan Barrack Obama. Lupakan soal Obama yang pernah jadi anak menteng, karena saya yakin seyakin-yakinnya itu gak akan membawa pengaruh apa-apa bagi Indonesia.


14 January 2009 27 comments

GUNEMANKU goes to DAGDIGDUG

Setelah sekian lama numpang nggunem di blogspot ini, akhirnya saya berpikir untuk mencoba tempat kos yang baru buat menampung guneman-guneman gak mutu saya. Sekiranya tempat yang ini sudah memberikan saya kepuasan yang tiada terkira (lebay ki suwe2 bosoku). Berbagai cerita mengharu biru disini, banyak teman-teman baru bermunculan dan mengisi kehidupan blog saya. Berat memang meninggalkan segala fasilitas yang sudah sangat nyaman ini, namun keinginan saya sudah kuat untuk beralih ke layanan lain. Dan pilihan saya pun jatuh ke DAGDIGDUG, sebuah layanan blog lokal Indonesia.

Setelah beberapa hari otak-atik, mencoba menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, akhirnya dengan ini saya launching blog baru saya yang sebenarnya hanya pindah rumah kos aja, yaitu :

GUNEMANKU.DAGDIGDUG.COM.

Andaikata teman-teman semua masih berkenan untuk bersilaturahmi dengan saya, monggo saya aturi (mari saya persilahkan) buat mampir di blog saya yang baru itu. Isinya sama kok, maksudnya sama-sama gak bermutunya. Dan mulai sekarang saya akan aktif di blog yang itu, sedangkan blog yang ini biarlah saja begini adanya.

Sampe ketemu lagi, terimakasih atas pengertiannya, salam hangat selalu
09 January 2009 40 comments

Melunasi Utang Part 2

Mulai awal saya ngeblog sampe sekarang fenomena berbagi award dan PR ini nampaknya kagak ada matinye deh.... Satu award udah nyebar, disusul lagi award yang lain dan begitu seterusnya. Entah bagaimana sampeyan semua menyikapi fenomena ini, namun saya selalu berpikiran positip tiap mendapatkan award atau PR. Saya menganggap award dan PR ini bener-bener sebagai penghargaan kepada blog kita, yang mungkin menurut si pemberi award atau PR tadi blog kita telah memberikan inspirasi buat mereka. Yang saya gak habis pikir, orang macam apa yang menganggap blog abal-abal saya ini sebagai sumber inspirasi?? Hahahahaha...

Kebetulan beberapa minggu yang lalu saya mendapat sebuah award dari seorang kawan, dan sampe sekarang masih belum saya publish. Kemudian datang lagi award dan PR dari seorang kawan baru, yang kebetulan isinya sama. Nah sebelum saya lupa, maka terbikinlah guneman ini buat melunasi utang-utang award dan PR yang ditujukan kepada blog abal2 ini. Saya mengucapkan terimakasih yang setulus-tulusnya sudah menganugerahi penghargaan yang tidak terkira ini, semoga hal ini semakin memotivasi saya untuk berkarya lebih baik di kemudian hari.

Ini Awardnya yang dari seorang kawan tersebut.


Kemudian PR yang dilemparkan kepada saya berkaitan dengan sejarah blog masing-masing. Agak cukup narsis memang, dan saya pikir informasi tentang asal muasal blog saya ini teramat tidak penting. Tapi ijab kabul saya didepan sudah berbunyi “nglunasi utang”, jadi mau tidak mau ya sedikit saya kasih bocoran soal blog abal-abal ini.

- Mengapa blog ini bernama GUNEMANKU
Karena ini yang bikin adalah saya, kalo yang bikin sampeyan maka tentusaja namanya adalah GUNEMANMU, bukankah cukup masuk akal jawaban saya ini?? Hahaha...

- Kenapa pakai template yang sekarang?
Wah kalo soal sejarah template yang saya pake ini gak ada yang istimewa. Dulu ceritanya blog ini pernah pake template dengan header wayang punokawan itu, dan akhirnya pengen ganti..eee malah jadi eror gak karuan..trus ada si Dony yang itu ngasih tau ada template bagus, ya akhirnya saya pake sampe sekarang.

- Kejadian yang tidak pernah terlupakan dalam hidup saya?
Hmm..apa ya...kebetulan saya bukan orang yang melankolis, yang selalu mengenang dengan detail kejadian demi kejadian dalam hidup saya. Besok deh kalo ada hal menarik yang saya inget tak kasih tau.

- Kapan blog ini lahir?
Setelah saya lacak lagi, blog ini posting perdana pada bulan September 2006. Dan lihatlah bahasa posting saya masih yang sok kritis dan culun gitu, siyaalll...

- Yang pertama dilakukan saat blog jadi?
Jujur saya gak inget, nyalain rokok kali...

- Apa yang saya lakukan agar blog saya terus baru?
Bertapa di goa nyari wangsit...


Sah ya sodara-sodara. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya atas apresiasi sampeyan semua terhadap blog abal-abal ini. Semoga jalinan silaturahmi anatara kita dapat semakin harmonis dengan adanya award-award-an seperti ini. Salam hangat selalu.


05 January 2009 54 comments

Dan Kyai Slamet pun menangis...


“Perjumpaan seperti ini yang akan menambah erat silaturahmi antar blogger”, begitu kalimat bijak yang saya ingat keluar dari mulut seorang guru Bahasa Indonesia yang juga seorang blogger, Pak Sawali. Maka begitulah adanya, sekali lagi acara konsolidasi blogger Jawa Timur dan Jawa Tengah dilangsungkan. Blogger Timur dan Blogger Tengah (selanjutnya disebut dengan blogger Timur Tengah) berkumpul di Padhepokan Kecehbenwit dengan begawannya bernama Resi Genthokelir.


Bukan bermaksud untuk melakukan makar, bukan pula ingin menumbangkan keangkeran para penguasa jagat blogosphere terdahulu, hanya murni acara silaturahmi dan temu kangen saja, maka berhentilah menebak-nebak dan berprasangka buruk, simak saja kelanjutan cerita saya ini. Pemilihan tempat di Padhepokan Kecehbenwit di puncak Gunung Kelir yang hijau permai sana bukan tanpa alasan, sebagai blogger kebutuhan utama tentu saja koneksi internet, sukur-sukur dengan benwit yang berlimpah dan makanan yang mengalir terus menerus, entah dengan alasan apa Tuhan ternyata berbaikhati menunjukkan tempat seperti itu berada di puncak Gunung Kelir sana.


Mantan Kyai telah membagikan tausiah sesatnya kepada para utusan lain yang malem itu bermalam di Padhepokan Kecehbenwit, Pak Sawali memberikan pelajaran tatacara menulis yang baik dan gak usah terlalu benar, Cah Soleh yang sekarang gak begitu soleh lagi karena sering kecakot juga tidak mau kalah membagikan keahlian ilmu oprek-mengoprek website, sedangkan Resi Genthokelir hanya tersenyum manggut-manggut melihat tingkah polah para tamunya malam itu. Dimana saya? Ketika semua kejadian tadi sedang berlangsung, saya sedang membetulkan selimut dirumah, saya memang tidak ikut bermalam di padhepokan itu. Satu lagi pertanyaan yang mengganjal, dimana si Kyai Slamet saat itu?

Acara makrab blogger Timur Tengah ini dipuncaki dengan mengunjungi Goa Seplawan, yang terletak nun jauh di atas bukit sana. Kembali keakraban insan-insan blogger yang sebagian baru pertamakali bertemu ini sangat terasa. Segala atribut blogger dilepaskan, kembali mereka menjadi manusia-manusia seutuhnya menikmati keindahan panorama dan segarnya udara pegunungan. Lagi terbersit pertanyaan, sedang apa Kyai Slamet saat ini?


Usut punya usut akhirnya terpecahkan juga tentang misteri keberadaan Kyai Slamet tatkala blogger-blogger Timur Tengah tadi sedang berbagi keakraban. Beliau yang menggagas acara ini sedang duduk termenung dikursi rumahnya sambil sesekali membetulkan sarung yang melorot. Dari sela-sela jemari tangan kirinya terselip rokok tinggal separuh yang sisanya sudah dia simpan ke dalam paru-paru tuanya, tangan kanannya memegang sepidol merah besar, rupanya beliau baru saja melingkari tanggal pada kalender menghitung sisa-sisa 40 hari penderitaan batinnya.

Semoga acara-acara keakraban seperti ini bakal terus ada, hal ini untuk menghindarkan pengekslusifan antar komunitas-komunitas blogger yang ada di Indonesia. Akan sangat indah dipandang dan sejuk dirasa apabila bukan sifat kompetitif yang negatif yang muncul antara komunitas blogger yang satu dengan yang lain, melainkan semangat persaudaraan dan keakraban yang harmonis.



# Guneman diatas sebagian besar adalah benar adanya, namun ada beberapa yang sengaja ditambahkan untuk pemanis cerita.

 
;