20 January 2009 33 comments

Batik Laweyan, pioner batik di Solo

workshop Putra Batik Laweyan

Solo sebagai kota budaya semua sudah mengamininya, pun dengan sebutan kota Solo sebagai pusat batik. Mungkin selama ini yang dikenal wisatawan sebagai sentra batik di Solo adalah Kauman. Boleh saja Kauman lebih moncer namanya dikalangan wisatawan sebagai kampung batik, namun apakah sampeyan semua tidak ingin mengetahui asal muasal batik yang ada di solo ini?

Apabila ditilik dari sejarahnya, batik yang berkembang di kota Solo ternyata berasal dari kampung Laweyan, kampung yang terletak disalah satu sudut kota Solo. Apabila sampeyan semua menyempatkan diri untuk menyusuri gang-gang sempit di seputar kampung Laweyan, maka akan tampak jelas peninggalan kejayaan juragan-juragan batik jaman dahulu. Rumah-rumah yang dikelilingi dengan tembok tebal tinggi, pintu-pintu gerbang yang eksotis, serta workshop-workshop batik yang sekarang semakin marak, menjadi sajian menarik bagi wisatawan. Kejayaan para juragan batik Laweyan tempo dulu juga terlihat dari begitu luasnya pekarangan yang dimiliki, konon ceritanya setiap rumah juragan batik Laweyan pasti memiliki istal/kandang kuda didalam pekarangan rumahnya. Hal ini menjelaskan juga kenapa rata-rata bangunan asli rumah juragan batik di Laweyan memiliki dua pintu, satu berupa gerbang yang cukup besar dan satu lagi pintu biasa. Gerbang ini hanya dibuka ketika sang juragan akan bepergian menggunakan kereta kudanya.


searah jarum jam :

Pak Widhiarso, Pak Gunawan, Seorang turis asal Zimbabwe, hahaha...


Temulawak, ditambah es coca cola lewat deh..


Keramahan salah satu pelestari batik di Laweyan siang itu diwakili oleh Bapak Gunawan, owner/pemilik toko dan workshop batik Putra Laweyan. Beliau ditemani oleh Pak Widhi menjelaskan secara runtut dan detail mengenai sejarah Batik yang berkembang di kota Solo. Baru terkuak disiang itu pada pemahaman saya bahwa ternyata kota Laweyan telah jauh ada sebelum kota Solo itu sendiri muncul, dan memang ada semacam “pemberontakan” kecil antara para juragan batik waktu itu dengan pihak keraton. Para juragan batik di Laweyan menempatkan diri sebagi oposan pemerintah (keraton) pada waktu itu. Itulah salah satu alasan kenapa dalam setiap rumah gedong para juragan batik di Laweyan pasti terdapat jalan rahasia yang menghubungkan dengan rumah juragan batik yang lain di kampung yang sama, semata-mata hal tersebut sebagai jalan untuk bertemu secara diam-diam dan merembugkan segala sesuatu yang berkaitan dengan keadaan sosial politik.

Sudah barang tentu pemerintah tidak asal memberi penghargaan Upakarti kepada Kampung Laweyan ini beberapa waktu yang lalu tanpa ada alasan yang jelas. Dari hanya belasan keluarga yang masih melestarikan usaha batik di kampung ini beberapa tahun yang lalu, kini menjadi sekitar 60-an keluarga yang turut menghidupkan kembali kejayaan kampung Laweyan sebagai kampung batik. Hal inilah yang menjadi perhatian pemerintah pusat, dan sebagai penghargaan atas usaha tersebut maka Upakarti pada 2008 kemaren dalam kategori pelopor menjadi sebuah tambahan motivasi yang pantas. Diharapkan dengan adanya penghargaan itu akan menjadi penyemangat bagi warga Laweyan untuk kembali menghidupkan kejayaan batik dimasa lampau.

Pelestarian sebuah budaya yang adiluhung bukan sebuah perkara yang mudah, kesulitan pasti tetap ada menyertai perjalanan itu. Salah satu yang dirasakan para pejuang batik Laweyan itu adalah minimnya perhatian dari pemerintah kota Solo. Transfer informasi yang dirasa lambat membuat para Pejuang Batik Laweyan ini merasa sedikit kesulitan untuk berkembang. Namun yang sedikit membesarkan hati komunitas Batik Laweyan ini adalah rencana dari walikota Solo Jokowi untuk merelokasi pasar yang berada didekat Kampung Laweyan untuk diubah menjadi tempat parkir bus wisata. Semoga saja rencana itu segera terwujud dan akan memberi dampak yang signifikan bagi perkembangan batik Solo di kampung asalnya.

Berikut sedikit oleh2 poto dari ruang workshop batik Putra Laweyan.


Transfer pola batik


suasana workshop batik Putra Laweyan


canthing dan malam(lilin) yang dipanasi, senjata utama mbatik


mbatik


batik cap


tungku untuk merendam kain batik menghilangkan malam


idem, tungku juga, tapi tampak atas


silahkan diborong

(sebenarnya saya naksir salah satu baju, tapi apa daya dompet gak berkompromi, hahaha)

19 January 2009

Obama goes to whitehouse

Akhirnya calon presiden Amerika terpilih, Barrack Obama, akan dilantik juga. Tgl 20 Januari ini, calon presiden kulit hitam pertama kali di Amerika itu bakal serah terima jabatan dengan George Bush. Buat yang tertarik mengikuti acara pelantikan sosok fenomenal ini gak perlu risau, karena ternyata banyak TV swasta di Indonesia yang menyiarkan acara pelantikan itu. Justify Full

Apakah pemerintahan Barrack Obama nanti bakal ada perubahan yang signifikan dari pemerintahan Bush? Itu yang sedang saya tunggu dan saya harap. Penghapusan penjara Guantanamo mungkin menjadi langkah awal bagi Obama buat menunjukkan bahwa ditangannya benar-benar bakal ada perubahan. Namun apakah hanya itu saja? Makanya kita tunggu aja bareng...

Boleh saja kita menghujat dan benci setengah mati sama Amerika, namun pada kenyataannya dunia ini memang masih sedikit banyak bergantung pada Amerika. Seperti krisis ekonomi global yang baru saja terjadi, semua hanya berawal di Amerika saja, dan ternyata seluruh dunia merasakan akibatnya. Jadi satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah berharap bahwa akan ada perubahan yang cukup signifikan pada Amerika ditangan Barrack Obama. Lupakan soal Obama yang pernah jadi anak menteng, karena saya yakin seyakin-yakinnya itu gak akan membawa pengaruh apa-apa bagi Indonesia.


14 January 2009 27 comments

GUNEMANKU goes to DAGDIGDUG

Setelah sekian lama numpang nggunem di blogspot ini, akhirnya saya berpikir untuk mencoba tempat kos yang baru buat menampung guneman-guneman gak mutu saya. Sekiranya tempat yang ini sudah memberikan saya kepuasan yang tiada terkira (lebay ki suwe2 bosoku). Berbagai cerita mengharu biru disini, banyak teman-teman baru bermunculan dan mengisi kehidupan blog saya. Berat memang meninggalkan segala fasilitas yang sudah sangat nyaman ini, namun keinginan saya sudah kuat untuk beralih ke layanan lain. Dan pilihan saya pun jatuh ke DAGDIGDUG, sebuah layanan blog lokal Indonesia.

Setelah beberapa hari otak-atik, mencoba menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, akhirnya dengan ini saya launching blog baru saya yang sebenarnya hanya pindah rumah kos aja, yaitu :

GUNEMANKU.DAGDIGDUG.COM.

Andaikata teman-teman semua masih berkenan untuk bersilaturahmi dengan saya, monggo saya aturi (mari saya persilahkan) buat mampir di blog saya yang baru itu. Isinya sama kok, maksudnya sama-sama gak bermutunya. Dan mulai sekarang saya akan aktif di blog yang itu, sedangkan blog yang ini biarlah saja begini adanya.

Sampe ketemu lagi, terimakasih atas pengertiannya, salam hangat selalu
09 January 2009 40 comments

Melunasi Utang Part 2

Mulai awal saya ngeblog sampe sekarang fenomena berbagi award dan PR ini nampaknya kagak ada matinye deh.... Satu award udah nyebar, disusul lagi award yang lain dan begitu seterusnya. Entah bagaimana sampeyan semua menyikapi fenomena ini, namun saya selalu berpikiran positip tiap mendapatkan award atau PR. Saya menganggap award dan PR ini bener-bener sebagai penghargaan kepada blog kita, yang mungkin menurut si pemberi award atau PR tadi blog kita telah memberikan inspirasi buat mereka. Yang saya gak habis pikir, orang macam apa yang menganggap blog abal-abal saya ini sebagai sumber inspirasi?? Hahahahaha...

Kebetulan beberapa minggu yang lalu saya mendapat sebuah award dari seorang kawan, dan sampe sekarang masih belum saya publish. Kemudian datang lagi award dan PR dari seorang kawan baru, yang kebetulan isinya sama. Nah sebelum saya lupa, maka terbikinlah guneman ini buat melunasi utang-utang award dan PR yang ditujukan kepada blog abal2 ini. Saya mengucapkan terimakasih yang setulus-tulusnya sudah menganugerahi penghargaan yang tidak terkira ini, semoga hal ini semakin memotivasi saya untuk berkarya lebih baik di kemudian hari.

Ini Awardnya yang dari seorang kawan tersebut.


Kemudian PR yang dilemparkan kepada saya berkaitan dengan sejarah blog masing-masing. Agak cukup narsis memang, dan saya pikir informasi tentang asal muasal blog saya ini teramat tidak penting. Tapi ijab kabul saya didepan sudah berbunyi “nglunasi utang”, jadi mau tidak mau ya sedikit saya kasih bocoran soal blog abal-abal ini.

- Mengapa blog ini bernama GUNEMANKU
Karena ini yang bikin adalah saya, kalo yang bikin sampeyan maka tentusaja namanya adalah GUNEMANMU, bukankah cukup masuk akal jawaban saya ini?? Hahaha...

- Kenapa pakai template yang sekarang?
Wah kalo soal sejarah template yang saya pake ini gak ada yang istimewa. Dulu ceritanya blog ini pernah pake template dengan header wayang punokawan itu, dan akhirnya pengen ganti..eee malah jadi eror gak karuan..trus ada si Dony yang itu ngasih tau ada template bagus, ya akhirnya saya pake sampe sekarang.

- Kejadian yang tidak pernah terlupakan dalam hidup saya?
Hmm..apa ya...kebetulan saya bukan orang yang melankolis, yang selalu mengenang dengan detail kejadian demi kejadian dalam hidup saya. Besok deh kalo ada hal menarik yang saya inget tak kasih tau.

- Kapan blog ini lahir?
Setelah saya lacak lagi, blog ini posting perdana pada bulan September 2006. Dan lihatlah bahasa posting saya masih yang sok kritis dan culun gitu, siyaalll...

- Yang pertama dilakukan saat blog jadi?
Jujur saya gak inget, nyalain rokok kali...

- Apa yang saya lakukan agar blog saya terus baru?
Bertapa di goa nyari wangsit...


Sah ya sodara-sodara. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya atas apresiasi sampeyan semua terhadap blog abal-abal ini. Semoga jalinan silaturahmi anatara kita dapat semakin harmonis dengan adanya award-award-an seperti ini. Salam hangat selalu.


05 January 2009 54 comments

Dan Kyai Slamet pun menangis...


“Perjumpaan seperti ini yang akan menambah erat silaturahmi antar blogger”, begitu kalimat bijak yang saya ingat keluar dari mulut seorang guru Bahasa Indonesia yang juga seorang blogger, Pak Sawali. Maka begitulah adanya, sekali lagi acara konsolidasi blogger Jawa Timur dan Jawa Tengah dilangsungkan. Blogger Timur dan Blogger Tengah (selanjutnya disebut dengan blogger Timur Tengah) berkumpul di Padhepokan Kecehbenwit dengan begawannya bernama Resi Genthokelir.


Bukan bermaksud untuk melakukan makar, bukan pula ingin menumbangkan keangkeran para penguasa jagat blogosphere terdahulu, hanya murni acara silaturahmi dan temu kangen saja, maka berhentilah menebak-nebak dan berprasangka buruk, simak saja kelanjutan cerita saya ini. Pemilihan tempat di Padhepokan Kecehbenwit di puncak Gunung Kelir yang hijau permai sana bukan tanpa alasan, sebagai blogger kebutuhan utama tentu saja koneksi internet, sukur-sukur dengan benwit yang berlimpah dan makanan yang mengalir terus menerus, entah dengan alasan apa Tuhan ternyata berbaikhati menunjukkan tempat seperti itu berada di puncak Gunung Kelir sana.


Mantan Kyai telah membagikan tausiah sesatnya kepada para utusan lain yang malem itu bermalam di Padhepokan Kecehbenwit, Pak Sawali memberikan pelajaran tatacara menulis yang baik dan gak usah terlalu benar, Cah Soleh yang sekarang gak begitu soleh lagi karena sering kecakot juga tidak mau kalah membagikan keahlian ilmu oprek-mengoprek website, sedangkan Resi Genthokelir hanya tersenyum manggut-manggut melihat tingkah polah para tamunya malam itu. Dimana saya? Ketika semua kejadian tadi sedang berlangsung, saya sedang membetulkan selimut dirumah, saya memang tidak ikut bermalam di padhepokan itu. Satu lagi pertanyaan yang mengganjal, dimana si Kyai Slamet saat itu?

Acara makrab blogger Timur Tengah ini dipuncaki dengan mengunjungi Goa Seplawan, yang terletak nun jauh di atas bukit sana. Kembali keakraban insan-insan blogger yang sebagian baru pertamakali bertemu ini sangat terasa. Segala atribut blogger dilepaskan, kembali mereka menjadi manusia-manusia seutuhnya menikmati keindahan panorama dan segarnya udara pegunungan. Lagi terbersit pertanyaan, sedang apa Kyai Slamet saat ini?


Usut punya usut akhirnya terpecahkan juga tentang misteri keberadaan Kyai Slamet tatkala blogger-blogger Timur Tengah tadi sedang berbagi keakraban. Beliau yang menggagas acara ini sedang duduk termenung dikursi rumahnya sambil sesekali membetulkan sarung yang melorot. Dari sela-sela jemari tangan kirinya terselip rokok tinggal separuh yang sisanya sudah dia simpan ke dalam paru-paru tuanya, tangan kanannya memegang sepidol merah besar, rupanya beliau baru saja melingkari tanggal pada kalender menghitung sisa-sisa 40 hari penderitaan batinnya.

Semoga acara-acara keakraban seperti ini bakal terus ada, hal ini untuk menghindarkan pengekslusifan antar komunitas-komunitas blogger yang ada di Indonesia. Akan sangat indah dipandang dan sejuk dirasa apabila bukan sifat kompetitif yang negatif yang muncul antara komunitas blogger yang satu dengan yang lain, melainkan semangat persaudaraan dan keakraban yang harmonis.



# Guneman diatas sebagian besar adalah benar adanya, namun ada beberapa yang sengaja ditambahkan untuk pemanis cerita.

01 January 2009 64 comments

PESTA BLOGGER 2009 DI SOLO, sebuah mimpi…


Kehidupan blogosphere di Indonesia sudah sedemikian ramai. Hiruk pikuk aktivitas blogging dari hari ke hari semakin meningkat. Blog sudah seperti ajang aktualisasi diri, bahkan sampeyan boleh mace orang disamping sampeyan kalo sampai saat ini blom punya blog. Tahun 2009 blom punya blog??? Apa kata duniaa.........

Sebuah mimpi, angan-angan, akan membuat hidup lebih indah. Maka tidak ada salahnya kalo sekali-kali kita membiarkan pikiran kita bebas lepas berandai-andai. Tidak ada salahnya juga kalo kami para blogger Solo bermimpi kedapuk sebagai tuan rumah dalam perhelatan akbar dunia perblogan, apalagi kalo bukan PESTA BLOGGER 2009. Wacana ini sempat terlontar saat sang nabi blogger dan siluman gajah bertandang ke kota Solo beberapa waktu yang lalu. Melalui mulut monyongnya sang nabi blogger dan siluman gajah mewakili komunitas blogger kota sebelah menyatakan mendukung dengan ide gila ini.

Coba sampeyan semua bayangken andaikata PB 2009 diselenggarakan di Solo. Solo punya banyak fasilitas penunjang yang dapat dimanfaatkan oleh para blogger. Koneksi internet gratis di sepanjang jln Slamet Riyadi Solo komplit dengan kursi2 antiknya, pesona wisata belanja batik murah di Pasar Klewer, dan juga siapa yang nggak tergiur dengan beragam makanan eksotis yang ada di kota budaya ini. Selain itu, Solo berada di tengah-tengah pulau Jawa. Hal ini juga bisa memberikan nilai plus, artinya blogger yang berasal dari jawa bagian timur tidak merasa kejauhan, yang dari jawa bagian barat juga itung2 piknik, yang dari luar jawa juga asik2 aja, bukan begitu sodara-sodara? Hehehe...

Kedatangan kandidat manusia kursi PB 2009 ke kota Solo kemarin tidak disia-siakan. Lagi-lagi dua cecunguk nganggur ini dan ini ditugasi menyambut kedatangan beliau, tidak lupa disertai tetua blogger bengawan dan juga kali ini Bocah Tua Nakal bersedia turun gunung ikut menyambut. Sang kandidat kuat manusia kursi PB 2009 itu manggut-manggut dan menanggapi dengan excited ketika ide gila ini kami lontarkan.

Ulasan selengkapnya mengenai kedatangan blogger kharismatik itu ke kota Solo monggo di lirik postingan tetangga sebelah.

Jadi, apakah sampeyan para blogger semua mendukung mimpi kami ini? Tentusaja kami sadar betul bahwa ini baru sekedar mimpi, jadi bila nanti kami terbangun dan ternyata mimpi ini tidak menjadi kenyataan ya kami dengan legowo menerimanya, hehehe...


Salam hangat selalu.
 
;