27 November 2014 11 comments

Mendadak Nge-Blog



Setelah sekian lama vakum dari blog ini, tiba-tiba hasrat untuk menengok kembali blog abal2 ini muncul. Diawali dari sebuah mention twitter dari kawan lama sore tadi yang menggugah memori 4-5 tahun lalu dimana saat itu memposting tulisan di blog ini menjadi sebuah kegiatan yang sangat mengasyikkan bagi saya. Ada semacam kerinduan dengan masa-masa rajin posting. Sensasi melihat blog kita banyak yang mengunjungi dan menuai banyak komen pada tiap postingan sungguh sangat mengasyikkan saat itu.

Mungkin hanya saya, tapi tidak menutup kemungkinan sampeyan yang pernah merasakan era keemasan blog juga merasakan kalo aktifitas blogging sekarang sudah tidak begitu mengasyikkan lagi. Aktifitas blogging sekarang sudah tergeser dengan aktifitas micro-blogging macam twitter, path, instagram, dll. Orang lebih memilih mengetikkan beberapa karakter aja daripada harus bersusah payah mengetik beberapa paragraf untuk diposting ke blog. Meski setelah saya telusuri lagi masih ada beberapa link blogger yg sampai sekarang masih istiqomah untuk menghiasi blognya dengan postingan-postingan walau tidak seintens dulu.

Balik lagi ke soal saya kembali ngaruhke blog ini. Pertama kali yang saya lakukan dengan blog ini adalah mengganti template. Dengan sedikit nunak nunuk akhirnya bergantilah template blog abal-abal ini menjadi seperti yang sampeyan lihat sekarang. Hal konyol bermula ketika ada keinginan untuk mengganti ketegori/label. Dengan sedikit sok tau main asal klak klik dan voilaa..bukannya berganti tapi malah label yang tadi ilang beserta isi postingannya, hahaha...kampreet... Ya sudahlah gak papa, wong ya bukan tulisan yang benar-benar berbobot kok yang ilang, seperti juga postingan-postingan lain pada blog ini.

Dari awal bikin dulu seingat saya blog ini memang tidak berkonsep, maksudnya tidak mengkhususkan pada satu topik saja semisal blog teknologi, blog kesehatan, dll. Blog ini lebih ke arah media curhat dan caper aja, hahaha.. Semua orang butuh curhat, saya sangat yakin akan hal itu. Bahkan Nabi aja juga curhat kok, jadi jangan malu untuk curhat :))

Setelah saya baca lagi isi postingan-postingan lawas blog ini, saya jadi heran sendiri..betapa selo dan liarnya pemikiran saya dulu. Sampai hal-hal remeh temeh dan wagu pun bisa saya angkat jadi bahan tulisan. Mungkin soal selo itu benar, dulu saya hanyalah seorang mahasiswa yang waton kuliah(tanpa membebani diri harus lulus cum-laude). Dan soal liar itu mungkin hanya manifestasi dari caper saja yang ingin mendapat perhatian dari orang lain lewat komen pada postingan blog, hahahasyuu...

Foto pada postingan ini adalah saya dan salah satu kawan baik saya dulu(dan sampe sekarang). Berdua kami dulu bahu membahu menjadi blogger(berawal dari ngeblog di friendster). Dia yang banyak menginspirasi saya dalam dunia blogging. Sekarang kami masing-masing sudah berkeluarga dan beranak pinak. Barusan saya menegok blognya dan postingan terkahir pada 2012, hahaha...jebul podho wae...


Note:
nunak nunuk = meraba-raba/ tidak lancar
ngaruhke = kembali mengunjungi
selo = luang
wagu = nggak pantes
jebul = ternyata
podho wae = sama aja

12 July 2012 40 comments

Tips memilih Fotografer Pernikahan Anda


Pernikahan adalah salah satu momen besar dalam kehidupan manusia. Setiap orang ingin yang istimewa untuk acara pernikahan mereka. Puluhan atau bahkan ratusan juta rupiah rela dihabiskan demi mewujudkan acara pernikahan yang istimewa.  Setelah semua acara usai, tinggal dokumentasi (foto/video) yang dapat mengulang kembali semua momen indah dan spesial tersebut. Itulah kenapa dokumentasi tidak dapat dipisahkan dari acara apapun, terlebih lagi acara sesakral dan seistimewa pernikahan. Namun sayangnya sampai saat ini urusan dokumentasi masih saja dianggap sepele atau kerap dilupakan karena sudah terlalu sibuk dengan segala urusan yang berkaitan dengan pelaksanaan hari H, walhasil untuk urusan dokumentasi selalu saja dilakukan pada last minute atau bahkan pasrah kepada salon/perias untuk mencarikannya. Apa yang bisa dijadikan jaminan kepuasan ketika bukan anda sendiri yang menentukan pilihan?

Seiring berkembangnya jaman, teknologi kamerapun turut berkembang. Pun begitu dengan urusan trend foto/video wedding, dari yang semula hanya sekedar dokumentasi biasa yang kaku dan asal terang, mulai bergeser ke arah wedding jurnalism atau biasa kita sebut dengan candid, yang bisa menangkap lebih banyak emosi dan momen-momen penting dalam acara tersebut. Ada baiknya untuk berkonsultasi dengan pasangan dan keluarga mengenai jenis dokumentasi seperti apa yang anda inginkan. Dengarkan masukan-masukan dari mereka sebelum memutuskan untuk booking sebuah jasa dokumentasi.
Berikut beberapa tips untuk memilih fotografer wedding bagi anda,

Pilihlah berdasarkan :
- Pengalaman dalam meliput acara
- sampel2 karya yang dpt dipertanggungjawabkan bahwa itu karyanya/timnya
- Mengerti urutan acara pernikahan baik tradisional maupun internasional
- Berpakaian rapi layaknya profesional dalam acara pernikahan anda nanti
- yang dapat memberikan masukan-masukan buat anda
- Yang dapat mengarahkan pose-pose untuk anda maupun keluarga mulai dari foto prewedd sampai acara wedding nanti
- referensi dari teman/famili yang pernah memakai jasanya
- Ramah dan mudah bergaul

Jangan memilih hanya berdasarkan pada :
- kantor/studio yang bagus,mewah, dan besar
- Harga yang termurah atau yang termahal
- karena dasar pertemanan saja, karena wedding photographer adalah profesi yang serius dan seharusnya profesional
- karena satu paket dengan katering, rias pengantin atau gedung
- Karena menunjukkan peralatan2 yang mahal
- Karena hasil penggarapan fotonya cepat selesai

Teknologi internet dapat juga membantu untuk mencari wedding photographer yang tepat untuk anda. Cermati sampel-sampel foto yang diunggah dalam website,blog, ataupun Facebooknya dan cermati juga testimoni2 yang sudah ada. Cobalah berkomunikasi langsung dengan akun tersebut untuk mengetahui itu akun fiktif atau tidak. Apabila terjangkau dalam hal jarak, usahakan untuk bertemu dengan fotografer anda minimal sekali sebelum hari H, selain untuk melihat sampel2 foto yang sudah dicetak dalam bentuk album, juga itu merupakan kesempatan anda untuk menjelaskan keinginan anda terhadap sang fotografer. Kalaupun tidak memungkinkan untuk bertemu, berkomunikasilah melalui telpon.

(dari berbagai sumber)
29 June 2012 14 comments

Gundhul-Gundhul Pacul

Kalo sampeyan adalah orang jawa(Jogja/Jateng), atau setidaknya pernah hidup lama ditanah Jawa pasti tidak asing dengan lagu dolanan bocah berjudul Gundhul-Gundhul Pacul. Demi suksesnya pesan yang akan disampaikan pada guneman kali ini, berikut saya adalah syair dari lagu tersebut : "Gundhul-gundhul pacul cul gembelengan...Nyunggi-nyunggi wakul kul, gembelengan..Wakul nggelimpang segane dadi sak latar ". Mungkin terdengar konyol liriknya, karena memang seperti itulah salah satu ciri khas lagu dolanan bocah; agak sedikit konyol, dengan irama yang rancak.

Suatu malam saya nyetel sebuah tayangan di tipi lokal Jogja yang menyiarkan pengajian Padhang mBulan Cak Nun dan Kyai kanjeng-nya. Ada sebuah selingan yang membahas lagu Gundhul-Gundhul Pacul itu secara maknanya. Entah darimana pemahaman beliau berkaitan dengan lagu dolanan bocah itu, tapi saya kok bisa dibilang setuju sekali dengan pemahaman itu. Dan kalopun sampeyan punya atau tahu makna yang lain yang tersirat dari lagu yang sama tersebut biarlah guneman kali ini menjadi pelengkap pengetahuan saja, tidak usah diperdebatkan..sepakat? *salaman

Dari sekian panjang lebar pembahasan makna lagu itu kurang lebih yang saya tangkap adalah seperti ini; lagu tersebut lebih untuk pepeling(pengingat) bagi yang berkuasa entah itu Presiden, Gubernur, Walikota, bupati, sampai Lurah bahwa mereka itu sudah tidak gundul(bukan anak-anak lagi), dan sedang nyunggi wakul ( membawa bakul diatas kepala), wakul/bakul adalah tempat nasi yang mana nasi itu melambangkan kesejahteraan. Kalau yang didaulat nyunggi wakul oleh rakyat itu gembelengan(bertindak urakan/tidak benar/semaunya sendiri) maka Wakul itu akan nggelimpang/jatuh sehingga isinya yang berupa nasi akan tumpah dan tidak bisa digunakan untuk mensejahterakan rakyat.

Betapa arifnya orang jaman dahulu yang sudah mengajarkan kepada anak-anaknya bagaimana mereka harus bersikap saat mereka sudah besar nanti dan menjadi seorang pemimpin, meski hanya dalam lingkup rumahtangga.

Lagu yang saya sendiri juga tidak tahu kapan diciptakan itu, tapi saya yakin sudah cukup lama, ternyata masih sangat relevan dengan kehidupan jaman sekarang. Banyak pemimpin yang mengemban amanat rakyat, yang bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya, tapi nyatanya bersikap semaunya sendiri. Alhasil ya seperti yang sampeyan semua lihat di media tiap hari itu, tidak usahlah disebutkan disini.

* Kalo ada yang nanya, "lha terus makna Pacul apa dong?" , menurut saya kata Pacul sendiri digunakan karena pacul/cangkul sendiri identik dengan petani yang lagi2 identik dengan rakyat kecil, mungkin juga agar lagu tersebut memiliki rima yang pas..Gundhul dengan Pacul..sama2 "ul" kan? atau ada yang tau maknanya? monggo dibagi.. :)
01 January 2012 30 comments

2012 First Post

Seperti layaknya postingan-postingan awal tahun lainnya di blog-blog sebelah, saya ucapken selamat tahun baru 2012 buat sampeyan semua. Semoga semua kesialan tertinggal ditahun 2011 dan semua nasib baik serta kesuksesan masih setia nempel pada sampeyan ditahun 2012 ini. Abaikan berita soal kiamat yang akan terjadi di 2012 ini, hanya orang gak waras yang bisa meramalkan kiamat, dan hanya orang yang lebih tidak waras lagi yang mempercayainya. itu artinya di tahun 2012 ini sampeyan (dan saya juga tentunya) harus tetep bersemangat dan bergairah dalam menjalani hari demi hari, menggapai mimpi demi mimpi, dan menikahi istri demi istri (mohon abaikan yang saya sebut terakhir).

Sebenarnya apa sih makna taon baru buat sampeyan? kalo taon baru bagi saya kok tidak lebih dari sekedar pergantian kalender di dinding/meja saja. Tidak ada yang sangat istimewa yang saya rasakan pada momen ini. Memang pada malam pergantiannya ada kehebohan luar biasa; suara terompet lah, knalpot yang bikin budek kuping lah, dar der dor suara kembang api lah, tapi ya sekedar itu aja..pagi harinya?? sama saja..gak ada yang luar biasa istimewa.

kalo boleh taruhan, saya berani bertaruh sepatu butut saya kalo yang paling bahagia dalam menyambut tahun baru adalah para pesakitan di Lembaga Pemasyarakatan sana. Karena biasanya dalam menyambut natal dan tahun baru pemerintah memberikan remisi hukuman yang berarti masa2 dibalik jeruji akan semakin cepat berlalu, trus kalo udah bebas bisa maling lagi, ngorupsi lagi, merkosa lagi..damn..kenapa juga harus ada program2 gak jelas semacam ini dari pemerintah...

Mengenai harapan-harapan dan resolusi yang biasanya dibikin dalam menyambut tahun baru itu hal yang kurang menantang kalo menurut saya. Lha enak banget targetnya terwujud dalam setahun, coba sampeyan mbok sekali2 mbikin resolusi untuk satu minggu atau satu bulan kedepan, saya yakin hidup sampeyan pasti jadi lebih berwarna, atau kalo nggak ya kena stroke karena kebanyakan pikiran..hahaha

Disini saya cuma mau bilang kalo tidak perlulah merayakan taon baru secara berlebihan, bukankah kata ustad masjid sebelah segala yang berlebihan itu tidak baik?? Simpan energi sampeyan untuk menjalani hari dan mewujudkan mimpi ditahun yang baru ini.
27 December 2011 22 comments

Ada ide buat judul??

Baiklah, ini postingan saya yang keempat dan kemungkinan besar jadi yang terakhir dalam tahun 2011. Bukan disengaja kalo postingan pertama pada awal tahun dan postingan terakhir pada akhir tahun, lebih karena disibukkan dengan urusan lain dan mengabaikan sementara keberadaan blog abal-abal ini, dan saya juga tidak merasa perlu untuk meminta maaf soal hal itu karena yo ngopoooo ngono lho, wong blog2 saya sendiri kok, hahaha...

Dengan rentang waktu yang cukup lama antara satu postingan dengan postingan selanjutnya cukup membuat saya malu kalo masih mengaku sebagai blogger. Dan untungnya selama ini saya juga sudah tidak mengaku sebagai blogger. Banyak sekali peristiwa-peristiwa lucu, seru, ganjil, dll yang dulu pasti jadi santapan empuk untuk bahan postingan yang terlewatkan oleh saya dalam setahun ini.

Yang cukup membanggakan bagi saya adalah dengan makin eksisnya komunitas blogger Solo " BENGAWAN " di blogosphere (masih ini gak sih sebutannya) Indonesia. Memang sih saya bukan siapa2 disitu, tapi setidaknya nama saya pernah tercatat sebagai member di komunitas itu (semoga membership saya blom hangus sekarang). Ditambah lagi dengan keberadaan RBI(Rumah Blogger Indonesia) sebagai mabesnya Bengawan yang denger2 namanya sekarang malah lebih kondang daripada Bengawannya itu sendiri (lha piye to ik..?!!). Banyak nama-nama hebat lahir dari komunitas blogger ini, bagi yang ngaku blogger dan aktif berkomunitas siapa yang gak kenal Blontank poer, Hassan, Hendri, Mursid , dan masih banyak lagi nama2 hebat lain dari komunitas Blogger Bengawan.

Dalam diri saya pribadi banyak hal baru juga yang terjadi dalam setahun ini, yang paling mutakhir tentu saja dengan kelahiran anak pertama saya. Anak cowok paling ganteng se-komplek perumahan yang saya tempati pokoknya, hahaha.. mohon doanya aja semoga tu anak jadi anak yang sholeh, berbakti pada orangtua, dan tidak menjadi seorang koruptor besok gedenya, amiinn.


Sampe disini masih blom jelas kan postingan ini mau mbahas soal apa? yup, karena saya memang tidak akan mbahas apa-apa dalam postingan kali ini. Seperti biasa ini hanyalah blog abal-abal, blog suka-suka..jangan berharap mendapatkan sesuatu dari blog ini. Nantilah kalo ternyata posting pancingan ini cukup bisa menggugah hati saya, mungkin akan segera hadir postingan2 berikutnya soal carut marut negri ini, soal jambul Syahrini, soal aparat versus sipil, soal hape saya yang keypadnya sering ngaco, dan soal-soal lainnya yang remeh temeh dan bisa dibahas sesuka saya.

Oke, sampe ketemu lagi ya..semoga segera..kalopun ternyata gak, silahkan mampir diblog sebelah yang pastinya jauh lebih aktif dari blog ini..terimakasih, salam hangat selalu :)
23 January 2011 54 comments

UFO suruhan Gayus

Well..semakin asik aja hidup di Indonesia ini, hampir tiap hari ada kejutan. Sempat dikejutkan oleh putusan hukuman untuk Mas Gayus yang hanya dapet 7 taon, trus ada lagi kejutan dari Mister Presiden Susilo Bambang Ngudoroso gajinya gak naik-naik selama 7 tahun (kok sama2 angka 7 ya?? jangan-jangan...hayahhh..lekas klenik meneh..), trus ada berita kalo hampir semua daerah dari Sabang-Merauke pejabatnya ada yang kena kasus hukum(rata-rata sih korupsi, dan menurut saya itu sudah bukan lagi kejutan), dan ini ada lagi kejutan terbaru kalo ada UFO yang mampir ke Jogja(daerah Berbah, Sleman tepatnya) dan ninggalin jejak yang kalo di luarnegri sono disebut crop circle itu.

Silang pendapat bermunculan seiring kemunculan karya seni(biarlah saya menyebutnya seperti itu) disawah penduduk itu. Bagi yang skeptis akan keberadaan makhluk dari dunia lain itu tentu akan mencerca habis-habisan dengan sedikit nyinyir pastinya. Namun bagi yang percaya, atau bahkan memuja makhluk dari planet lain, tentu saja akan bersuka cita karena semakin kuat bukti-bukti yang mendukung kepercayaan mereka itu.

Lha kalo sampeyan nanya sikap saya dengan adanya jejak UFO di Berbah Sleman itu, hmm..saya sendiri kok kurang begitu yakin.. dulu saya pernah baca buku yang saya inget banget judulnya “Dialog Dengan Jin Muslim”, karya Muhammad Isa Daud, disitu sempat disinggung tentang UFO, yang katanya tidak ada itu yang namanya UFO/Alien, benda terbang yang menyerupai piring itu hanyalah reka-rekane Jin kafir aja yang berusaha mempertipis keimanan manusia terhadap Tuhan, itu yang ngomong om Jin muslim yang diwawancarai lho. Dan sialnya saya baca buku itu pas saya masih labil-labilnya dulu, masa-masa SMA kalo gak salah, jadi hal itu cukup membekas dibenak saya. Seiring kedewasaan fisik dan pikiran yang perlahan mulai menghampiri saya, yang sayangnya berbanding lurus dengan terkikisnya keimanan saya, saya mulai teracuni dengan kisah tentang UFO/Alien itu. Belum sampe tahap terobsesi sih, tapi sudah sampe tahap mulai agak sedikit percaya akan keberadaan planet lain yang dihuni makhluk bermata belok dan berjari tiga yang lucu-lucu namun dengan tingkat kecerdasan yang luar biasa jauhnya melebihi umat manusia. Jadi ya itu tadi, saya sendiri gak yakin apa saya percaya kalo itu jejak UFO atau hanya sekedar seniman iseng yang sedang beronani karya di areal persawahan itu.

Konon menurut yang pernah saya baca, badan antariksa Amerika, NASA, udah nemu cara buat berkomunikasi dengan makhluk dari planet lain. Baiklah mari kita mulai saja kekonyolan itu, dan saya masih memakai Gayus sebagai tokoh utama postingan kali ini. Bagaimana kalo ternyata UFO itu datang atas suruhan Gayus buat mengalihkan perhatian khalayak dari kasusnya, jadi sementara orang-orang pada heboh dengan kedatangan UFO itu dia bisa menyusun rencana kembali untuk mempecundangi hukum Indonesia? Bukankah dia sempet bilang bahwa CIA terlibat dalam kasusnya? Bukankah CIA itu temen dekatnya NASA? Dan bukankah hanya NASA yang bisa berkomunikasi dengan mereka?

Jadi benang merahnya seperti ini, si Gayus minta sama kenalannya yang CIA itu (tentu saja bayarlah, orang dia punya unlimitted budget kok) buat njawil si NASA biar disewain UFO satu aja biar mendarat di Indonesia, dan karena biaya untuk mbikin UFO terlihat orang agak mahal, jadi si Gayus ambil yang paket murmer alias murah meriahnya aja, alias cuma diminta ninggalin jejak, ya pokoknya asal bikin heboh aja lah.. walhasil terciptalah crop circle ala Jogja itu. Sayangnya si Gayus agak kurang peka dengan isu yang lg hangat, coba kalo dia gak lupa mesen desain crop circle-nya itu dibikin logo Keraton Jogjakarta, atau tulisan ala anak ABG di tempat-tempat wisata “UFO WAS HERE”, pasti kehebohan bakal bertahan agak lama, hahaha..

Jadi mari kita tunggu aja kehebohan-kehebohan apalagi yang bakal muncul setelah ini, kalo ternyata kembali si Gayus yang bikin heboh, maka sampeyan boleh percaya dengan teori saya tadi, tapi satu hal yang bisa saya pastikan disini, kalo sampeyan sampe percaya semua teori saya itu berarti tingkat kewarasan sampeyan sudah diambang batas untuk diperiksakan ke dokter jiwa..hahaha...

Sekalian saya ucapken selamat datang kepada mas/mbak Alien di Kota Jogjakarta yang istimewa ini, kalo mau cari souvenir maka Malioboro-lah tempatnya, dan mampir juga ke Beringharjo buat belanjain batik anak istri sampeyan. Tapi jangan mampir “jajan” di Sarkem ya..nanti ndak dimarahi Tuhan..

*Foto ilustrasi lagi2 nyomot dari google, maaf bila ada yang tidak berkenan..
20 January 2011 22 comments

Gayus Sang Satria Piningit?

Dulu pernah santer diwacanakan ada sosok Satria Piningit di Negri ini, seseorang yang terpilih untuk memperbaiki keadaan negri yang sedang carut marut, seseorang yang dengan segala kecakapan yang dimilikinya(entah apapun itu) mampu membalikkan keadaan negri yang sedang memasuki jaman kalabendu ini. Bahkan ketika SBY terpilih sebagai presiden, ada yang bilang bahwa mungkin beliaulah yang disebut satria piningit itu. Kini setelah 2 periode kepimpinan SBY pasti orang2 yang dulu sempat berujar bahwa beliau adalah sang Satria Piningit jadi kewirangan, karena ternyata keadaan Indonesia saat ini tidaklah jauh berbeda dengan masa lalu. Harga kebutuhan pokok masih saja melambung, sementara pendapatan masyarakat masih tetap segitu aja, pendidikan dan kesehatan tidak juga menjadi murah, hukum juga masih jauh dari keberpihakan kepada rakyat kecil.

Ditengah morat-maritnya keadaan negri ini, khususnya dalam hal penegakan hukum, muncul sesosok orang tambun yang bernama Gayus Tambunan. Hampir semua orang yang terjamah media pasti mengetahui sosok itu. Tidak ganteng dan tidak bertubuh atletis, juga tidak memegang sebuah jabatan penting di negri ini, namun tidak usah diragukan lagi ketenaran namanya. Semua orang pasti sudah tahu ulahnya kenapa sampai dia harus berurusan dengan hukum. Gayus memang fenomenal, tampang blo'onnya itu mampu mengecoh dan mempecundangi penegak hukum dinegri ini. Dengan setumpuk uang dia membeli dan mempermalukan hukum di negri ini. Tidak diragukan lagi dialah penjahat nomor satu di Indonesia sekarang. Kefenomenalan Gayus bukan hanya dalam hal kekayaannya yang bisa dibilang tidak masuk akal untuk pegawai negri sekelas dia, namun juga cangkemnya yang ceplas-ceplos dan selalu menyeret nama-nama orang penting dalam kasusnya. Sempat terlontar dari mulutnya yang jauh dari sexy itu bahwa dia menginginkan dirinya agar diangkat menjadi staf ahli di kepolisian atau kejaksaan, dan yang paling mutakhir tentu saja pernyataannya seusai sidang vonis bahwa kasusnya telah dimainkan oleh satgas pemberantasan mafia hukum yang notabene adalah bentukan langsung Presiden itu.

Kembali ke soal Satria Piningit, bagaimana kalo sekali-kali kita membebaskan imajinasi kita bermain. Mari berpikir sedikit agak keluar dari kotak. Bagaimana kalo ternyata sosok Satria Piningit itu mewujud dalam diri seorang Gayus Tambunan? Bagaimana kalo ramalan itu agak sedikit melenceng, bahwa Satria Piningit bukanlah seorang pemimpin, namun seorang penjahat? yang penting kan hasil akhirnya yang bakal mengubah Negri Ini kembali menjadi negri yang makmur, sentausa, gemah ripah loh jinawi, dan bukan persoalan proses menuju kesananya? kalopun ternyata mulut si Gayus yang berjanji untuk membongkar seluruh praktek mafia pajak di negri ini terbukti kebenarannya, maka hal itu akan menjadi sangat positif bagi perbaikan negri ini. Semua hasil dari pajak yang selama ini dicurangi akan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan ekonomi dan pendidikan yang akan mengantar negri ini menjadi negri yang jaya. Tentu semua juga harus didukung dengan aparat penegak hukum yang benar-benar berdedikasi tinggi pada profesinya.

Baiklah untuk sementara mari kita tonton dulu drama Gayus ini akan berakhir seperti apa, sambil berharap sang Satria Piningit bakal benar-benar datang dan menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan.

* ilustrasi nyomot dari google, maaf bagi yang merasa memilikinya
14 January 2011 4 comments

Membisu, Membuta, dan Menulikan Diri

Apa sih yang lagi rame sekarang? ato kalo para tweeps bilang yang lagi jadi trending topic gitu.. Gayus dengan ganyang yustisianya, Nurdin yang pantang mundur, Bachdim dengan pacar sexynya, Bu Ani jadi capres atau malah si Ayin yang mulai naik pamor lagi? lha kabarnya Century pripun? nasibnya Lapindo gimana?

Itulah yang terjadi pada saya sekarang, mengurangi, atau kalo boleh sedikit ngeles, secara tidak sadar terkurangi perhatian saya pada hal-hal yang terjadi dil uar lingkungan saya sendiri. Baca koran sih masih tetep, tapi tidak seantusias dulu lagi kala menghadapi lipatan rapi koran pagi untuk melahap semua informasi didalamnya. Dan kalo sampeyan mulai ada indikasi seperti itu sebaiknya segera cegah sebelum merasuk ke sanubari sampeyan(uoopppooohhh..!!). Bagi sampeyan yang berniat dan berusaha untuk menjadi blogger yang kaffah, dan berupaya menuliskan "blogger" pada kolom pekerjaan di KTP sampeyan, hal seperti itu bisa sangat merusak produktifitas ngeblog. Sekedar berbagi pengalaman saja, dulu tiap ada berita di koran atau kejadian apa aja yang sedikit menyentil jiwa muda saya (bukan berarti saya sekarang sudah tua, sekedar kata pemanis postingan aja..hehe..) langsung saja hal itu bisa menjadi sebuah postingan di blog yang dari dulu hingga kini masih tetep abal-abal ini. Yang terjadi sekarang boro-boro jadi postingan, pengen tau terusannya aja nggak..

Ada rasa bersalah pada blog ini, pada para pengunjung yang secara tidak sengaja keblasuk atau yang memang sengaja memblasukkan diri ke alamat blog ini(emang ada??), pada seonggok kartu nama blogger yang dulu didapat gratisan berkat blog ini, dan yang paling besar adalah rasa bersalah pada sebuah komunitas blogger di kota Solo yang sampe sekarang masih mencantumkan foto dan URL saya pada daftar agregatornya.

Jujur saya merindukan sosok Tukang Nggunem berblangkon itu, yang dulu bisa setiap saat saya panggil untuk merasuki jiwa saya dan dengan ngawur serta kepedeannya menganalisa(maaf ya lisa) segala hal untuk menghasilkan sebuah postingan keren, setidaknya menurut saya sendiri..hahaha..

Jangan salahkan saya kalo sekarang saya lagi lebih asik nguleng-uleng istri saya daripada berkutat dengan keyboard laptop dekil saya (lha wong saya emang masih terhitung pengantin baru kok), jangan salahkan saya juga kalo lebih bersemangat kala membuka pintu tempat usaha daripada menganalisa kejadian2 yang sedang jadi topik pembicaraan di media-media. Ya, saya sedang membisu, menuli, dan membutakan diri terhadap kejadian2 diluar kepentingan saya sendiri.

Semoga postingan kali ini bisa menjadi awal kembalinya blog ini ke ranah blogosphere(selalu begitu harapan saya pada postingan2 sebelumnya). Terimakasih pada para pembaca setia, atau setidaknya yang membaca dan mengkomen karena pekewuh mergo sudah kenal sama saya, hahaha..sampe jumpa di postingan berikut(semoga), salam hangat selalu..
10 November 2010 24 comments

Rabu Pahing

Ijinkan saya bercerita sedikit, meski saya yakin cerita ini babar blas gak penting buat sampeyan dan sejujurnya ini juga gak begitu penting buat saya, tapi entah kenapa ada dorongan dari dalam hati saya untuk menceritakannya kepada sampeyan. Baiklah, cerita ini bermula dari aktifitas pagi saya yang kali ini memaksa untuk mampir ke mesin anjungan tunai mandiri, yang selanjutnya akan ditulis dengan singkatan ATM saja demi menghemat tenaga saya menunal-nunul keyboard leptop usang ini.

Setelah ngedrop istri, motor segera saya belokkan ke gedung AMC(dulu kampus UMY jl. HOS Cokroaminoto). Dari berderet mesin ATM dengan bermacam logo bank yang mensponsorinya itu biasanya saya memasuki mesin ATM nomer dua dari sebelah kanan, tentu saja pilihan bukan didasarkan dari tingkat dinginnya AC yang sampe bikin kaca ruangan itu berembun, tapi lebih dikarenakan pada bank yang menyeponsori ATM itulah saya dan istri sepakat untuk menitipkan keuangan utama kami. Namun pagi ini saya tergoda untuk memasuki mesin ATM lain yaitu yang paling mepet dengan kantor satpam, hal ini tidak lepas dari provokasi sebuah sms yang masuk beberapa hari sebelumnya yang intinya sudah ditransfer dengan nominal sekian ke rekening saya yang satunya itu.

Di sinilah kesialan itu bermula. Tiba-tiba kartu saya raib ditelan mesin ATM tanpa sempat berbuat apa-apa, oleh satpam AMC saya disarankan menghubungi nomer yang ditempel dengan pigura ditembok, nomernya 14000. Di tengah instruksi dari suara renyah di seberang, tiba-tiba telpon terputus, lha dalah jebulnya pulsa habis..kampreett..dst..dst..sampai akhirnya saya harus berpindah-pindah dari kantor cabang pembantu sampe kantor pusat dan akhirnya balik lagi ke kantor cabang bank pembantu akibat termakan instruksi sok tau dari satpam bank yang bersangkutan, hassyyuu sampeyan mas..urusan ATM beres(tinggal nunggu 1jam-an jadi kata mas CS-nya). Motor saya pacu dengan kecepatan tinggi ke arah jln.Afandi(Gejayan) untuk menuntaskan acara inti, nyetak foto, beres..trus lanjut mampir ke LIMAN di Malioboro belanja titipan seorang teman dan langsung dikirim via kantor pos besar, beres. Acara selanjutnya ngambil servisan blitz dan lensa di daerah Kasongan Bantul. Berhubung kartu servis hilang, disini harus ada acara eyel-eyelan dengan tukang servis yang entah kenapa siang itu mukanya jemotos dan kemoplok dan cangkemnya temapuk tenin buat saya, pada akhirnya servisan blom bisa diambil karena blom jadi katanya..dan besok pas ngambil saya harus menyertakan fotokopi KTP, hasssyyyuuuu meneh..apa2an ini...
Saya kira kesabaran saya diuji hanya sampe di situ, ternyata saya hanya ge er sodara-sodara..pas balik ke Bank buat ngambil ATM, ternyata blom juga bisa diambil karena satu dan dua hal..hmmm...bener-bener membuat ngelus dada rentetan kejadian hari ini...

Setelah nempil stok sabar ditoko sebelah akhirnya saya ikhlaskan hari ini menjadi hari yang sial buat saya, sewaktu dijalan pas mau pulang, tiba2 kok saya nginget2 ini hari apa..ternyata hari Rebo dengan pasaran Pahing..iseng2 saya browsing Rabu pahing, dan ternyata di tahun 2010 ini ada lumayan banyak hari Rabu Pahing yang merupakan hari jelek. Tapi ini juga cuma othak-athik mathuk saja kok, saya bukan orang yang percaya banget dengan hal-hal semacam itu, sekedar buat lucu2an aja buat bahan menertawakan diri sendiri. Bagi yang bukan orang Jowo, patut diketahui bahwa hari di kalender Jawa itu ada 5 yaitu Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing. Primbon Jawa yang berisi waktu baik, dan jelek itu terbikin berdasarkan Ilmu Titen orang jaman dulu. Ilmu Titen itu didasarkan dari niteni/memperhatikan kejadian yang berulang-ulang pada waktu yang sama.

(Setelah mereview tulisan saya ini saya kok semakin yakin kalo ini sama sekali gak penting, tapi karena udah kadung jadi yo weslah saya posting aja, daripada mubazir..)
15 July 2010 40 comments

KLANGENAN

Klangenan dalam bahasa Jawa bisa berarti hobi ataupun kegemaran. Lelaki Jawa jaman dulu umumnya memiliki klangenan berupa ayam jago, kuda atau burung perkutut. Klangenan bisa dijadikan simbol status sosial seseorang. Orang yang memiliki klangenan biasanya rela melakukan apapun atau menghabiskan uang berapapun untuk klangenannya itu, misalnya orang yang memiliki klangenan seorang penyanyi campursari yang semok, maka dia akan rela menghabiskan duit berapapun demi ngopeni sang penyanyi semok, atau lihat saja orang yang memiliki klangenan berupa motor gede yang harga per unitnya bisa buat beli rumah itu.

Memiliki klangenan memang menyenangkan, tidak peduli orang tua atau muda semua bisa memiliki klangenan sendiri-sendiri. Coba saja tengok Pak Marsudi dengan klangenannya ini.

Dulu saya pernah punya Tri Wahyu Lesmono(Mono), seekor kucing yang beberapa tahun kemudian mati, lalu saya juga pernah punya Joni de Franco, seekor hamster yang kini sudah pindah tangan ke sepupu saya. Saya juga pernah memberdayakan kolam kecil di kos-an saya dengan puluhan ikan lele (yang gak mungkin kan kalo dikasih nama satu-satu), yang kemudian saya sendiri gak tega untuk ikut menikmatinya pada saat dipanen bareng anak-anak kos lainnya.

Belum lama ini saya membelikan istri sepasang kelinci hias di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY). Hal ini saya lakukan karena berulangkali Istri bilang kangen sama kucingnya di rumah, sementara saya sendiri kalo deket-deket sama kucing bisa langsung bersin-bersin, jadi saya ambil jalan tengah yaitu memberinya sepasang kelinci. Kata penjualnya sih ini jenis kelinci persia, tapi saya gak gitu peduli ini jenis kelinci apa yang penting bulunya halus dan gak bikin bersin, selain itu jinak banget dan lucu. Dan begitulah, sejak saat itu saya memiliki resmi memiliki klangenan sepasang kelinci. Oleh istri saya sepasang kelinci itu dikasih nama Upin dan Ipin(gak kreatif banget memang, hahaha).

Berkat si Upin dan Ipin, studio saya akhir-akhir ini semakin rame saja, bukan rame dengan orang yang mau foto, tapi rame dengan anak-anak kecil tetangga yang pada suka dengan kelinci saya itu, hehehe..
08 July 2010 21 comments

Dunia Pagi, Pagi Dunia..!!

Selama beberapa tahun terakhir, saya praktis jarang atau hampir tidak pernah menyapa udara dan sinar mentari pagi yang, kata orang, segar dan menyehatkan itu. Sebagai mahasiswa yang harus nge-kos, pola hidup yang tidak sadar terbentuk adalah begadang kalo malam, dan bangun setelah hawa panas memenuhi kamar kos yang membuat keringat bercucuran dan membuat tidur tidak nyaman lagi, bisa dipastikan saat itu terjadi jarum jam sudah menunjuk angka 10 atau bahkan lebih. Bangun pagi sudah mirip sebuah aib yang akan sangat menyesal sekali apabila terpaksa melakukannya.

Setelah lepas dari kehidupan kos2an, kebiasaan itu masih terbawa sampai ke rumah. Bahkan setelah memiliki tempat usaha sendiri pun bangun pagi masih terasa berat bagi saya. Ketika orang lain berlomba-lomba untuk membuka tempat usahanya sepagi mungkin, saya masih meringkuk di tempat tidur dan membetulkan selimut. Saya mulai membuka pintu tempat usaha saya kira-kira jam 11-an. Tentu saja dilandasi dengan keyakinan bahwa setiap orang punya rejekinya masing-masing asalkan ada usaha untuk meraihnya, jadi sesiang apapun saya membuka tempat usaha saya, pasti ada rejeki untuk saya, dan alhamdulillah-nya, hal itu ternyata benar terbukti.

Semenjak memiliki pendamping hidup beberapa waktu yang lalu, pola hidup saya berubah total. Bukan soal guling tidur yang sekarang bisa nabok, tapi soal jam tidur dan jam bangun saya yang berubah total karena harus menyesuaikan dengan istri. Berhubung istri adalah pekerja kantoran, maka bangun pagi adalah sebuah keharusan. Awal-awal memang terasa berat, namun lambat laun mulai terpola juga jam biologis saya untuk tidur sebelum jam 11 malam dan bangun jam 5-an pagi. Dan memang benar kata orang bahwa udara pagi itu segar, atau dingin lebih tepatnya. Setelah istri berangkat ke kantor, kegiatan saya selanjutnya adalah menunggu mas loper koran datang membawa koran langganan dengan mencicil membaca-baca berita dari portal berita online dan blog.

Dari tempat saya ngetik postingan ini, saya disuguhi pemandangan pagi sawah di depan rumah saya dengan gerombolan burung kecil dan ayam-ayam yang mencari makan, dan di jalan kecil yang membatasi rumah saya dengan sawah tersebut, sering ada orangtua (tetangga) yang menyuapi anak bayinya sambil jalan-jalan, juga berseliweran orang tua yang berangkat ke kantor sambil memboncengkan anaknya untuk diantar ke sekolah masing-masing.

Sungguh dunia pagi memang menakjubkan, ketika kita menemui wajah-wajah orang yang masih segar dan siap menghabiskan energinya yang masih full setelah dichas semalaman untuk menghadapi hari selanjutnya, ketika kita menjumpai wajah polos anak-anak yang akan berangkat ke sekolah untuk bertemu dan bermain dengan teman-temannya, dan seekor anjing putih yang entah sudah berapa kali mondar-mandir berlari-lari melewati depan rumah saya entah untuk apa.

Jadi saya ucapkan selamat pagi kawan, selamat pagi dunia, selamat menjalani hari ini, semoga hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan buat sampeyan semua.
16 February 2010 49 comments

FYI, Tuhan Tidak Main Facebook..

Entah pesugihan apa yang dipake oleh Mark Zuckerberg sampai mainan bernama facebook bikinannya digilai berjuta insan manusia di dunia ini. Hampir semua orang yang bisa mengakses internet mempunyai account di facebook. Mulai dari yang berprofesi sebagai dosen sampai dengan pekerja seks komersial semua memiliki facebook. Masing-masing berlomba untuk mengupdate status di facebooknya, sekedar memberi tahu dunia tentang apa yang sedang dirasakan atau aktifitas yang sedang dilakukan. Urgensinya bagi orang yang membaca apa coba? Gak ada babar blas… ketika banyak komen yang masuk memang akan muncul semacam sensasi yang menyenangkan, merasa eksis dan diperhatikan banyak orang. Jadi kesimpulan awal yang bisa diambil adalah para pecandu facebook itu kaum yang NARSIS.

Sekian lama saya masuk dalam rombongan orang-orang narsis itu dengan berasyik masuk di facebook, semakin hari ternyata semakin membuat tidak nyaman. Ada semacam dorongan untuk selalu membuka account facebook kita setiap hari dan otomatis kita akan dipaksa melihat update status yang dilakukan oleh teman-teman kita, bohong besar kalo kita bisa melewatkan halaman dimana status teman-teman kita itu terpampang tanpa membacanya sedikitpun. Ada berita bahagia, ada kisah sedih, dan banyak kabar gak penting yang berseliweran, pada awalnya menarik tapi lama-lama kok malah jadi mengusik. Kalo sampeyan pernah nonton film Bruce Almighty saat diceritakan si Bruce bisa mendengar kata hati dan doa semua orang, semua berseliweran di dalam kepalanya, kira-kira gambarannya seperti itu lah bagi saya.

Ketika semua orang ikhlas untuk “membuka” kehidupannya kepada dunia, ruang privat tidak dibutuhkan lagi. Semakin banyak orang yang akan bisa mengetahui makanan kesukaan orang lain, merk hape terbaru yang dimiliki orang lain, ukuran sepatu, celana, kutang dan cawat orang lain, bahkan mungkin tahi lalat dibokong orang lain pun akan bisa diketahui. Menurut sampeyan itu menyenangkan?

Banyak saya jumpai orang-orang berkeluh kesah, komplain, atau berdoa kepada Tuhan (komplit dengan membawa-bawa nama Tuhan segala) melalui update statusnya di facebook. Bagi saya, berdoa itu adalah saat-saat paling intim antara saya dengan Tuhan saya. Saya butuh waktu dan tempat yang khusus untuk melakukan aktifitas berdoa itu, sama sekali bukan hal untuk dipamerkan dan benar-benar hanya antara saya dan Tuhan saja yang tahu. Apakah karena teman di facebook ribuan lalu ketika berdoa lewat facebook dan banyak yang membaca sekaligus mengkomen maka akan lebih besar kemungkinannya untuk didengar oleh Tuhan?? Atau tujuan menuliskan status berwujud doa itu hanya agar kelihatan relijius?? Atau jangan-jangan mereka pikir Tuhan itu main facebook juga?? Kalo iya, maka selamat..selain jadi orang narsis ternyata sekaligus juga orang pekok.

Jadi, berhentilah berkeluh kesah di facebook..!!!

(Ps : Saya sudah menghapus account saya di facebook, dan ternyata rasanya menyenangkan..)

09 December 2009 31 comments

Rejeki

“Habis mas..”, begitu ucap perempuan paruh baya tersebut ketika ada dua pemuda berboncengan motor yang berhenti di depan warung tendanya. Hmm..berarti dada dan kepala ayam yang sedang saya tunggu untuk digoreng itu adalah dagangan terakhirnya. Entah kenapa saya senang mengetahui dagangan perempuan ini habis, bukan..bukan karena dia ada hubungan darah dengan saya, apalagi karena saya ada main dengan perempuan penjual ayam goreng/bakar itu, rasa senang itu semacam empati yang datang secara tiba-tiba dalam diri saya. Berarti jerih payahnya mempersiapkan dagangan sejak pagi(mungkin) terbayar lunas, berarti pula dia berhasil membawa pulang sejumlah uang untuk menambah pendapatan keluarganya.

Tiba-tiba suara gamelan jawa yang rancak menyeruak di sela-sela suara deru kendaraan bermotor. Dua orang pengamen dengan kostum penari kuda lumping beraksi di warung tenda itu. Satu orang membawa semacam tape komplit dengan speaker besar yang tidak memberi kesempatan suara bass dalam output suaranya, sedangkan seorang lagi membawa kuda kepang dan menari alakadarnya di depan orang-orang yang sedang menikmati makanan di warung itu.

Ada sebuah benang merah yang menghubungkan antara penjual ayam tersebut dengan pengamen kuda lumping. Mereka sama-sama sedang mengumpulkan rejeki untuk hidup mereka. Rejeki memang ada dimana-mana. Rejeki ada untuk siapa saja. Tentunya dengan syarat orang tersebut mau berusaha. Bahkan orang yang menang lotre pun harus bersusah payah berangkat membeli kupon lotre dan memikirkan nomer yang akan mereka pasang. Jadi jangan harap mendapatkan banyak rejeki hanya dengan lungguh jegang, ngopi, udud, dan kukur2 dengkul tiap pagi di rumah.

Sama halnya dengan beberapa waktu yang lalu saat diadakan rekruitmen calon pegawai pemerintah. Ada yang rela menyebrang ke propinsi tetangga, bahkan menyebrang ke pulau tetangga untuk memperebutkan posisi terhormat tersebut. Semua itu demi mengejar rejeki tadi dan juga sekaligus menaikkan status sosial mereka dalam masyarakat.

Rejeki bagi saya pribadi sama halnya dengan beol dipagi hari. Kadang bisa banyak, kadang sedikit, dan kadang malah tidak beol sama sekali. Semua tergantung input pada hari sebelumnya. Kalo inputnya banyak keluarnya juga banyak, kalo inputnya sedikit ya cuma sedikit juga keluarnya. Artinya banyak sedikitnya rejeki yang saya dapat berbanding lurus dengan usaha yang saya lakukan.

Trus kalo ada yang bilang, “ Kalo saya banyak sedikit rejeki yang masuk tergantung besar kecilnya duit rakyat yang saya embat”, atau “Kalo saya sedikit banyaknya rejeki tergantung besar kecilnya kasus yang saya makelari..boleh kan mas??”, boleh-boleh saja...ya saya cuma mau mendoakan agar sampeyan gak bisa beol dengan lancar tiap pagi..hahaha...

Selamat buat sampeyan semua yang kemarin berhasil lolos dalam seleksi menjadi pegawai pemerintah, bagi yang belum lolos saya doakan lolos pada kesempatan selanjutnya. Bagi yang tidak lolos-lolos juga, ingat bahwa rejeki itu ada dimana saja.
10 November 2009 24 comments

Sang Pembisik


Saat kaki melangkah memasuki gerbong kereta Prambanan Ekspres di stasiun Wates, tengok kiri kanan masih ada beberapa bangku yang kosong, entah apa yang membawa saya duduk di samping pemuda umur belasan yang duduk dengan menaikkan kaki di bangku kereta (istilah jawanya jegang), dan arah duduknya juga searah dengan laju kereta yang otomatis membuat kakinya hampir mengenai saya. Sekilas saya tatap pemuda wagu itu, dia sedang asik melihat pemandangan di luar kereta yang sedang melaju sedang.

Suara 1 : Asu..!!! Ndeso..!! lungguh sak geleme dewe..apa gak pernah diajari tatakrama sama orangtuanya??!! Egois..ra sopan...
Suara 2 : Mungkin saja dia tipe orang yang merasa mual kalo naik kendaraan dengan duduk menyamping, jadi dia harus menyesuaikan duduknya dengan arah laju kereta

Sampai stasiun Tugu Jogja, jumlah penumpang yang turun tidak sebanding dengan yang naik. Harus sedikit menggeser posisi duduk saya untuk memberi tempat pada seorang wanita dengan kaos pink dan memakai masker untuk menutupi mulut dan hidungnya. Wanita itu membawa travelbag guede warna biru yang menambah sesak kereta, di dekat pintu malah ada om-om yang membawa TV ukuran 21 inch, jadi berasa di kereta barang ni, pikir saya.

Beberapa menit menjelang kereta akan berangkat, tiba-tiba seorang pemuda (lagi-lagi) memaksakan untuk duduk diantara saya dan wanita itu. Hmm..okelah pikir saya, namanya juga transportasi umum.

Ternyata kereta agak molor dari yang dijadwalkan, sudah 6-8 menit duduk berdesakan namun blom juga pintu ditutup tanda akan berangkat. Perhatian saya jadi tertuju pada pemuda yang ndesel-ndesel duduk diantara saya dan wanita berkaos pink itu. Dandanannya khas pemuda masa kini, potongan rambut perpaduan antara Sasuke dengan Andhika Kangen Band, celana jeans skinny, kaos distro, dan jaket distro yang waktu itu cuma ditentengnya. Saat mata tertumbuk pada alas kakinya, alamak..sandal jepit swallow biru buluk menjadi alas kaki yang gak kalah buluknya.

Suara 1 : hmm..masnya ini bener-bener korban mode, heran kok rambutnya isa dibikin kayak gitu..gek iki mambu opo ya?? wangine kok aneh ngene.. jadi penasaran minyak rambute masnya itu apa...
Suara 2 : Heh Su..!!!lha mbok biarin orang mau dandan kayak gimana..coba lihat kamu sendiri, kaos oblong, jeans dekil, sendal njagong(istilah saya untuk sandal dengan potongan resmi), potongan rambut gak trendi, minyak rambut murahan...kmu gak lebih baik dari dia!!!
Suara 1 : Setidaknya aku gak banyak tingkah, sok tengil, sok modis...
Suara 2 : Itu kan menurut kamu...!!!

Akhirnya pintu kereta menutup secara otomatis, dan dengan sedikit hentakan kereta mulai berjalan pelan tanpa mempedulikan kedua suara hati saya yang masih saja berdebat. Tidak sampai 5 menit kereta memasuki Stasiun Lempuyangan, pemuda dengan dandanan aneh itu turun...!!!!!....... yap benar, dia turun di Stasiun Lempuyangan setelah sebelumnya naik dan memaksakan duduk berdesak-desakan dari Stasiun Tugu yang memakan waktu tidak lebih dari 5 menit saja.

Suara 2 : woooggghh...!!!!!jebul nyat kampreettt cah kuwi...kalo cuma mau turun di Lempuyangan knapa gak berdiri aja??
Suara 1 : Andyani kok...


Selepas dari Stasiun Lempuyangan tempat duduk menjadi lumayan lega, namun hanya beberapa saat saja ketika wanita berbaju pink itu bilang “Sini dong..!!”. Panggilan itu ditujukan pada om-om yang membawa tv tadi. Segera om-om berkumis tipis dan berdandan perlente itu duduk disamping sang wanita berbaju pink, kereta pun melaju lagi dengan pelan.

Meski memakai masker yang menutup sebagian wajahnya, namun saya mengira kalo umur wanita itu masih muda, terlihat dari kulitnya yang masih kencang, suaranya, dan cara berdandannya juga masih seperti anak muda masa kini. Tanpa malu dan sungkan si wanita memeluk dan menggelendot manja kepada om-om itu, dengan nada bicara yang tak kalah manjanya.

Suara 1 : Tak salah lagi, perempuan ini pasti istri simpanan dari lelaki ini.
Suara 2 : Dari mana kamu tau?
Suara 1 : Hanya orang bebal saja yang tidak tahu, lihat caranya bermanja-manja, lihat barang bawaannya, travelbag besar itu isinya mungkin pakaian dan perlengkapan hidup lainnya, sedangkan tv yang dibawa om-om itu adalah juga milik perempuan ini. Kesimpulannya perempuan ini sedang pindahan, mungkin tempat tinggal yang lama sudah diendus keberadaannya oleh istri tua om ini.
Suara 2 : Bagaimana kalo ternyata ini anaknya?
Suara 1 : Anak?? Apa kamu gak bisa membedakan dari caranya bersikap dan bertutur kepada om-om itu? Sigh...kamu sungguh naif sekali..
Suara 2 : hmm..mungkin ada benarnya juga, tapi bukankah itu bukan urusanmu?? Kenapa orang selalu tampak salah dimatamu?
Suara 1 : lho inikan cuma didalam hati saja, jadi bebaslah kita mau ngomongin orang kayak apa..
Suara 2 : bener mas bro...salaman sik...btw lihat orang yang berdiri didekat pintu itu, bukankah orang itu mirip dengan Titus?
Suara 1 : Titus?? yang sering nongkrong di TBS itu?? benar juga...mau disapa ndak??
Suara 2 : Pura-pura ndak lihat aja lah, lagian belum tentu itu benar si Titus..
Suara 1 : Oke mas bro...

Tidak terasa kereta memasuki stasiun Klaten, dan pasangan kontroversial itu pun turun. Ternyata bukan hanya saya saja yang memperhatikan, tatapan aneh orang-orang mengiringi turunnya pasangan itu di Stasiun yang bercat hijau itu.
Selepas dari Klaten tidak ada hal yang menarik lagi, dan saya pun membenamkan konsentrasi saya pada tabloid bola yang tadi saya beli, lumayan bisa jadi peredam dosa daripada cuma mbatin uwong ra jelas.

*) Semua kejadian adalah benar adanya, sesuai dengan yang saya temui pada perjalanan saya menuju Solo hari Senin(09/10) kemarin. Bagi yang belum pernah naik kereta Pramex silahkan mencoba, banyak hal menarik dan unik yang bakal sampeyan temui. Salam hangat selalu.
25 October 2009 43 comments

Dialog (imajiner) SBY dan Tukang Nggunem


Di sebuah tempat ngopi yang temaram dengan cahaya lampunya, ditingkahi suara alunan musik jazz yang membuai angan.

Tukang Nggunem : Weh Pak Beye…apa kabar Pak?? Lama gak jumpa..

SBY
(sambil tersenyum kharismatik) : E..dik Tukang Nggunem..alhamdulillah baik-baik saja, iya lama gak ketemu dik Tukang Nggunem (sambil mengingat-ingat kapan pernah ketemu)

Tukang Nggunem
: Mari silahkan duduk Pak..

SBY : Lha memang saya sudah duduk dari tadi, kan duluan saya datangnya..

Tukang Nggunem
: Hahaha..Pak Beye ini memang suka bercanda.. (sambil menepuk pundak SBY dengan akrabnya)

SBY
: Karepmu lah le… (memberi isyarat pada paspampres untuk mengokang senjata)

Obrolan terhenti dengan datangnya seorang pelayan yang menyodorkan menu, dan seperti biasa Tukang Nggunem memesan daftar menu paling atas, bukan karena itu favoritnya tapi lebih karena itu yang termurah..

Tukang Nggunem
: Boleh nanya gak Pak Beye?

SBY
: Kalo saya bilang nggak boleh apa situ mau nurut??

Tukang Nggunem
: Hahaha…baiklah kalo Bapak memaksa(??!!), gini lho Pak…kenapa banyak hal-hal yang controversial yang terjadi diawal kepimpinan Bapak periode ini?

SBY (sambil melipat freemagz DolankeSolo yang sedari tadi dibacanya) : Maksud dik Tukang Nggunem?? Tolong kalo bicara itu yang jelas, katanya anak komunikasi, ngomong kok gak jelas gitu, pasti belum lulus ya??

Tukang Nggunem : Soal saya lulus kapan itu urusan saya sama Tuhan dan Pembimbing saya Pak..maksud pertanyaan saya tadi gini lho, kan banyak tu kasus-kasus yang mencuat di media massa, seperti Menkes yang baru yang katanya titipan pihak asing, trus soal bank yang bermasalah itu kelanjutannya gimana, dan ada lagi soal ketua majelis tertinggi Negara yang kesulitan membaca, trus soal ayat tembakau yang hilang ditengah jalan…

Obrolan kembali terhenti dengan datangnya pesanan secangkir kopi dengan bonus senyum manis sang pelayan yang sayangnya laki-laki…

SBY : Jadi begini Nak…soal menkes yang kontroversial itu saya tegaskan disini bahwa tidak ada itu yang namanya titipan-titipan dari Negara asing atau apalah, HOAX itu, memangnya saya babysitter??semuanya sudah melalui prosedur dan standar yang benar, jadi tidak perlu risau soal itu..

Tukang Nggunem : Siapa bilang saya risau Pak?? saya cuma nanya kok…

SBY : Rasah crewet sik, rungokno wae.. lalu soal Bank bermasalah itu bukankah semua sudah jelas, sudah ada tersangka dan sudah dalam proses hukum, biarlah hukum yang menyelesaikannya..

Tukang Nggunem : Yakin bisa selesai Pak??

SBY : Lha po dik Tukang Nggunem bisa menyelesaikannya?? Kalo bisa ya silahkan aja..

Tukang Nggunem : lha saya kan cuma nanya Pak, menggunakan hak saya sebagai warganegara untuk mendapatkan informasi, apa ndak boleh??

SBY : Assshh mboh…tak dupak tenan lambemu nek crewet dewe ngono… saya teruskan ndak ini penjelasan saya?

Tukang Nggunem : LANJUTKAN..!!!

SBY : Sampe mana tadi, o iya soal Pak TK yang salah nyebut nama saya sampe 3 kali dan salah juga nyebut nama pak Habibie, ya mungkin karena demam panggung saja, maklum saja Pak TK kan sering gak menghadiri sidang dewan, jadi mungkin dia lupa tata caranya, ya mau gimana lagi, namanya juga manusia, ada kalanya salah, ada kalanya lupa, untungnya sidang yang harus dipimpin pak TK paling gak cuma setahun sekali, jadi semoga saja tidak membebani Pak TK, kasian beliau sudah sepuh dan harus berseberangan pendapat dengan istrinya di rumah..

Tukang Nggunem
: Ooooo…jadi begitu ya Pak… (sambil mbatin kok jawabannya normatif dan wagu sekali)

SBY : Lalu mengenai ayat tembakau yang hilang itu, memang ada beberapa pihak yang tidak menginginkan ayat itu ada, namun saya yakin kalau hilangnya ayat kedua dalam pasal 113 undang-undang kesehatan itu semata terjadi karena masalah teknis saja

Tukang Nggunem : Mmmm…begitu to Pak, bolehkan kalo saya tidak puas dengan jawaban-jawaban Bapak?

SBY : Lha yo karepmu…mau percaya ato ndak itu urusanmu…

Tukang Nggunem
: Ya sudahlah Pak, Bapak sudah cukup lama menyita waktu saya, mendingan saya ngrampungke sekripsi saya yang sudah dua bulan gak rampung-rampung ngeprintnya.. Tolong sekalian pesenan saya ini dibayari ya Pak, besok gantian saya yang mbayari wes..

SBY
: Wooogghhh…kampret…Cuma mau ngopi gratisan aja pake banyak cing-cong..ciyeleeeng kowe!!!
19 September 2009 17 comments

Lebaran dan Noordin M Top

Lebaran selalu saja indah bagi semua umat muslim. Berbagai macam pemaknaan lebaran bagi masing-masing orang; lebaran adalah mudik ke kampung halaman, lebaran adalah bisa bebas makan-minum lagi di siang hari, lebaran adalah opor ayam dan ketupat, lebaran adalah perayaan kemenangan setelah bertarung dengan hawa nafsu selama sebulan penuh di bulan ramadhan. Sah-sah saja setiap orang memaknai lebarannya sendiri-sendiri, toh pada hakekatnya lebaran adalah sebuah pencapaian individu(apapun itu) setelah sebelumnya harus berlapar-lapar dan berhaus-haus sebulan penuh dibulan ramadhan.

Pencapaian bangsa Indonesia dipenghujung ramadhan ini sangatlah pantas untuk diapresiasi. Setelah bertahun-tahun berada dalam bayang-bayang teror bernama Noordin M Top, akhirnya bangsa Indonesia bisa sedikit bernapas lega setelah sang teror dilumpuhkan, dimatikan lebih tepatnya, di Solo, Jawa Tengah. Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi bangsa Indonesia, dan mungkin juga menjadi pencapaian bagi Noordin M Top sendiri. Mungkin telah tercapai pula keinginan Noordin untuk bisa syahid di jalan Alloh SWT, versi kelompok mereka tentu saja. Jadi menurut saya tidak ada yang menang mutlak dan tidak ada yang dikalahkan dalam proses penggrebekan Noordin M Top di Mojosongo Jebres Solo kemaren. Itu hanyalah semacam win-win solution bagi semua pihak.

Jadi memang betul kalau dikatakan bahwa ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Buktinya ramadhan tahun ini semua pihak senang, karena semua pihak menang. Yang teroris diuntungkan karena dengan mati mereka dapat masuk surga, sedangkan pihak polisi diuntungkan karena berhasil melaksanakan tugas mereka dan mendapat penghargaan pula, rakyat Indonesia juga diuntungkan karena setidaknya bisa menjadi tenang ketika akan check in atau beraktifitas di hotel-hotel yang berbau amerika. Gusti Alloh SWT memang maha pemurah dan penyayang, semua dilimpahi berkah di bulan suci ini, tanpa pandang bulu.

Akhirnya dengan segala ketulusan dan kerendahan hati, saya pribadi sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan yang melekat, mengucapkan selamat merayakan lebaran : MINAL AIDIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

ilustrasi gambar by : Jendra Kumaraseta
28 May 2009 41 comments

10 Manfaat Lain Dari Seks

Kalau masih berpandangan bahwa ngomongin seks itu tabu, sadarlah bahwa sampeyan hidup di tahun 2009, hehehe… Mungkin jarang-jarang juga guneman diblog ini mbahas soal ginian, tapi demi menyelamatkan nama baik saya untuk tetep apdet (jiaahh..!!!) ini saya bela-belain posting hal remeh temeh. Biarpun remeh temeh tapi tetep saja menarik buat disimak, ya…karena segala sesuatu tentang seks itu selalu menarik untuk dijadikan subyek bahasan, hehehe..

Jadi sodara-sodara, seks itu bukan sekedar untuk meneruskan keturunan atau menyalurkan hasrat menggebu saja, namun ternyata dibalik itu ada macam-macam manfaat yang bahkan saya sendiri juga baru tau ini. Yang membuat saya agak percaya dengan artikel yang pernah saya baca itu karena semua pernyataan berdasarkan pada penelitian dari instansi-instansi yang valid.

Kegunaan lain dari aktifitas seks itu antara lain :

Justify Full1. Mengurangi resiko disfungsi ereksi
Penelitian terkini menunjukkan pria yang rutin berhubungan seks dapat mengurangi resiko berkembangnya disfungsi ereksi. Penelitian selama 5 tahun yang dipublikasikan American Journal of Medicine, menganalisa 989 pria Finlandia dengan umur 55-75 tahun. Ditemukan pria yang berhubungan seks sekali dalam seminggu punya resiko dua kali lebih besar menderita disfungsi ereksi dibandingkan dengan para pria yang terlibat dalam aktivitas yang membuat tubuh panas ini selama 3 kali dalam seminggu.

