Showing posts with label Keakraban. Show all posts
Showing posts with label Keakraban. Show all posts
24 February 2009 51 comments

Akhirnya Launching Juga


Setelah tertunda-tunda beberapa waktu, akhirnya Komunitas Blogger Bengawan launching juga. Tepat pada hari Sabtu, 21 Februari 2009 bertempat di Loji Gandrung Solo, Komunitas Blogger Bengawan mengukuhkan keberadaannya di jagat Blogosphere Indonesia.

Sungguh sangat istimewa acara malam itu, beliau Walikota Solo Bapak Jokowi sendiri berkenan untuk mengawal acara dari awal hingga pungkasan. Kemeriahan acara juga ditopang oleh antusiasme saudara-saudara dari komunitas blogger dari beberapa kota yang tumplek blek di Loji Gandrung Solo, terbilang blogger Warok dari Ponorogo, TPC dari Surabaya, Cah Andong dari Jogja, Malhikdua dari Purwokerto, Loenpia dari Semarang, Nggresik dari Gresik serta perwakilan dari Blogger Malang sekaligus blogger Mojokerto (MQ Hidayat).

Tidak ketinggalan juga Bapak Blogger Indonesia Enda Nasution serta blogger-blogger indipenden seperti Pakdhe Wicak “ndoro Kakung”, Pakdhe Antyo Rentjoko “Paman Tyo” , Om Iman Brotoseno, Mas Totok juragan benwit Gunung Kelir, dan Pakdhe Suryaden berbagi keceriaan dan kebahagiaan bersama komunitas Blogger Bengawan dalam acara Launching pada malam itu. Luar biasa adalah kata yang tepat untuk mereka yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri Launching Komunitas Bengawan. Rombongan dari DAGDIGDUG diwakili sendiri oleh Pakdhe Didi Nugrahadi dan Mas Hepi, yang keduanya juga punya sejarah di kota Solo ini.

Terimakasih yang tidak terkira buat person-person yang telah mendukung acara Launching blogger Bengawan ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Kekurangan di sana dan sini dalam pelaksanaan acara memang sangat disadari, untuk itu sekalian mohon dimaafkan apabila ada hal-hal yang tidak berkenan di hati para tamu sekalian.

Silahkan untuk menyimak reportase yang lebih lengkap beserta foto2nya disini, disini, disini, disini, disini, disini, disini, disini, disini, disini, disini, dan disini (kalo ada yang terlewat silahkan tinggalkan pesan nanti saya masukkan).


* Diunggah pada Selasa(24/02) dari ndalem Panjoelldiningratan
05 January 2009 52 comments

Dan Kyai Slamet pun menangis...


“Perjumpaan seperti ini yang akan menambah erat silaturahmi antar blogger”, begitu kalimat bijak yang saya ingat keluar dari mulut seorang guru Bahasa Indonesia yang juga seorang blogger, Pak Sawali. Maka begitulah adanya, sekali lagi acara konsolidasi blogger Jawa Timur dan Jawa Tengah dilangsungkan. Blogger Timur dan Blogger Tengah (selanjutnya disebut dengan blogger Timur Tengah) berkumpul di Padhepokan Kecehbenwit dengan begawannya bernama Resi Genthokelir.


Bukan bermaksud untuk melakukan makar, bukan pula ingin menumbangkan keangkeran para penguasa jagat blogosphere terdahulu, hanya murni acara silaturahmi dan temu kangen saja, maka berhentilah menebak-nebak dan berprasangka buruk, simak saja kelanjutan cerita saya ini. Pemilihan tempat di Padhepokan Kecehbenwit di puncak Gunung Kelir yang hijau permai sana bukan tanpa alasan, sebagai blogger kebutuhan utama tentu saja koneksi internet, sukur-sukur dengan benwit yang berlimpah dan makanan yang mengalir terus menerus, entah dengan alasan apa Tuhan ternyata berbaikhati menunjukkan tempat seperti itu berada di puncak Gunung Kelir sana.


Mantan Kyai telah membagikan tausiah sesatnya kepada para utusan lain yang malem itu bermalam di Padhepokan Kecehbenwit, Pak Sawali memberikan pelajaran tatacara menulis yang baik dan gak usah terlalu benar, Cah Soleh yang sekarang gak begitu soleh lagi karena sering kecakot juga tidak mau kalah membagikan keahlian ilmu oprek-mengoprek website, sedangkan Resi Genthokelir hanya tersenyum manggut-manggut melihat tingkah polah para tamunya malam itu. Dimana saya? Ketika semua kejadian tadi sedang berlangsung, saya sedang membetulkan selimut dirumah, saya memang tidak ikut bermalam di padhepokan itu. Satu lagi pertanyaan yang mengganjal, dimana si Kyai Slamet saat itu?

Acara makrab blogger Timur Tengah ini dipuncaki dengan mengunjungi Goa Seplawan, yang terletak nun jauh di atas bukit sana. Kembali keakraban insan-insan blogger yang sebagian baru pertamakali bertemu ini sangat terasa. Segala atribut blogger dilepaskan, kembali mereka menjadi manusia-manusia seutuhnya menikmati keindahan panorama dan segarnya udara pegunungan. Lagi terbersit pertanyaan, sedang apa Kyai Slamet saat ini?


Usut punya usut akhirnya terpecahkan juga tentang misteri keberadaan Kyai Slamet tatkala blogger-blogger Timur Tengah tadi sedang berbagi keakraban. Beliau yang menggagas acara ini sedang duduk termenung dikursi rumahnya sambil sesekali membetulkan sarung yang melorot. Dari sela-sela jemari tangan kirinya terselip rokok tinggal separuh yang sisanya sudah dia simpan ke dalam paru-paru tuanya, tangan kanannya memegang sepidol merah besar, rupanya beliau baru saja melingkari tanggal pada kalender menghitung sisa-sisa 40 hari penderitaan batinnya.

Semoga acara-acara keakraban seperti ini bakal terus ada, hal ini untuk menghindarkan pengekslusifan antar komunitas-komunitas blogger yang ada di Indonesia. Akan sangat indah dipandang dan sejuk dirasa apabila bukan sifat kompetitif yang negatif yang muncul antara komunitas blogger yang satu dengan yang lain, melainkan semangat persaudaraan dan keakraban yang harmonis.



# Guneman diatas sebagian besar adalah benar adanya, namun ada beberapa yang sengaja ditambahkan untuk pemanis cerita.

 
;