11 September 2007

JAMAN EDAN



Gila, gokil, sableng, entah kata apa lagi yang pas buat menggambarkan trend yang sedang booming di masyarakat saat ini. Sebuah tanaman hias(hias????) bisa mencapai harga 500 juta rupiah. Sebuah tanaman yang cuma daun, yoi men...cuma daun...warnanya hijau pula...bisa mencapai harga yang fantastis kaya gitu...fenomena apa ini???? Saya pernah mengamati tanaman itu(jemani, gelombang cinta or whatever...), semakin lama saya mengamati bukannya semakin menemukan letak keindahan tanaman ajaib itu melainkan semakin gak ngerti apanya sih yang pantes dihargai sampai setinggi langit kaya gitu??

Dibilang tanaman hias tapi gak ada indah2nya sama sekali (menurut saya lho..lha cuma daun ijo doang), mo ditaruh meja juga gak pantes, paling banter ditaruh pot di halaman. Dimakan kambing juga gak bakalan kenyang tu kambing. Trus apanya yang bisa bikin tanaman itu berharga berjuta2???

Dan herannya lagi, euforia tanaman hias melanda sebagian besar masyarakat saat ini. Setiap rumah pasti memiliki satu jenis tanaman hias yang bisa diceritain ma tetangga. Saya berani taruhan, gak semua pemilik tanaman hias yang harganya bisa buat nyekolahin berpuluh2 anak gak mampu itu mengerti benar dan bisa menikmati keindahan tanaman miliknya. Kalopun dengan lancar dia bisa melayangkan pujian terhadap tanaman hias miliknya, itu pasti cuma info2 yang dia dengar atau baca dari media atau penjualnya. Semakin banyak orang ikut2an berkecimpung dalam bidang tanaman hias ini hanya sekedar ngiler akan rupiah yang bakal diraupnya. Fungsi keindahan dari sebuah tanaman hias lambat laun akan tergeser dengan fungsi ekonomi dan fungsi sosialnya.

Kalo dulu mobil bisa meningkatkan prestis seseorang, sekarang dengan tanaman hias juga bisa meningkatkan status sosial seseorang. Semakin freak dan mahal tanaman hias yang dimiliki, maka semakin banyak pujian dari orang lain yang akan dilayangkan kepadanya, status sosial otomatis akan terdongkrak.

Yang jadi pertanyaan di benak saya, siapa ya yang memegang permainan harga dibalik tanaman-tanaman hias itu? Kenapa harganya bisa menjadi gila-gilaan ky gitu?? Kalo misalnya rumput di sawah depan rumah saya tiba2 ada yang iseng mbeli dengan harga 20 juta per 5 daunnya, apa iya terus rumput itu bakal booming jadi idola??? Pantas dicoba...adakah yang cukup gila untuk mencobanya??hahaha....
Foto illustrasi yang diatas boleh ngambil dari sini

11 comments:

Nicolaus Deni Kusnendar said...

wah, lagi pada demam JEMANI..semua orang termotivasi buat memeliharanya. aku gak tau, manfaat estetisnya dimana, padahal daunnya cuma ijo, misalkan ada species JEMANI yang daunnya kayak batik lama - lama pasar klewer tutup. ha.ha.ha. ya dinikmatin aja, asal bisa menambah kesejukan mata, cuaca dan hati kita kalo melihatnya. Support ajalah...

heRRu said...

Sama Mas. Jiwa seni saya selevel mentimun, pohon ya pohon. Berjuta-juta? wah, enggak deh.

Anonymous said...

jemani bikin lelaki lupa onani

Ayah Rachel said...

Di balik itu semua saya mengagumi kehebatan "humas" yang merancang euforia tanaman hias ini.

Seharusnya dia direkrut untuk tim sukses pilkada kali ya? hahaha...

balibul said...

ya ini sama kasus dengan ikan lo han ..hayo kira2 sapa yang bermain disitu. ini benar2 politik ali-baba ...

tapi saya cukup senang kalo ada orang yang sangat bersemangat bicara hal ini...sepertinya dinamisasi masyrakat terus terjaga

Anonymous said...

bothie a.k.a the dark
jemani artinya jejaka gemar onani..
ya kaya teman saya ini

Dony Alfan said...

Yang bikin mahal sekarang ini bukan daunnya, tapi tongkolnya, karena bisa digunakan untuk pembibitan. Kebanyakan orang yang nyari Antherium adalah kolekdol, bukan kolektor. Yang mempermainkan harga ya kolekdol dan spekulan2 itu. Padahal 3 tahun yang lalu, harga antherium jenis golambang cinta hanya 30-50ribu saja.
Tapi ada juga sisi baiknya, bisa untuk penghijauan, mengurangi polusi, mengurangi pemanasan global, ada banyak sisi positifnya khan?
Tuk mas Panjoel, kalo rumput di depan rumah sampeyan itu bisa ngomong, bernyanyi, berpuisi, dan berpantun, sehingga bisa masuk MURI, saya jamin harganya bisa mencapai milyaran rupiah! Percayalah...

isnuansa_maharani said...

saya baru tahu tanaman ini ketika orang2 pada ribut kalo ini [sambil menunjuk gelombang cinta bos saya] mahal. bisa jutaan rupiah.
dari pada duit jutaan dibeliin gelombang cinta, mending dibeliin bayem dan kangkung trus dibagiin ke rakyat yang kekurangan gizi :(

Vie said...

Aku klopun berduit gak kan mau diperbudak ama marketer tuk beli tanaman ini.

Rinds said...

Bener bgt! Jemani ga ada indah2nya... CUMA DAUN!

Fay said...

iya emang irasional. tapi mungkin saya aja dengan orang yang tergila2 dengan lukisan abstrak ra nggenah yang hargane 100 juta? faktor perasaan dan kesombongan jadi orang kaya?
ato emang ini trik bisnis semata..

 
;