01 October 2007 17 comments

AISYAH oh AISYAH...

Saat ini saya lagi sakaw posting. Pengen banget bikin posting baru tapi blom nemuin ide yang menarik. Kasian juga para pengunjung blog murahan ini kalo tiap kali mampir melirik blog ini kecewa karena belom ada yang baru, kecewa??? Hmmm...are you sure Joell??

Untuk kali ini saya mo berbagi cerita aja ma sodara-sodara sekalian, mo dibaca sukur, gak ya gak masalah. Udah 2 malem ini saya (gak taraweh) menyempatkan diri nonton produk murahan pertelevisian Indonesia, yup..apalagi kalo bukan sinetron. Dan yang jadi korban keisengan nonton saya yaitu sebuah sinetron religi(???) yang lagi ngetop di sebuah TV swasta berlogo rajawali biru, AISYAH. Katanya sih sinetron religi, benarkah demikian? Menurut saya kok tidak. Unsur religi dalam sinetron itu cuma diwakili dengan tokoh Allysa Subandono yang pake jilbab, dan bertutur kata halus..apakah yang demikian sudah bisa mewakili kategori religius?

Mengenai sinetron AISYAH tadi, saya sempet nanya ma mbak sepupu saya yang kebetulan nginep dirumah mengenai jalan ceritanya, kok bisa begini, kok bisa begitu..akhirnya dengan sedikit penjelasan mudeng juga saya ama ceritanya. Bukannya jadi bisa menikmati itu sinetron, tapi saya malah jadi punya banyak bahan buat menertawakan produk kacangan itu. Bagaimana tidak, disitu ada seorang tokoh anak kecil, kalo gak salah namanya Mutia, yang dari dialognya lebih pantes kalo dialog itu buat orang dewasa. Gak pas banget menurut saya. Trus mengenai jalan ceritanya, bagaimana mungkin seseorang yang kaya raya punya inisiatif untuk mengalihkan hartanya pada sopir pribadinya, hanya demi menghindari eksekusi sita dari pihak bank. Bagaimana mungkin (lagi) seorang pembantu bisa mengusir anak-anak majikan dari rumahnya sendiri tanpa ada perlawanan berarti. Bagaimana mungkin (lagi) anak2 yang cantik2 itu bisa hidup mengelandang di kota sama tanpa ketahuan sanak familli, knapa gak ngaduin nasib mereka ke om-nya mungkin, bude-nya maybe...Gak mungkin banget kan sodara-sodara sekalian??? Goblok banget ya yang bikin cerita.

Ada lagi yang bikin males banget mengapresiasi persinetronan kita, banyaknya adegan kekerasan yang di blow up. Pada malem kedua saya nonton AISYAH itu saja , saya menemukan lebih dari 2 kali adegan kekerasan (jambak-jambakan dan lain2). Dalam masyarakat, adegan-adegan seperti itu akan menjadi sangat biasa dan mendapat sebuah pemakluman, karena tiap hari mereka disuguhi hal-hal sampah macem itu di televisi.

Itulah makanya saya sangat menganjurkan kepada para sineas persinetronan Indonesia, mbok sampeyan-sampeyan itu bikin cerita yang bermutu, yang kalo orang jawa bilang bisa tinemu nalar. Menurut saya, yang bikin sinetron murahan macem itu banyak yang menunggu-nunggu, tidak lain dan tidak bukan adalah unsur psikologisnya. Unsur psikologis gimana Joell? Unsur psikologis motong adegan pas selesai satu episode itu lho, pasti sangat ngambang dan bertele-tele, dan bikin orang-orang jadi penasaran banget gimana terusannya. Tapi kok saya tidak ngaruh ya?? Ah dasar mungkin psikologis saya memang udah terganggu.

O iya satu lagi, saya bosen banget liat tampang si DUDE HERLINO di televisi. Emang Indonesia kekurangan artis cowok ya???!!!!

Berikut alur cerita sinetron AISYAH, yang saya comot dari website resmi sinemart : “Aisyah adalah anak dari pengusaha sukses bernama Irvan (Drg. Fadly). la merniliki seorang kakak, Tania (Asmirandah) yang berperangai buruk, angkuh sombong dan senang hidup berfoya-foya. Aisyah sendiri awalnya tidak baik-baik amat. Meski sederhana, Aisyah rnanja karena terlena dengan kekayaan yang dimiliki ayahnya. Tak jauh berbeda dengan adik Aisyah, Bima (Ade Surya Akbar) dan Mutia (Cut Syifa).

Suatu hari petaka datang. Karena kecelakaan lalu-lintas, Irvan terlempar dari mobil dan hanyut terbawa arus sungai. Jasad Irvan tidak ditemukan, sehingga semua orang menganggap Irvan telah tewas. Hanya Aisyah yang yakin ayabnya masih hidup.

Sejak itu, kehidupan keluarga Irvan berubah drastis. Anehnya, semua harta Irvan jatuh ke supir kepercayaannya, Mardi (Anwar Fuady), Gara-garanya, sebelum meninggal, Irvan telah mengalihkan hak milik ke Mardi, guna menghindari upaya sita dari bank.

Anwar yang beristri Hesti (Devi Permatasari) dan beranak Rini (Raya Kohandi) kaya mendadak. Dunia seperti terbalik, karena Rini yang sebelumnya hanya anak supir menaruh dendam terhadap putra-putri majikannya. Dengan siasatnya, Rini dan Hesti berhasil mendepak anak-anak Irvan dari rumahnya. Jadilah Aisyah dan saudaranya yang pernah jadi anak orang kaya belajar hidup susah. Di antara mereka, hanya Aisyah lah yang bisa menerima kenyataan ini. Aisyah pula yang harus mengurus adiknya yang sakit-sakitan. Aisyah rela bekerja apa saja asalkan halal.

Dalam kehidupan Aisyah yang berubah drastis, muncul peran Nabil dan Hans (Rio Reifan) yang mencintai Aisyah. Hubungan Aisyah dan Nabil sebetulnya tidak direstui keluarga, tapi tanpa sepengetahuan orang tuanya mereka kerap berhubungan.”



Gambar mbak Allysa Subandono saya colong dari sini
24 September 2007 17 comments

Gak Bangga jadi No 1

Orang Indonesia berhasil menorehkan namanya menjadi peringkat pertama kelas dunia. Mimpi kali ye...bukannya pesimis, tapi realistis aja lah. Tapi kenyataan bahwa salah satu putra bangsa berhasil menorehkan namanya menjadi nomor wahid di kelas dunia baru aja terjadi belakangan ini. Siapa lagi kalo bukan si bapak pembangunan(????) Indonesia yang gak jadi presiden gak patheken itu, yap benar sekali sodara-sodara sekalian, angkat kedua jari tengah anda buat Soeharto. Bagi yang tidak pernah ketinggalan berita pasti tau PBB baru aja meluncurkan program bertajuk Stolen Asset Recovery Initiative (STAR Initiative), sebuah program untuk melacak para koruptor kelas dunia sekaligus hasil jarahannya.

Program ini fokus pada sepuluh nama high earning political leaders who have been accused of corruption and stealing from people, yang kesepuluh nama itu setelah diranking menurut besarnya hasil jarahan sebagai berikut :

1. Soeharto, Indonesia (1967-1998), 15-35 milyar dollar AS
2. Ferdinand E Marcos, Filipina (1972-1986), 5-10 milyar dollar AS
3. Mobutu Sese Seko, Kongo (1965-1997), 2-5 milyar dollar AS
4. Sani Abacha, Nigeria (1993-1998), 2-5 milyar dollar AS
5. Slobodan Milosevic, Serbia/Yugoslavia (1989-2000), 1 milyar dollar AS
6. Jean C Duvalier, Haiti (1971-1986), 300-800 juta dollar AS
7. Alberto Fujimori, Peru (1990-2000), 600 juta dollar AS
8. Pavlo Lazarenko, Ukraina (1996-1997), 114-200 juta dollar AS
9. Arnoldo Aleman, Nikaragua (1997-2002), 100 juta dollar AS
10.Joseph Estrada, Filipina (1998-2001) 78-80 juta dollar AS

Kesepuluh orang diatas ditenggarai telah mendholimi rakyatnya selama mereka berkuasa. Mereka bisa mendholimi karena mereka punya kekuasaan. Jadi benar yang saya baca disebuah buku bahwa kekuasaan itu bisa melenakan seseorang, setiap orang yang merasa memiliki kekuasaan atas orang lain akan cenderung berperilaku superior.

Lucunya, pengumuman dari PBB ini hampir bersamaan keluarnya dengan putusan MA yang memenangkan kasus Soeharto melawan majalah TIME yang telah membeberkan kekayaan dari Soeharto Inc, yang menurut TIME kekayaan soeharto Inc yang mencapai milyaran dollar AS itu adalah hasil dari praktek KKN selama ia berkuasa. Atas kemenangan Soeharto pada kasus tersebut, maka ia akan mendapat tambahan kekayaan sekitar 1 trilyun lebih...busyet....

Mari sekali2 kita ikut memikirkan nasib Indonesia tercinta ini, jangan cuma memikirkan traffic pada blog kita atau pemasukan dari adsense yang kita pasang, tunjukkan kalo kita peduli. Kalo bukan kita siapa lagi...(garing kata om Adi Tukang Ketik, hehehe)
17 September 2007 14 comments

MARI ngGOSIPIN PISANG


Pasti semua orang tau akan buah yang berbentuk lonjong dan rata-rata berwarna kuning kalo sudah mateng ini. Kenapa saya katakan rata-rata berwarna kuning, karena saya pernah tau dan makan juga yang namanya pisang gendruwo(kata ibuk saya namanya gitu, tolong kasih tau saya kalo ada nama ilmiahnya biar saya tidak selamanya tersesat). Itu pisangnya lebih gendut dari pisang biasa dan berwarna merah kegelapan, sumpah elek tenan...teksturnya nggak lembut, bahkan cenderung keras (atau pas itu blom mateng ya???)

Dari sisi kesehatan, buah pisang dapat mengatasi anemia karena mengandung zat besi yang cukup banyak. Kandungan asam triptopthan yang diubah menjadi serotonin (zat yang dapat mengubah suasana hati) dapat mengatasi depresi dan stress. Sedang kandungan vitamin B6 didalamnya mengatur kadar dalam glukosa darah yang dapat mengubah mood.

Bagi yang sering menguap padahal tidak merasa ngantuk, itu salah satu tanda bahwa aliran oksigen ke otaknya terganggu. Ingat, aliran oksigennya yang terganggu, bukan otaknya, hehehe....Bila sampeyan mengalami hal seperti itu disarankan banyak mengkonsumsi buah pisang. Kenapa? Karena buah pisang mengandung banyak kalium yang dapat membantu melancarkan kembali aliran oksigen dalam tubuh kita, termasuk yang ke otak sampeyan itu tadi.

Mungkin saat ini sampeyan mbaca tulisan saya ini sambil kebal kebul ngisep tembakau linting alias rokok. Nah, perlu sampeyan ketahui bahwa ternyata pisang juga dapat membantu mengatasi kecanduan nikotin. Dalam pisang itu terdapat kandungan B6 dan dan B12 yang didalamnya dapat membantu untuk menetralisir pengaruh nikotin. Jadi bila sampeyan mulai terganggu dengan efek merokok seperti pacar gak mau dicium karena bau mulut sampeyan menyengat, duit sampeyan cepat habis buat beli berbungkus2 rokok, atau celana sampeyan yang gak disadari tiba2 bolong tersundut rokok, saya sarankan mulai sekarang perbanyaklah konsumsi pisang anda. Selain mengenyangkan, ternyata pisang juga banyak manfaatnya kan??

Bahkan gosipnya nih, andaikata terpaksanya kita hanya mengkonsumsi pisang saja dalam kehidupan kita sehari-hari, maka kebutuhan gizi tubuh kita telah dapat terpenuhi. Tapi saya sarankan sampeyan jangan mencobanya, kasihan monyet2 di kebun binatang kalo jatah pisangnya sampeyan embat semua...hahahaha.....

Itu seklumit manfaat dari buah pisang, yang sumpah saya juga baru tau ini oleh karenanya ingin saya bagi kepada rekan-rekan blogger sekalian. Mengenai kata2 yang sengaja saya cetak miring itu gak usah dipermasalahkan artinya, karena kalaupun sampeyan permasalahkan sama saya, saya juga gak bakalan tau apa itu maksudnya....

( Sumber dari sebuah artikel di Minggu Pagi )
12 September 2007 14 comments

Males Ngasih Judul...

- Masuk ke blog orang cuma liat-liat aja (blog walking)
- Masuk ke blog orang, liat-liat (kadang gak baca postingan sama sekali) tapi ninggalin pesan di shoutout
- Masuk ke blog orang, baca postingan tapi nggak ninggalin komentar
- Baca postingan, ngasih komentar, ma ninggalin jejak di shoutout

Empat poin diatas adalah hasil pengamatan saya selama ini dari kebiasaan para bloger, termasuk saya, teman saya, dan mungkin sampeyan juga. Saya emang sering blogwalking, tapi paling sering saya cuma mengunjungi kawan2 bloger yang udah ada di link list saya, baca-baca postingan, dan ninggalin jejak di shout out. Juga kalo ada blogger diluar link list yang mengunjungi blog saya dan ninggalin jejak di shout out atau ngasih komentar postingan saya, pasti saya balas berkunjung ke blognya.

Kadang saya nemuin blogger yang ngajak tukeran link, tapi setelah saya kunjungi blognya ternyata isinya cuma iklan. Jujur aja saya gak gitu tertarik ma blog yang tujuannya komersil, itulah kenapa saya gak pasang iklan komersil sama sekali di blog saya. Gak suka bukan berarti anti lho, jadi boleh-boleh saja dan dengan senang hati bagi blog yang isinya cuma iklan yang ngajak tukeran link ma saya.

Saya selalu heran ma blog yang tiap postingan baru muncul selalu saja dibanjiri puluhan komentar. Sedangkan di blog saya, mo dapet 10 komentar aja sulitnya minta ampun...hehehe....tapi emang blog saya kacangan sih, saya seringkali mikir apa yang menjadikan orang buka blog saya ya? Blog yang lebih keren, banyak...Blog yang isi tulisannya lebih bagus, banyak...Blog yang templatenya lebih asik, banyak...
Ah nasib..nasib...susah jadi blogger kacangan. Tapi setidaknya saya bisa menuangkan isi otak kacangan saya di blog kacangan saya ini. Jadi saya ucapkan terimakasih yang teramat sangat bagi para bloger yang sudi mampir ke blog saya, apalagi sempat baca postingan saya dan ngasih komentar, karena kalian saya ada. Hehehehe....


Ini salah satu blog seleb di link list saya
Kalo yang ini adalah blog favorit saya

11 September 2007 11 comments

JAMAN EDAN



Gila, gokil, sableng, entah kata apa lagi yang pas buat menggambarkan trend yang sedang booming di masyarakat saat ini. Sebuah tanaman hias(hias????) bisa mencapai harga 500 juta rupiah. Sebuah tanaman yang cuma daun, yoi men...cuma daun...warnanya hijau pula...bisa mencapai harga yang fantastis kaya gitu...fenomena apa ini???? Saya pernah mengamati tanaman itu(jemani, gelombang cinta or whatever...), semakin lama saya mengamati bukannya semakin menemukan letak keindahan tanaman ajaib itu melainkan semakin gak ngerti apanya sih yang pantes dihargai sampai setinggi langit kaya gitu??

Dibilang tanaman hias tapi gak ada indah2nya sama sekali (menurut saya lho..lha cuma daun ijo doang), mo ditaruh meja juga gak pantes, paling banter ditaruh pot di halaman. Dimakan kambing juga gak bakalan kenyang tu kambing. Trus apanya yang bisa bikin tanaman itu berharga berjuta2???

Dan herannya lagi, euforia tanaman hias melanda sebagian besar masyarakat saat ini. Setiap rumah pasti memiliki satu jenis tanaman hias yang bisa diceritain ma tetangga. Saya berani taruhan, gak semua pemilik tanaman hias yang harganya bisa buat nyekolahin berpuluh2 anak gak mampu itu mengerti benar dan bisa menikmati keindahan tanaman miliknya. Kalopun dengan lancar dia bisa melayangkan pujian terhadap tanaman hias miliknya, itu pasti cuma info2 yang dia dengar atau baca dari media atau penjualnya. Semakin banyak orang ikut2an berkecimpung dalam bidang tanaman hias ini hanya sekedar ngiler akan rupiah yang bakal diraupnya. Fungsi keindahan dari sebuah tanaman hias lambat laun akan tergeser dengan fungsi ekonomi dan fungsi sosialnya.

Kalo dulu mobil bisa meningkatkan prestis seseorang, sekarang dengan tanaman hias juga bisa meningkatkan status sosial seseorang. Semakin freak dan mahal tanaman hias yang dimiliki, maka semakin banyak pujian dari orang lain yang akan dilayangkan kepadanya, status sosial otomatis akan terdongkrak.

Yang jadi pertanyaan di benak saya, siapa ya yang memegang permainan harga dibalik tanaman-tanaman hias itu? Kenapa harganya bisa menjadi gila-gilaan ky gitu?? Kalo misalnya rumput di sawah depan rumah saya tiba2 ada yang iseng mbeli dengan harga 20 juta per 5 daunnya, apa iya terus rumput itu bakal booming jadi idola??? Pantas dicoba...adakah yang cukup gila untuk mencobanya??hahaha....
Foto illustrasi yang diatas boleh ngambil dari sini
 
;