Nah berhubung itu udah ada delapan, maka untuk menggenapinya saya tambahin dua lagi disini ;
Fakta no 9 :
Udah ada kemajuan yang signifikan dalam hubungan saya dengan perempuan saya ini. Boleh dibilang one step closer to next step-lah, jadi sekalian saya minta doa sampeyan semua, semoga kami diberi kelancaran dan kemudahan dalam merajut masa depan, hayaahh..opo to..
Fakta no 10 :
Sepatu converse classic yang dulu saya bangga2in sekarang udah gak ada, hiks…Sepatu itu dibuang bapak saya ke tempat sampah pas saya gak ada di rumah, disangkanya itu udah gak saya pake karena udah keliatan buluk banget.
Sah ya sodara-sodara, itu udah komplit 10 fakta tentang saya. Dan seperti kata penutup dipostingan saya tentang hal ini sebelumya, with all my respect saya gak akan meneruskan PR ini kepada siapapun. Makasih udah mengakui keberadaan blog ini, salam hangat selalu buat sampeyan semua.

Blog abal-abal ini menuai award lagi. Kali ini yang berbaik hati berbagi award adalah kawan yang lagi bermukim di negeri seberang Bayu Aditya dengan blognya yang penuh tips keren tentang blogging dan juga dari Mbak Vina yang diblognya sering ada tips-tips menarik tentang fotografi, thanks ya Bay, mbak..
Nggak tau kenapa Indonesia semakin sering menjadi langganan tragedi kemanusiaan. Belum kering tanah kuburan para korban miras di Jawa barat (kalo yang ini sih sebodo amat), kini tanah Indonesia kembali harus digali untuk menguburkan korban pembagian zakat mal di Jawa Timur. Berawal dari niat mulia dari seorang yang merasa berkewajiban untuk berbagi kepada sesama, namun eksekusinya tidak direncanakan dengan matang sehingga harus menyisakan kepedihan dan air mata.Tidak berlebihan kiranya jika peristiwa yang menelan korban jiwa sebanyak 21 orang di Jawa Timur tersebut dimasukkan dalam tragedi kemanusiaan. Desakan ekonomi yang menghimpit, serta beban hidup yang semakin berat di Indonesia membuat ribuan orang rela untuk berdesakan demi memperoleh uang 30ribu rupiah saja. Polisi sudah menetapkan nama tersangka peristiwa di Pasuruan tersebut. Namun apakah bijak jika mencari kambing hitam dari peristiwa itu? Sementara tujuan awal dari acara tersebut sungguh sangat mulia.
Ada dua poin penting yang dapat kita semua lihat dari peristiwa mengenaskan tersebut. Pertama tentu saja faktor kemiskinan yang masih menjerat sebagian besar penduduk Indonesia. Hal ini menunjukkan belum berhasilnya pembangunan di Indonesia. Andaikata pembangunan di Indonesia telah dapat dilakukan dengan merata dan seimbang, niscaya keadaan penduduk tidak akan sebegitu nelangsanya. Namun bukannya saya menuduh pemerintah sama sekali tidak berbuat apa-apa untuk meningkatkan taraf hidup penduduk Indonesia, mungkin memang belum samapi ke situ saja sasaran pembangunan di Indonesia sekarang.
Sedangkan poin yang kedua adalah bisa kita lihat betapa kepercayaan terhadap lembaga-lembaga pemerintah masih sangat tipis. Bisa saja sebenarnya penyaluran zakat tersebut melalui lembaga yang telah ditentukan, namun mungkin para muzzaki(pemberi zakat) masih trauma dengan keadaan birokrasi Indonesia yang dipenuhi dengan tikus-tikus pengerat, jadinya ya mending ditangani sendiri saja daripada malah tidak tepat sasaran, kali aja begitu yang terbersit di benak Muzakki tersebut. Pemerintah sekarang lagi gencar-gencarnya membenahi birokrasi Indonesia, semoga saja 10 atau 20 tahun ke depan Sudah bisa dilihat hasilnya dan masyarakat bisa semakin makmur. Itu juga kalo nggak keduluan malaikat meniup sangkakala tanda akhir dunia.
Saya pribadi mengucapkan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas peristiwa di Pasuruan tersebut, semoga semua bisa mengambil hikmah dari tragedi kemanusiaan itu.
* Maap guneman kali ini agak serius, topik yang dibahas agak kurang pantes kalo disajikan pake kebanyakan guyonan.
Gado-gado adalah makanan lezat yang di dalamnya ada berbagai bahan makanan dan sayuran, yang mana ke semua bahan tersebut di campur jadi satu kemudian ditambah bumbu yang pada akhirnya akan menciptakan sebuah perpaduan rasa yang cukup menarik untuk dinikmati. Saya bukan mau nggunem tentang gado-gado, tapi yang pengen saya sajikan disini buat sampeyan semua adalah sebuah blog yang mirip gado-gado. Saya nemuin blog ini udah cukup lama, namun kenal dengan pemiliknya memang baru-baru saja. Nah, di Blog M2M ini sampeyan bisa nemuin bermacam-macam sajian, jadi ya tidak berlebihan kalo saya ibaratkan dengan gado-gado.
Saya sendiri sampe sekarang juga gak paham apa singkatan dari M2M, apakah ada hubungannya dengan duo penyanyi cewek londo itu ato gak, hmm..sebaiknya sampeyan tanyakan langsung ke pemilik blog yang mengaku bernama Atmo ini. Di blog yang dominan warna biru dan putih ini, sampeyan bisa menemukan label-label artikel yang menarik seperti ; artis, cerita, dongeng (bedane ro cerita opo kang??), tips, business, uneg2, humor, sport, dan masih banyak lagi. Sayangnya saya juga masih tidak menemukan link donlotan Miyabi full atau Nana Chunk di sini, hahahaha...
Yo wes lah daripada saya panjang lebar, mending sampeyan ikuti link yang ada di guneman ini dan silahkan menikmati gado-gado ala Kang Panji Atmo (masih sodaraan sama Panji Millenium dan Panji Tengkorak kayaknya).
Meski tengah ngangsu kawruh di kotanya Pak Jokowi(Solo), namun jiwa saya masih wong Jogja tulen. Untuk itulah saya membikin postingan tentang Jogja ini. Tidak bisa dipungkiri dan dihindari kalo jaman semakin maju, teknologi berkembang pesat, dan arus informasi mengalir deras bak air kencing yang disiram di kloset. Dunia internet semakin mengukuhkan keberadaannya ditengah masyarakat sebagi penyedia utama informasi, ditambah lagi dengan boomingnya laptop, yang memiliki fasilitas koneksi internet nirkabel(wifi), maka keberadaan koneksi internet sekarang ini sudah seperti kacang goreng ditengah-tengah pertunjukan wayang kulit.
Jogja, sebagaimana kita ketahui dan kita rasakan bersama, merupakan surga para mahasiswa. Mahasiswa sebagai agen of change ditengah-tengah masyarakat sudah barang tentu membutuhkan arus informasi yang dapat berjalan seiring dengan dinamika kehidupan mereka. Apalagi kalo bukan internet yang diandalkan. Hampir setiap jengkal sudut kota Jogja sudah dapat ditemui warung internet. Belum lagi sekarang adanya laptop dan hotspot area. Banyak tempat berlomba-lomba memberikan fasilitas ini, mulai dari pusat perbelanjaan, coffe shop, sampai angkringan.
Angkringan, secara tidak langsung sudah mengukuhkan keberadaannya sebagai salah satu ikon kota Jogja. Tidak terhitung banyaknya jumlah gerobak-gerobak angkringan yang ada di seputaran kota Jogja. Orang Jogja selama ini dikenal kreatif dan inovatif, dan mungkin karena itulah akhi-akhir ini muncul konsep angkringan internet. Ya, sebuah tempat makan yang berkonsep angkringan dengan menyediakan fasilitas hotspot buat internetan.
Bagi sampeyan semua yang pernah merasakan Joga pasti sepakat dengan saya kalau alah satu kekuatan yang dimiliki angkringan adalah romantika lungguh jegang, nyruput wedang, sambil ngobrol ngalor ngidul diterangi cahaya dari lampu teplok. Semua yang masih serba tradisional dan konvensional itulah yang merekatkan hubungan antar pengunjung angkringan. Sangat lumrah antar dua orang yang baru sekali bertemu di angkringan terus bisa ngobrol ngalor-ngidul layaknya dua sahabat lama. Lalu bagaimana hal ini akan dapat terjaga kalo sentuhan teknologi sudah mulai turut campur kedalam itu semua. Bayangkan kalo nanti orang pergi ke Angkringan karena hanya mencari koneksi internet saja, sementara orang yang sudah menghadapi laptop dan berselancar di dunia maya pastilah menjadi kurang peduli dengan keadaan sekitar.
Menurut saya kok alangkah lebih nikmat, lebih indah, dan lebih romantis, andaikata konsep sebuah angkringan dipertahankan selayaknya angkringan pada awalnya. Tidak perlu memberi sentuhan teknologi apa-apa, toh yang dicari saat orang pergi ke angkringan juga bukan teknologi itu kan?Saya dulu ketika masih kuliah di Jogja sering banget nongkrong di angkringan bareng kawan-kawan saya. Sekarang setelah saya pindah kuliah di kota sebelah, saya masih saja merindukan saat-saat mas Slamet (angkringan belakang gelanggang UGM) menyapa dengan senyum ramahnya diterangi kerlap kerlip cahaya lampu minyak yang diterpa angin.
Jadi mari kita selamatkan angkringan kita, kalo bukan kita siapa lagi, halahhh....
PS : Angkringan kalo di Solo disebut Hik
* saya nyomot gambar di sini dan di sini yang tentusaja tanpa seijin pemiliknya, hehehe...

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact