01 November 2007 18 comments

Presidenku Seorang Seniman

Pak SBY bikin album, bukan album foto apalagi album perangko, ini album lagu. Yap betul sodara, Pak Presiden kita ternyata juga seniman pencipta lagu (side job ya Pak?). Plok..plok..plok...salut saya sama sampeyan Pak SBY, sebagai presiden pastilah jadwal acara sampeyan itu padet banget, tapi heran dan gumunnya, kok ya sempet bikin lagu juga. Acara peluncuran 10 lagu karya Pak SBY ini dilakukan hari Minggu(28/10) kemaren, yang dihadiri oleh para pembantu-pembantunya(menteri), dan juga artis-artis papan atas Indonesia, acara itu dikemas dengan mewah layaknya sebuah konser musik besar (Kompas 30/10), ya iyalah...Presiden gitu lho...

Tapi gejala kesenimanan Pak Presiden kita itu sebenarnya sudah mulai terlihat sejak kampanye pilpres 5 taon yang lalu. Ditengah calon yang laen dengan seriusnya meneriakkan jargon-jargon kampanye disertai kepalan tangan yang terangkat, eh Pak SBY malah mengiklankan dirinya melalui nyanyian. Jargon kampanyenya yang “Bersama Kita Bisa” itu dengan indahnya mengalun melalui nada. Selain itu, dalam pemberitaan surat kabar, seringkali diberitakan SBY menyanyi dalam sebuah acara, dan yang gokilnya lagi, presiden sering gitaran bareng rombongan di dalam pesawat saat melakukan perjalanan diplomatik. Top dah pokoknya Pak...

Politik dan seni. Dua bidang yang kalo sekilas dilihat sebenarnya bertolak belakang. Politik yang identik dengan para pelakunya yang kebanyakan botak, berpakaian formal, permainan-permainan licik dan “bunuh-bunuhan”, sedangkan seni yang dekat sekali dengan unsur keindahan dan estetika, selain pelakunya yang jarang banget bersentuhan dengan segala hal yang formal. Terus apa jadinya semisal dua unsur tadi digabungkan, apakah lalu akan tercipta sebuah seni politik? yang didalamnya ada acara “bunuh-bunuhan” tadi tapi dengan cara yang indah, “membunuh dengan indah”, keren juga kayaknya...hahaha...

Kembali ke Pak SBY yang udah ngeluarin album tadi, saya sebenernya seneng banget kalo ternyata RI 1 kita itu memiliki jiwa seni yang tinggi. Itu artinya pak SBY masih mempunyai nilai-nilai keindahan dalam jiwanya, bukan melulu berkutat dengan kekuasaan.

Setidaknya para seniman lebih bernurani dibandingan dengan pure politician (menurut saya lho). Yang dilakukan para seniman itu, apapun bidangnya, murni untuk menghibur orang banyak. Andaikata menghasilkan banyak duit untuk dirinya dari berkesenian itu ya mereka anggap sebagai side effect aja.

Bandingkan dengan para politikus itu, saya nggak bermaksud mendiskreditkan lho, tapi image yang mereka bentuk dimasyarakat memang sudah begitu, bermulut manis,mengobral janji, selalu berorientasi pada kekuasaan, dan lebih sering hanya mementingkan kelompok dan dirinya sendiri saja.

Jadi mari kita jangan hanya mengecam kegagalan-kegagalan dari pemerintahan Pak SBY ini, tapi ada baiknya sekali-kali kita nilai Pak SBY dari sudut pandang yang sama sekali jauh dari unsur politik. Agak sulit memang, karena memang hal yang paling mudah adalah untuk mencari-cari dan mengecam kesalahan orang lain. Dasar manusia....

Gambar Pak SBY dapet dari sini

28 October 2007 17 comments

Gerebeg Maulud

Gerebeg maulud adalah sebuah akulturasi dari sebuah ritual agama dengan ritual budaya. Kenapa saya sebut demikian, karena pada dasarnya gerebeg maulud itu dilaksanakan untuk memperingati maulud Nabi Muhammad SAW. Namun pada pelaksanaan melibatkan berbagai macam pernak-pernik budaya, seperti melibatkan pembakaran kemenyan, melibatkan berbagai macam prosesi dan sesaji.

Ditengah-tengah jaman modern seperti ini, ternyata masih saja ada orang-orang yang percaya dengan berkah dalem(berkah dari raja). Ya, berkah yang didapat dari barang-barang yang udah mambu keraton, istilah jawanya. Keraton masih saja dianggap sebagai sebuah institusi yang bertuah, yang mampu menghadirkan segala keberuntungan dan juga tolak bala. Saya masih tidak habis pikir dengan ribuan orang yang rela berdesakan ditengah terik matahari demi merebutkan barang2 sepele yang sebenarnya bisa kita dapatkan semua di pasar-pasar terdekat. Tapi ya itulah keunikan orang jawa, masih mempertahan kan budaya ditengah serbuan arus modernisasi, dan saya bangga juga menjadi bagian dari masyarakat seperti ini, meski kadang saya masih mengedepankan rasionalitas saya untuk hal-hal yang tidak masuk akal semacam berebut berkah dalem semacam itu.

Foto-foto berikut ini adalah hasil hunting saya terakhir sebelum kamera saya rusak pada acara gerebeg maulud di Keraton Solo, sebagian udah ada yang saya upload. Udah lama banget memang acaranya, dan udah lama juga foto-foto ini manjing di laptop saya, jadi bosen sendiri liat foto-foto saya itu, jadi ya saya upload disini aja biar saya ada temen bosennya, hahaha…selamat menikmati dan selamat bosen….


Senyum jeng, kita dipoto sama masnya lho...



Rapatkan barisan kisanak..!!!


Cool...


Woi, yang itu udah saya incer dari tadi...!!!


Untung masih kebagian kerangkanya, lumayan....

11 comments

Ada Apa dengan Islam

Ya, ada apa dengan Islam. Apakah masih kurang jelas akan akidah dan syariat Islam? Kenapa banyak sekali orang-orang idiot yang mengaku beragama Islam tapi kemudian membuat dan memiliki sebuah konsep sendiri tentang akidah dan dalam menjalankan syariat Islam? Berulangkali muncul orang yang mengaku sebagai nabi(bahkan yang terakhir mengaku sebagai rasul) utusan Allah SWT, yang dalam kemunculannya selalu saja membawa konsep sendiri dalam menjalankan ibadah. Bukankah dalam Al quran sudah dijelaskan bahwa tidak ada dan tidak akan pernah ada lagi nabi dan rasul setelah Muhammad SAW?

Daripada pusing-pusing mbikin konsep ibadah yang baru, bikin kalimat syahadat yang baru, knapa gak menjalankan saja yang udah ada dan udah digariskan? Apakah kurang puas, ataukah kurang percaya? Trus kenapa milih Islam sebagai agamanya kalo begitu?

Entah karena saking idiotnya, ataukah saking pinternya, orang-orang yang mengaku beragama Islam tapi menyimpang dari ajaran Islam yang dibawa oleh Muhammad SAW itu. Kalo tujuannya untuk menyempurnakan Islam caranya bukan seperti itu, caranya menyempurnakan ajaran agama Islam yaitu dengan menjalankan semua tuntunan yang sudah ada dengan sebaik-baiknya, masih bingung? Di Al Quran ada semua itu, masih bingung juga? tanya dong...gitu aja kok repot....(Gus Dur said)

Saya cuma pengen kasih saran aja buat orang-orang yang pemikirannya ajaib macam itu, kalo sampeyan bisa ngarang nama yang unik2 buat diri sampeyan sendiri sebagai nama “kenabian” sampeyan, kalo sampeyan bisa bikin cara ibadah menurut sampeyan sendiri, bahkan sampeyan sampai bisa mencetuskan ide cara membaiat umat sampeyan, kenapa sampeyan gak sekalian mikirkan cari nama yang baru buat “agama” yang sampeyan ciptakan itu? Kenapa harus mendompleng nama Islam? Sudah jelas-jelas yang sampeyan lakukan itu menyimpang dari Islam, beda jauh malahan. Islam itu ya Islam saja, gak usah pake embel-embel apapun dibelakangnya, Islam perjuangan misalnya... konyol banget to...

24 October 2007 14 comments

Dipecundangi Alam

Siapa berani menyangkal kalo Amerika adalah negara adikuasa? Siapa juga yang berani membantah julukan-julukan fantastis yang disandangkan ke Amerika ; Negara Super Power lah, Polisi Dunia lah. Semua itu tentu saja ada alasannya. Apalagi kalo bukan karena kemajuan Amerika diberbagai bidang yang berada jauh di atas negara-negara lain di dunia, ditambah lagi karena Amerika seringkali résé dengan urusan dalam negeri negara lain, juga karena Amerika selalu saja pamer kekuatan militernya yang di klaim paling kuat se-dunia. Track record teranyar, Amerika berhasil dalam pamer kekuatan militernya pada dunia internasional dengan mengobok-obok Irak dan mengirim Saddam Hussein ke tiang gantungan. Kabar terakhir menyebutkan, udah disiapkan skenario invasi Amerika ke Iran, naga-naganya giliran Iran nih yang mau dipake Mr Bush buat menjajal kekuatan militernya, good luck mister, you really-really need that...!!!!

Rupanya Tuhan agak jengah juga sama sikap arogan Amerika. California, sebagai pusat industri film terbesar di dunia dan yang paling dibanggakan Amerika, terbakar hebat. Modar sampeyan .... Rupanya sampai saat ini hanya Tuhan dan Al Qaeda saja yang berani mengobrak-abrik Amerika.

Kebakaran yang terjadi tepatnya di California bagian selatan itu menghanguskan sekitar 655 rumah(kabarnya sih termasuk rumahnya para selebritis di wilayah Malibu), 168 tempat usaha hancur, dan ribuan bangunan lain terancam karena terkepung 13 titik kebakaran yang ada, dan 250.000 orang telah dievakuasi(KOMPAS, 24/10). Dikatakan lagi bahwa ini merupakan bencana kebakaran terburuk sepanjang sejarah California. Kasian juga melihat wajah pak Gubernur Arnold Schwarzenegger yang dasarnya udah gak ganteng blas itu semakin terlihat kacau di koran, hehehe...maap ye Nold.

Ya begitulah sodara-sodara, Amerika yang negara adidaya dan adikuasa itu pontang-panting melawan kekuatan alam. Setelah berulangkali mempecundangi negara lain, akhirnya giliran Amerika yang harus dipecundangi oleh alam. Jadi jangan khawatir dengan apa yang akan dilakukan Amerika selanjutnya untuk mengacau negara-negara lain, percayalah pasti akan ada balasan buat yang mendholimi pihak lain.

Tapi bagaimanapun bencinya saya sama Amerika, saya tetep mendoakan semoga tidak bertambah banyak korban jiwa yang jatuh, karena semua nyawa manusia sama harganya. Yang harus dibenci, dihujat, dikritik, dan dicaci dari Amerika adalah pemerintahnya dan setan-setan yang bercokol di Gedung Putih, bukan penduduknya.

23 October 2007 14 comments

The Spirit of Punakawan

Ada dua seri header blog ini yang memuat gambar wayang, yang pertama dulu hanya memuat tokoh semar saja, sedangkan yang ini komplit Punakawan. Mungkin blogger yang bukan berasal dari Jawa nggak mudeng blas tentang dunia pewayangan, apalagi tentang Punakawan yang saya sebutkan tadi. Saya sebenarnya juga bukan penggemar berat wayang, bahkan belum pernah saya menyaksikan pertunjukan wayang kulit hingga selesai. Maklumlah pertunjukan wayang kulit bisa memakan waktu sampai semalam suntuk. Saya ingat banget dulu pas saya kecil, bapak saya sering nyetel pertunjukan wayang kulit yang disiarkan televisi(TVRI, mana lagi???).

Cerita pewayangan secara garis besar menceritakan tentang kisah Bharatayuda atau kisah Ramayana. Dalam kisah Bharatayuda diceritakan bagaimana kebajikan, yang diwakili oleh keluarga Pandawa, melawan kemungkaran, yang dilakoni oleh keluarga Kurawa. Sedangkan kisah Ramayana menceritakan perjuangan sepasang kakak adik, Rama dan Laksmana, yang berjuang untuk merebut kembali hak-haknya yang dirampas.

Mengenai Punakawan, sesungguhnya tokoh-tokoh didalamnya (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) tidaklah ditemui dalam kisah mahabharata asli atau versi mitologi Hindu. Tokoh-tokoh itu dimunculkan hasil dari modifikasi oleh Sunan Kalijaga, yang menyebarkan Islam di Jawa dengan kisah pewayangan sebagai salah satu sarananya. Punakawan terdiri dari empat tokoh dengan berbagai karakter unik di dalamnya seperti: Semar yang selalu menjadi si bijak yang kaya ilmu dan memiliki sumbangsih yang besar pada ndoro-ndoronya lewat petuah-petuah yang disampaikan, meski kadang dengan gaya bercanda. Gareng yang sebenarnya memiliki pemikiran-pemikiran luar biasa, cerdik dan pandai, namun tidaklah cakap dalam berkata-kata, alhasil Gareng lebih sering menjadi peran dibalik layar dengan ide-idenya yang dijalankan oleh orang lain. Petruk disini memiliki watak sebagai tokoh yang tidak punya kelebihan apa-apa selain banyak omong, ya boleh dibilang karakter Petruk ini berkebalikan dengan karakter si Gareng. Sedangkan si Bagong, dia ini lebih pada bayang-bayang Semar, cerdas dalam menyampaikan kritik-kritik lewat humor yang dilontarkan, mungkin dapat disamakan dengan tokoh abu nawas atau Nasrudin dalam kisah-kisah humor sufi.

Kalau dicermati betul, karakter yang terdapat dalam tokoh-tokoh punakawan tadi mewakili karakter-karakter pemimpin yang ada di Indonesia. Ada Gareng yang sebenarnya cerdas dan pandai tapi tidak pintar dalam bercakap, akhirnya hanya bisa jadi pemimpin temporary, cuma sebentar thok. Ada yang persis Petruk, nggak bisa apa-apa alias oon tapi pintar omong dan berlagak menjadi ratu dengan beking nama besar si Semar bapaknya, sudah bisa dilihat hasilnya seperti apa. Ada juga yang seperti Bagong, pandai, bijak, dan kritis, tapi selalu melontarkannya dalam bentuk humor, hasilnya ya rakyat meragukan kapabilitasnya. Nah, yang kurang tinggal karakter Semar. Bila ada sosok dengan karakter semar ditambah peruntungan sebagai pemimpin(karena tokoh Semar seberapapun bijak dan pandainya dia, namun dia hanyalah seorang abdi dalem, bukan pemimpin), pastilah negeri ini yang aslinya gemah ripah loh jinawi, akan menjadi seperti itu adanya.

Pemunculan Punokawan dalam setiap pertunjukan wayang memiliki beragam fungsi; dapat sebagai pemberi warta, sebagai penasihat dengan kata-kata bijaknya, dapat sebagai badut yang menghibur tanpa tendensi apa-apa, dan dapat pula muncul sebagai kritisi sosial terhadap kejadian yang ada. Seperti itulah saya bermaksud menggiring keberadaan blog ini ditengah-tengah hiruk pikuk dunia per-blog-an. Melalui blog ini saya berkeinginan seperti layaknya pemunculan Punakawan dalam setiap pertunjukan wayang; menghibur, menyampaikan berita, dan kadang juga mengkritisi keadaan sosial. Tampak sepele, namun kadang berat juga melakoninya. Apalagi dengan isi otak dan wawasan yang kurang memadai. Mohon dimaafkan bila belum sepenuhnya bisa menjadi Punakawan di dunia per-blog-an. Paling tidak sekarang saya nyicil masang gambarnya dulu sebagai header, semoga segera tertular spiritnya, hehehe...semangat..!!!!!!!!

 
;