Hujan sepanjang sore yang menyisakan kubangan-kubangan air dan dinginnya angin malam tidak menciutkan nyali saya. Tepat jam ½ 8 lebih 7 menit(ojo percoyo iki) saya merapatkan jaket dan memantabkan hati membonceng kawan menuju TKP (mbonceng we bangga cuk..!!). Wedangan itu berada di dekat monumen pers Solo, dan saya yakin kalau tempat wedangan ini bakal dikenang sepanjang masa oleh insan-insan bloger Solo. Ya, saya sedang dalam misi suci terlibat sejarah pembentukan komunitas bloger Solo. Sebuah orgasme yang tertunda setelah ditahan-tahan sekian lama.
Ah kampret ki...tipikal wong jowo kabeh ternyata, masih menganut falsafah alon-alon waton kelakon. Saya udah berpikir bakal telat, tapi ternyata blom ada orang. Setelah beberapa sruputan teh anget, satu-persatu makhluk-makhluk itu baru mulai menampakkan batang hidung mereka, untung nggak menampakkan batang yang laen..halah...
Ki Patih Blontank, Wong Tuwek Pekok, Sigma Aktivis, Pacarnya Sigma, Iqbal dan Kurnia adalah sebagian dari nama-nama yang selama ini hanya saya tau lewat blog mereka saja, dan mereka saat ini berada didepan mata saya. Makhluk yang satu ini misalnya...saya wes mbayangke bakal ketemu seorang tua yang arif bijaksana eh jebul kok malah ketemunya dukun cabul...hahaha... O iya ada perwakilan dari komunitas blogger kota sebelah, Gage Batubara, yang turut menjadi saksi sejarah berdirinya komunitas bloger BENGAWAN ini.
Wes ah ndak usah berpanjang lebar, saya cuma mau soft launching komunitas bloger Solo aja. Setelah beberapa waktu memakai nama BLOGOS kini kami sudah resmi memiliki nama BENGAWAN. Mohon doanya agar kami bisa berkiprah lebih banyak untuk kota kami dan juga untuk dunia blogosphere di Indonesia, amiiinnnn.....Kalo sampeyan-sampeyan bertanya knapa memilih nama itu, silahken nanya Ki Patih Blontank atau Wong Tuwek Pekok itu aja, soale pas mbahas itu saya lagi menikmati gedhang goreng yang mak nyuss...hahaha....Sekalian bagi semua bloger yang memiliki dan atau pernah memiliki kisah serta sangkut paut dengan Kota Solo, nggak ada salahnya sampeyan segera bergabung dengan komunitas bloger BENGAWAN ini.
Ps : gak usah mengarahkan kursor ke nama Bengawan di postingan ini, wong memang belom jadi kok domainnya, hehehe...
* siyall beribu siyalll....saya ndak bawa kamera, jadinya guneman ini ndak pake ilustrasi foto acara itu.
Menurut saya, yang layak disebut pahlawan sejati ialah orang yang melakukan pengorbanan untuk orang laen tanpa pamrih sedikitpun. Kalo dalam konteks Negara damai seperti Indonesia sekarang, mungkin yang pantes disebut-sebut sebagai pahlawan adalah kedua orangtua kita, selain itu menurut saya para tenaga pengajar dipelosok-pelosok itu juga sangat pantes dianugrahi gelar Pahlawan. Sama sekali gak masuk hitungan para caleg yang petentang petenteng blusukan tempat-tempat kumuh dan memberi bantuan berkardus-kardus tapi tetep membawa sepasukan wartawan buat sekedar memotretnya saat bersalaman, najiss ah....Kalo sampeyan mengajukan para demonstran yang hobinya tereak-tereak dipinggir jalan itu sebagai nominasi Pahlawan, ada baiknya kita duduk bersama dan ngrembug bareng hal tersebut. Menurut saya demonstrasi masa sekarang sudah kehilangan rohnya, okelah kekuatan demonstran yang besar bisa melengserkan rezim otoriter di tahun 1998, namun era sesudah itu? Demonstrasi-demonstrasi yang digelar setelah era 1998 sudah seperti menyuarakan kepentingan pihak-pihak tertentu saja, karena memang sudah tidak ada lagi musuh bersama yang bisa mempersatukan visi dan misi dari demonstrasi itu sendiri.
Kembali ke soal Pahlawan, selain kedua orang tua kita, tentang para tenaga pendidik di pelosok yang minim sarana prasarana namun tetap bersemangat dalam menunaikan tugas, saya sungguh salut dengan perjuangan mereka. Meski kadang honor yang diterima tidak sesuai dengan pengorbanan, namun hal itulah yang membuat mereka pantes disandangi gelar Pahlawan. Jauh dari hiruk pikuk ekspos media, dan jauh dari sarana dan prasarana yang melenakan mereka tetap teguh untuk mencerdaskan anak bangsa. Ya semacem kisahnya bu Mus di Laskar Pelangi itu-lah.
Saya terbersit guneman ini saat mbaca cerita tentang Butet Manurung yang dipanggil ke Istana oleh Presiden SBY. Mbaknya yang bersahaja itu ketika ditanya soal keinginan menjadi PNS malah menjawab ndak tau soal PNS, weleh?? Tenanan po ra yo iki??? Seperti sampeyan semua ketahui kalo Butet Manurung adalah pribadi yang bergiat membuka jendela masyarakat pedalaman di Jambi (Orang Rimba) agar melek huruf dengan metode pengajaran sekolah non formal. Di saat orang berbondong-bondong buat mengejar NIP (Nomor Induk Pegawai) sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) dengan gaji alakadarnya namun terjamin masa depannya, mbaknya yang satu ini malah blusukan masuk ke hutan tanpa buaian jaminan-jaminan kemapanan atau apalah dalam hidupnya. Kalopun sekarang aktifitasnya itu sering mendapat sorotan dari media dan juga menrik perhatian dari beberapa LSM, serta mendapat bantuan dana 200 juta dari presiden SBY, pasti bukan itu tujuan awalnya.
Jadi ya itu tadi, semangat untuk berbuat terhadap sesama tanpa pamrih itulah yang harus kita tumbuhkan lagi. Gak perlu lalu sampeyan ikut blusukan ke hutan terinspirasi dari mbak Butet itu (dipangan macan kapok kowe...). Itu hanya sebagai contoh kecil saja. Tentu saja sampeyan bisa menerapkannya dalam bentuk yang laen di kehidupan sampeyan sendiri. Jiwa kepahlawanan dapat kita munculkan dimana saja dan kapan saja asalkan kita mau dan ikhlas menjalaninya.
Sebagai penutup guneman saya kali ini akan mengutip sedikit dari apa yang terlontar dari mulut Pak SBY, ”Pahlawan ada di mana-mana, tidak hanya mereka yang direkam oleh media.”
* gambar ilustrasi nyulik tanpa permisi di KOMPAS.COM

Musim kemarau sudah berlalu, musim mutilasi udah lewat, musim lagu-lagu emo udah basi, musim George W Bush juga udah gak jaman lagi, tapi siapa nyana ternyata musim bagi-bagi award di dunia blog masih juga tetep ada.
Kali ini blog GUNEMANKU ketiban pulung award dari kawan baru, ya… sungguh mengharukan, kawan baru udah rela berbagi award, bahkan kita kayaknya belom sempat bertukar link... makasih sobat. Award kali ini datang dari SARIRAPET (sumpah ini bukan blog jualan jamu). Seperti biasa saya nggak akan meneruskan awad ini secara khusus, kalo sampeyan semua mau ya ambil aja, gak usah nyantumin link blog ini juga gak masalah.
Dulu banget saya pernah nggunem tentang bokep barat dan satu lagi tentang hot mom di Indonesia. Sumprit iprit iprit waktu itu saya ndak ada maksud apa-apa pas mbikin dua guneman tadi. Saya ndak paham SEO, ndak mudeng dan nggak peduli soal traffic ke blog saya, apalagi ngurusi Pagerank, waktu itu yang saya tau soal blog cuma login dan cara posting, hayahh…Seiring berjalannya waktu saya jadi mudeng masang feedjit, buat ngelacak siapa aja dan ngapain aja para pengunjung blog saya, itu juga cuma ikut2an temen. Nah yang bikin saya njengking-njengking keheranan, kok sampe sekarang masih aja ada yang nyasar ke kedua guneman saya tadi, yang soal BOKEP ma HOT MOM melalui google search. Saya jadi mbayangke apa ya yang para manusia-manusia sesat (tersesat maksudnya) itu ketik di kolom search google. Pasti kalo nggak “bokep barat” ya “Hot”, atau kata2 sejenis lah, lha kok ya lugu banget to...kemplu tenan...
Saya akui sedikit banyak orang-orang yang nyasar itu memang ikut ndongkrak jumlah pengunjung saya, tapi gak enaknya, saya suka sedih kalo tau ada orang yang mampir ke blog saya bukan memang berniat mampir, tapi karena kecabulannya yang bodoh itu yang mbikin mereka nyasar ke blog saya. Lha mbok kalo niat nyari yang cabul-cabul di internet itu searchnya jangan yang lugu macam itu, tapi misalnya pake kata “Sora Aoi download” atau “Maria Ozawa uncensored download” gitu, *we lha kok saya malah ngajari ya…*
Jadi saya tekankan sekali lagi kalo blog saya ini bukan blog yang begituan, jadi ya maap-maap aje ye kalo sampeyan buka guneman ini ( yang nyasar dari keyword bego di search engine) harus misuh2 kecewa karena nggak menemukan apa yang sampeyan cari, hehehe…Ato kalo sampeyan punya mbok saya dikasih, halah…
* gak usah ngomentari foto ilustrasinya, cuma iseng numpang nampang aja kok...*


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact