Walah, pemberitaan di media akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan saja. Maksud saya bukan medianya yang mengkhawatirkan, tapi apa yang diberitakan. Kalo pada bulan-bulan kemaren mengangkat tentang kebangkitan nasional, dan menyoroti tentang nasionalisme, tentang bagaimana kita harus berbangga menjadi manusia Indonesia yang bla bla bla...dan semua omong kosong menyangkut hal tersebut. Saya juga sempat meyakinkan diri saya sendiri untuk berbangga menjadi umat manusia yang kebetulan dilahirkan di Indonesia. Tapi ya cuma sejauh itu saja, ganti bulan ganti tema, dan akhirnya saya harus kembali mengelus dada saya yang sama sekali nggak bidang kayak milik pria-pria L-Men di tipi itu.
Bagaimana tidak, saban hari media memberitakan hal-hal yang kembali mengikis kebanggaan saya jadi orang Indonesia. Persetan dengan Artalyta dan Urip yang lagi kongkalikong berupaya mengibuli hukum di Indonesia, yang mau saya bahas di sini adalah betapa tidak punya rasa legowonya orang-orang di Indonesia saat ini. Kalo hal tersebut(tidak mau kalah) diterapkan dalam hal-hal yang baik sih gak ada masalah, soal prestasi misalnya, lha tapi yang akhir-akhir ini muncul ke media adalah bagaimana tentang orang-orang yang sama sekali tidak bisa menerima kekalahan yang kemudian diwujudkan dalam hal-hal yang anarkis, konyol, memalukan, dan sangat tidak masuk akal. Kalo begitu ya gak beda sama iklan kecap dong, sama-sama gak mau kalah dan mengklaim jadi nomer satu.
Para blogger sekalian pasti mengikuti berita di media tentang pilkada di Maluku Utara yang sampe sekarang masih saja menyisakan kerusuhan-kerusuhan antar dua kubu pasangan calon gubernur. Setelah melalui proses panjang khas birokrasi di Indonesia, akhirnya terpilih juga pasangan Gubernur dan wakil gubernur di Maluku Utara. Ternyata permasalahan tidak selesai sampe di situ, kubu pasangan gubernur dan wakil gubernur yang kalah merasa tidak terima, merasa di zholimi, merasa diperlakukan tidak adil, dan berbagai alasan lain yang sepertinya mereka gunakan untuk melegalisasi berbagai tindakan anarkis mereka. Aksi demo dari kubu yang kalah hampir tiap hari muncul di televisi dan koran. Berita terakhir yang parah banget menurut saya adalah bentrokan yang terjadi antar dua kubu pendukung masing-masing pasangan. Akhirnya salah satu rumah dari calon Gubernur yang kalah dibakar. Dan aksi itu kemudian berbalas dengan terbakarnya salah satu rumah kerabat dari kubucalon gubernur yang berlawanan.
Capek deh....sebelum akhirnya saya nulis posting ini saya nonton berita malam di salah satu televisi swasta, di sana saya menemukan lagi aksi anarkis yang konyol yang didasari rasa tidak bisa legowo menerima kekalahan. Pendukung PERSIB melempari pemain dan petugas di lapangan karena tim yang mereka banggakan di kalahkan oleh PERSIJA. Aksinya juga gak cukup sampe di situ. Mobil-mobil ber plat Jakarta yang berada di sekitar stadion dirusak dan di bakar. Hasyuuuuu....parah banget mental-mental yang seperti itu. Kalo begini terus keadaanya, saya kok jadi mengkhawatirkan pemilu 2009 nanti ya...coba sampeyan bayangken dari berpuluh-puluh partai kalo smuanya bermental tai kucing yang gak mau kalah itu trus piye? Padahal nanti bakal hanya ada satu partai yang keluar jadi pemenang. Kalo semua partai yang kalah akhirnya bertindak konyol dengan mengobrak-abrik negeri ini wah ya repot itu...tapi semoga saja tidak terjadi hal yang demikian, amiiinnnn.....
Seharusnya sebelum terlibat/melibatkan diri dalam sebuah kompetisi, pertandingan, atau apalah...kita harus paham sepenuhnya bahwa akan ada pihak yang menang dan kalah, itu sudah harga mati. Kalo akhirnya kita berada di pihak yang menang ya harus disyukuri, namun sebaliknya, kalo ternyata kita berada di pihak yang harus menelan pil pahit bernama kekalahan ya mau bagaimana lagi, kenyataannya begitu. Kita gak perlu ngamuk-ngamuk gak jelas dengan kekalahan yang di derita pihak kita. Justru kita harus segera bangkit untuk kembali mengikuti kompetisi selanjutnya dan berusaha untuk memenangkannya. Ngomong thok penak su.... mungkin itu yang ada di benak para blogger semua setelah baca postingan ini. Hahahaha...it’s ok, kalo sampeyan semua gak setuju dengan guneman saya ini, gak perlu misuhi saya (meski saya akan sangat gak bermasalah dengan pisuhan-pisuhan sampeyan), silahkan bikin opini tandingan yang menurut sampeyan semua benar. Bukankah setiap warga negara dijamin kebebasannya dalam mengeluarkan pendapat?
ilustrasi gambar nyomot dari : http://www.pontianakpost.com dan http://bola.okezone.com







- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact