Saat ini saya lagi sakaw posting. Pengen banget bikin posting baru tapi blom nemuin ide yang menarik. Kasian juga para pengunjung blog murahan ini kalo tiap kali mampir melirik blog ini kecewa karena belom ada yang baru, kecewa??? Hmmm...are you sure Joell??Untuk kali ini saya mo berbagi cerita aja ma sodara-sodara sekalian, mo dibaca sukur, gak ya gak masalah. Udah 2 malem ini saya (gak taraweh) menyempatkan diri nonton produk murahan pertelevisian Indonesia, yup..apalagi kalo bukan sinetron. Dan yang jadi korban keisengan nonton saya yaitu sebuah sinetron religi(???) yang lagi ngetop di sebuah TV swasta berlogo rajawali biru, AISYAH. Katanya sih sinetron religi, benarkah demikian? Menurut saya kok tidak. Unsur religi dalam sinetron itu cuma diwakili dengan tokoh Allysa Subandono yang pake jilbab, dan bertutur kata halus..apakah yang demikian sudah bisa mewakili kategori religius?
Mengenai sinetron AISYAH tadi, saya sempet nanya ma mbak sepupu saya yang kebetulan nginep dirumah mengenai jalan ceritanya, kok bisa begini, kok bisa begitu..akhirnya dengan sedikit penjelasan mudeng juga saya ama ceritanya. Bukannya jadi bisa menikmati itu sinetron, tapi saya malah jadi punya banyak bahan buat menertawakan produk kacangan itu. Bagaimana tidak, disitu ada seorang tokoh anak kecil, kalo gak salah namanya Mutia, yang dari dialognya lebih pantes kalo dialog itu buat orang dewasa. Gak pas banget menurut saya. Trus mengenai jalan ceritanya, bagaimana mungkin seseorang yang kaya raya punya inisiatif untuk mengalihkan hartanya pada sopir pribadinya, hanya demi menghindari eksekusi sita dari pihak bank. Bagaimana mungkin (lagi) seorang pembantu bisa mengusir anak-anak majikan dari rumahnya sendiri tanpa ada perlawanan berarti. Bagaimana mungkin (lagi) anak2 yang cantik2 itu bisa hidup mengelandang di kota sama tanpa ketahuan sanak familli, knapa gak ngaduin nasib mereka ke om-nya mungkin, bude-nya maybe...Gak mungkin banget kan sodara-sodara sekalian??? Goblok banget ya yang bikin cerita.
Ada lagi yang bikin males banget mengapresiasi persinetronan kita, banyaknya adegan kekerasan yang di blow up. Pada malem kedua saya nonton AISYAH itu saja , saya menemukan lebih dari 2 kali adegan kekerasan (jambak-jambakan dan lain2). Dalam masyarakat, adegan-adegan seperti itu akan menjadi sangat biasa dan mendapat sebuah pemakluman, karena tiap hari mereka disuguhi hal-hal sampah macem itu di televisi.
Itulah makanya saya sangat menganjurkan kepada para sineas persinetronan Indonesia, mbok sampeyan-sampeyan itu bikin cerita yang bermutu, yang kalo orang jawa bilang bisa tinemu nalar. Menurut saya, yang bikin sinetron murahan macem itu banyak yang menunggu-nunggu, tidak lain dan tidak bukan adalah unsur psikologisnya. Unsur psikologis gimana Joell? Unsur psikologis motong adegan pas selesai satu episode itu lho, pasti sangat ngambang dan bertele-tele, dan bikin orang-orang jadi penasaran banget gimana terusannya. Tapi kok saya tidak ngaruh ya?? Ah dasar mungkin psikologis saya memang udah terganggu.
O iya satu lagi, saya bosen banget liat tampang si DUDE HERLINO di televisi. Emang Indonesia kekurangan artis cowok ya???!!!!Berikut alur cerita sinetron AISYAH, yang saya comot dari website resmi sinemart : “Aisyah adalah anak dari pengusaha sukses bernama Irvan (Drg. Fadly). la merniliki seorang kakak, Tania (Asmirandah) yang berperangai buruk, angkuh sombong dan senang hidup berfoya-foya. Aisyah sendiri awalnya tidak baik-baik amat. Meski sederhana, Aisyah rnanja karena terlena dengan kekayaan yang dimiliki ayahnya. Tak jauh berbeda dengan adik Aisyah, Bima (Ade Surya Akbar) dan Mutia (Cut Syifa).
Suatu hari petaka datang. Karena kecelakaan lalu-lintas, Irvan terlempar dari mobil dan hanyut terbawa arus sungai. Jasad Irvan tidak ditemukan, sehingga semua orang menganggap Irvan telah tewas. Hanya Aisyah yang yakin ayabnya masih hidup.
Sejak itu, kehidupan keluarga Irvan berubah drastis. Anehnya, semua harta Irvan jatuh ke supir kepercayaannya, Mardi (Anwar Fuady), Gara-garanya, sebelum meninggal, Irvan telah mengalihkan hak milik ke Mardi, guna menghindari upaya sita dari bank.
Anwar yang beristri Hesti (Devi Permatasari) dan beranak Rini (Raya Kohandi) kaya mendadak. Dunia seperti terbalik, karena Rini yang sebelumnya hanya anak supir menaruh dendam terhadap putra-putri majikannya. Dengan siasatnya, Rini dan Hesti berhasil mendepak anak-anak Irvan dari rumahnya. Jadilah Aisyah dan saudaranya yang pernah jadi anak orang kaya belajar hidup susah. Di antara mereka, hanya Aisyah lah yang bisa menerima kenyataan ini. Aisyah pula yang harus mengurus adiknya yang sakit-sakitan. Aisyah rela bekerja apa saja asalkan halal.
Dalam kehidupan Aisyah yang berubah drastis, muncul peran Nabil dan Hans (Rio Reifan) yang mencintai Aisyah. Hubungan Aisyah dan Nabil sebetulnya tidak direstui keluarga, tapi tanpa sepengetahuan orang tuanya mereka kerap berhubungan.”




- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact