09 December 2009

Rejeki

“Habis mas..”, begitu ucap perempuan paruh baya tersebut ketika ada dua pemuda berboncengan motor yang berhenti di depan warung tendanya. Hmm..berarti dada dan kepala ayam yang sedang saya tunggu untuk digoreng itu adalah dagangan terakhirnya. Entah kenapa saya senang mengetahui dagangan perempuan ini habis, bukan..bukan karena dia ada hubungan darah dengan saya, apalagi karena saya ada main dengan perempuan penjual ayam goreng/bakar itu, rasa senang itu semacam empati yang datang secara tiba-tiba dalam diri saya. Berarti jerih payahnya mempersiapkan dagangan sejak pagi(mungkin) terbayar lunas, berarti pula dia berhasil membawa pulang sejumlah uang untuk menambah pendapatan keluarganya.

Tiba-tiba suara gamelan jawa yang rancak menyeruak di sela-sela suara deru kendaraan bermotor. Dua orang pengamen dengan kostum penari kuda lumping beraksi di warung tenda itu. Satu orang membawa semacam tape komplit dengan speaker besar yang tidak memberi kesempatan suara bass dalam output suaranya, sedangkan seorang lagi membawa kuda kepang dan menari alakadarnya di depan orang-orang yang sedang menikmati makanan di warung itu.

Ada sebuah benang merah yang menghubungkan antara penjual ayam tersebut dengan pengamen kuda lumping. Mereka sama-sama sedang mengumpulkan rejeki untuk hidup mereka. Rejeki memang ada dimana-mana. Rejeki ada untuk siapa saja. Tentunya dengan syarat orang tersebut mau berusaha. Bahkan orang yang menang lotre pun harus bersusah payah berangkat membeli kupon lotre dan memikirkan nomer yang akan mereka pasang. Jadi jangan harap mendapatkan banyak rejeki hanya dengan lungguh jegang, ngopi, udud, dan kukur2 dengkul tiap pagi di rumah.

Sama halnya dengan beberapa waktu yang lalu saat diadakan rekruitmen calon pegawai pemerintah. Ada yang rela menyebrang ke propinsi tetangga, bahkan menyebrang ke pulau tetangga untuk memperebutkan posisi terhormat tersebut. Semua itu demi mengejar rejeki tadi dan juga sekaligus menaikkan status sosial mereka dalam masyarakat.

Rejeki bagi saya pribadi sama halnya dengan beol dipagi hari. Kadang bisa banyak, kadang sedikit, dan kadang malah tidak beol sama sekali. Semua tergantung input pada hari sebelumnya. Kalo inputnya banyak keluarnya juga banyak, kalo inputnya sedikit ya cuma sedikit juga keluarnya. Artinya banyak sedikitnya rejeki yang saya dapat berbanding lurus dengan usaha yang saya lakukan.

Trus kalo ada yang bilang, “ Kalo saya banyak sedikit rejeki yang masuk tergantung besar kecilnya duit rakyat yang saya embat”, atau “Kalo saya sedikit banyaknya rejeki tergantung besar kecilnya kasus yang saya makelari..boleh kan mas??”, boleh-boleh saja...ya saya cuma mau mendoakan agar sampeyan gak bisa beol dengan lancar tiap pagi..hahaha...

Selamat buat sampeyan semua yang kemarin berhasil lolos dalam seleksi menjadi pegawai pemerintah, bagi yang belum lolos saya doakan lolos pada kesempatan selanjutnya. Bagi yang tidak lolos-lolos juga, ingat bahwa rejeki itu ada dimana saja.

34 comments:

marsudiyanto said...

Mumpung update anyar tak inguk2e...

xitalho said...

Wah njanur gunung kih.... mumpung diupdate... aku tak komentar...hehehehe...

gelaskecil said...

fast reading

*ora sambi ngising*

BIG SUGENG said...

Wah ternyata tulisannya sangat filosofis ya mas...

piye mas kabare?
masih setia dengan pramex?

ciwir said...

kok sampeyan seneng dada to mas???
kenapa ya mas???

Lovely Dee said...

Setuju.. Rejeki bisa di dapat di mana aja.. Yang penting halal.. Biar jadi berkah.. Amin..

rudis said...

wah bagus sekali mas untuk mengingatkan kita biar cari rezeki yang ihklas

IKHSAN said...

kemaren ikut ndaftar nggak mas :)

Andy MSE said...

rejeki bagi saya adalah misteri, seringkali tidak peduli dengan seberapa banyak beol kita di pagi hari...

areeavicenna said...

*manggut*manggut*berpikir*

Anang said...

sabarrrrrrrrrr

komuter said...

betul tuh, rejeki ada di mana-mana ......

Andri Journal said...

Jadi penjaga warnet aja njul. Biar pun ungguh jegang, ngopi, udud, dan kukur2 dengkul, toh duit datang dengan sendirinya (apalagi kalo pengunjung warnetnya banyak). :)

Surya Triwijaya said...

Mas panjul.. (nuwun sewu sy ga ngerti nama asli njenengan, lha wong kmrn knalan ya gtu je..)

Saya surya mas (cah anyaran)

Salam knal mas..

TUkeran link dong mas..

http://funktaztic.com/

LuxsMan said...

bersabarlah kisanak

tarikh said...

nice post...

Anonymous said...

piss bobba..semoga sukses dan lanjutkan semoga rejeki melimpahi kita semua..amin

mamakaka said...

salam dri ultraman..lanjutkan

rian bowok said...

wuih lama ga kesini udah banyak tulisan baru.. baca dulu gan

Anonymous said...

belajar banyak

ALRIS said...

Banyak sedikit rejeki tetap disyukuri.
Salam

donlenon said...

Keren bung panjul, inspiratif banget iki..
Seteju banget soal banyak masuk = banyak keluar. nyang artinya, banyak makan kepala dan dada = lama2 bisa kenalan sama mbak penjaga warungnya.. he he

Ndoro Seten said...

Sing penting cen ikhtiare, soal akeh po sithik sing penting lak berkahe!

anis said...

ngomong rejeki, ngomong syukur. Banyak rejeki tapi ga bisa mensyukuri, podo ae... ga nduwe rejeki.

Darin said...

betul, rejeki adalah misteri :)
salam kenal.

haniyah sofyan said...

[//]... saya menyukai tulisan ini ...[//]

Irwan Kurniawan said...

Rezeki sudah ada yang ngatur..
klo memang udah rezeki ga' bakalan kemana

Link Artikel Ilmiah

Anonymous said...

they, however, give off unimaginable faculty. links of london charms The key is how to decide properly.

Anonymous said...

they, however, give off unimaginable faculty. links of london charms The key is how to decide properly.

Anonymous said...

guoweigangDo you want to know what it takes Pandora beads to successfully market a web site and generate repeat sales? pandora bracelet You must position yourself as a perceived expert.It doesn't matter what product or service you are selling, pandora charm bracelet this same premise will hold true. Gone are the days where you could build a simple company web Pandora charms site, list your products and send customers to an order page. pandora charms bracelets New web sites are sprouting up like blades of grass and competition is intensely fierce. pandora jewellery A small but growing number of small business owners have discovered the answer pandora jewelry to this question and are kicking your butt.

Anonymous said...

guoweigangDo you want to know what it takes Pandora beads to successfully market a web site and generate repeat sales? pandora bracelet You must position yourself as a perceived expert.It doesn't matter what product or service you are selling, pandora charm bracelet this same premise will hold true. Gone are the days where you could build a simple company web Pandora charms site, list your products and send customers to an order page. pandora charms bracelets New web sites are sprouting up like blades of grass and competition is intensely fierce. pandora jewellery A small but growing number of small business owners have discovered the answer pandora jewelry to this question and are kicking your butt.

Anonymous said...

An additional way of fabricating lots of money is one other sigh. Dub Turbo assessment maintain a pool of aspect that permits you-whether you're a experienced maybe a cutting edge given birth to in the record companies to generate money simply by developing defeats and then tempos using the net. Software program will allow like the cruise trip on the creation of tunes which have no issues as some of those knowledgeable taking analogue machines. The movie makers as well as performers tend to be given the assurance in accomplishment given that it doesn't need numerous skills in employing the following. It is really quite user-friendly plus as a result of increasing requirement, it happens to be becoming a lot more cost effective for whoever has some music attraction.


[url=http://mkmusiconline.com/make-beats-fast-and-easy-with-dubturbo]dubturbo[/url]

Seputar Jakarta said...

nunut ngeksis nang postingan lawas... hhh...
#nggolek rejeki...

Penjual Obat Herbal said...

rejeki memang sudah ada yang mengatur , namun tuhan sangat sayang dan akan mengabulkan umatnya yang suka berikhtiar dan bertawakal .

 
;