2. Mengurangi berat badan
Berat badan biasanya sering menjadi masalah serius bagi sebagian wanita. Lengan keliatan menggelambir sedikit aja udah ngeluh kalo kegemukan, nah ternyata seks itu juga bermanfaat untuk mengurangi berat badan, seks membuat semua kelompok otot tubuh bekerja. Ini merupakan latihan cardio-vascular yang bagus dan akan membantu Anda membakar 300 kalori dalam satu jamnya.

3. Melepaskan stres
Dengan mendapatkan kepuasan dari hubungan seks dapat membantu menghilangkan beban dari hari yang berat dengan meningkatkan tingkat cuddle chemical oxytocin, yang mana dapat membangkitkan perasaan kehangatan dan rileks.

4. Meningkatkan prestasi
Atlet wanita yang melakukan seks pada malam sebelum berlomba pada keesokan harinya, menurut penelitian oleh Norwegian University of Sport. Para peneliti mengklaim atlet wanita itu akan merasa lebih percaya diri dan lebih rileks dari biasanya.

5. Awet muda
Tingkatkan penampilan dengan hubungan seks yang memuaskan. Seks akan membuat selalu tampak dan merasa lebih muda, serta membuat rambut menjadi lebih berkilau dan kulit menjadi lebih cerah. Semua ini karena bertambahnya estrogen dan hormon lainnya.

6. Meringankan rasa sakit
Sakit kepala? Lupakan obat penghilang rasa sakit dan minum alcohol untuk menghilangkan rasa sakit sampeyan, karena perasaan nyaman ketika endorphin dilepaskan selama hubungan seks dapat membantu mengurangi rasa sakit. Silahkan dicoba sendiri dan kabari saya hasilnya, hehehehe…

7. Mengatasi depresi
Kepuasan dan hormon yang dihasilkan juga dapat mengurangi depresi dan kegelisahan.

8. Meningkatkan kekebalan
Melakukan seks dua kali dalam seminggu bisa membuat terhindar dari pilek dan flu, menurut penelitian di New Scientist. Hal ini dikarenakan, hubungan seks dapat meningkatkan lgA, lapisan pertahanan pertama dari sistem kekebalan.

9. Mempercepat pemulihan kondisi badan
Dengan berusaha keras untuk meraih bagian tubuh seperti perut dan bagian dalam paha dalam beberapa sesi hubungan seks dalam seminggu, akan membantu memacu badan sampeyan kembali ke kondisi fit.

10. Hidup lebih lama
Para pria dan wanita yang berhubungan seks 3 kali dalam seminggu akan mengurangi resiko mereka terkena serangan jantung atau stroke, menurut penelitian University of Bristol.


Dengan diungkapnya 10 kegunaan tersebut, tidak perlu ragu lagi deh untuk semakin rajin berhubungan seks dengan pasangan sampeyan. Saya sangat tidak menganjurkan sampeyan untuk melakukan seks bebas, seks yang gonta-ganti pasangan. Akan lebih baik dan lebih bermanfaat apabila kegiatan seksual dilakukan dengan pasangan yang tetap dan melibatkan perasaan. Jadi, selamat...mmm…selamat apa ya… selamat berseks deh…(wagu tenan…)
19 May 2009 41 comments

Susahnya Bersyukur

Sudah lama banget saya nggak terlanda perasaan macem ini. Perasaan dimana membuat jantung seakan berhenti berdegup dan mendirikan bulu roma (btw ada yang tau knapa dikasih nama bulu roma??). Seketika seluruh tubuh merespon perasaan itu dengan berbagai macam cara, tiba-tiba perasaan itu mengingatkan betapa saya ini sudah begitu jauh melupakanNya, melupakan segala nikmat yang telah diberikanNya, dan segala kemudahan yang seakan mengguyur kehidupan saya hari demi hari. Beliau ini yang tiap hari kita puja-puja dan kita sembah, seringkali mengirimkan pesanNya melalui cara-cara yang sama sekali tidak terduga. Beliau memang super misterius, nggak ada satu manusia pun yang bisa menebak apa skenario apa yang akan Beliau mainkan pada hidup kita. Bahkan satu detik ke depan pun masih merupakan misteri terbesar bagi kita yang hanyalah makhluk lemah ini.

Cukup sepele memang, hanya dari sebuah tayangan televisi saja saya merasa cukup tertampar dengan keras. Entah kenapa saat itu saya yakin banget bahwa Beliau mengirimkan tayangan itu khusus untuk saya, untuk menyentil hati nurani saya. Tayangan tentang perjuangan anak-anak SD dari keluarga nelayan yang harus menyeberangi pulau, membawa bekal makanan dan pakaian karena harus menginap agar bisa mengikuti ujian akhir sekolah dengan lancar. Saya lupa di daerah mana kejadian itu, yang saya ingat adalah stasiun tv yang menyiarkan berita itu adalah MetroTv. Wajah-wajah polos dengan jawaban lugunya ketika diwawancarai tidak menampakkan raut muka yang kesusahan, namun lebih menyiratkan semangat karena akan menghadapi ujian akhir di sekolahnya.

Seketika saya seakan disuruh berkaca, membandingkan nasib anak-anak itu dengan nasib saya. Berbagai fasilitas kemudahan mengelilingi hidup saya. Kendaraan meski butut saya punya, keuangan meski gak banyak-banyak amat tapi bisa menjamin saya gak bakal kelaparan, penginapan (kos-kosan) meski tidak mewah juga cukuplah buat berteduh, belum lagi dengan fasilitas-fasilitas penunjang lain macem laptop, koneksi internet, kamera, dll. Disinilah letak kelemahan manusia, ketika berbagai kemudahan mengakrabi hidupnya, lupa deh dengan yang namanya bersyukur. Bahkan untuk menunaikan kewajiban 5 kali sehari saja hanya sekedar buat sah-sahan saja. Kalimat istighfar langsung meluncur dari mulut saya, seketika itu juga saya menjadi merasa kerdil dan bukan apa-apa tanpa campur tanganNya. Saya bukanlah orang alim, bukan pula jebolan pondok pesantren manapun, saya hanyalah manusia yang beragama dan mempercayai bahwa ada sebuah zat super power yang mengatur kehidupan di alam semesta ini.

Yah semoga saya dan sampeyan semua senantiasa menjadi manusia yang bisa bersyukur dengan apa yang telah kita terima. Percayalah meski nampaknya keberhasilan itu adalah karena usaha keras sampeyan, namun campur tangan dari yang di atas sana lah yang menentukannya. Terimakasih kepada kedua orangtua saya yang telah memberikan lingkungan keluarga yang agamis kepada saya. Setidaknya saya tau kemana harus kembali ke jalan yang semestinya ketika saya sudah merasa begitu jauh tersesat.
12 May 2009 34 comments

Antara Prameks(Prambanan Ekspress), Sora Aoi dan Maria Ozawa.

Sebagai wong Jogja yang harus lebih banyak berada di kota Solo, saya adalah salah satu pelanggan setia kereta api Prameks (Prambanan Ekspress). Kalo nggak salah saya juga sudah beberapa kali menyinggung-nyinggung soal kereta Prameks dalam beberapa guneman saya di blog ini. Hampir setiap akhir pekan saya selalu menjadi salah satu orang yang harus berdesakan di kereta api Prameks tersebut, apalagi setelah tahun 2007 kemaren Kereta api Prameks melayani jalur Solo-Kutoarjo, yang berhenti juga di stasiun Wates, kota saya tercinta. Sudah lupa kapan terakhir kali saya pulang ke Wates naik sepeda motor, selain karena murah meriah, gak capek, dan kalo beruntung juga bisa dapet pemandangan indah, hehehe...

KA Prameks Solo–Yogyakarta pergi pulang (PP) kali pertama diluncurkan tanggal 20 Mei 1994, dengan hanya menggunakan empat rangkaian kereta kelas bisnis yang ditarik oleh lokomotif diesel. Rangkaian ini memakai kereta milik Senja Utama Solo yang beroperasi hanya pada malam hari. Awalnya KA itu berjalan hanya dua kali sehari pergi-pulang. Dalam kurun pengoperasiannya, KA Prameks telah mengalami beberapa kali perubahan jadwal pemberangkatan maupun sarana yang dipergunakan (sumber: wikipedia).

Keberadaan kereta Pambanan Ekspress ini sangat membantu bagi para komuter seperti saya. Dengan harga tiket kereta Prameks sebesar Rp 7000 (untuk jarak tempuh Solo-Jogja dan sebaliknya) dan Rp 14.000 untuk (Solo-Kutoarjo dan sebaliknya) maka kita sudah bisa ngirit segalanya; ngirit waktu, biaya, dan tenaga.

Bagi yang kerap menggunakan jasa kereta Prameks, pasti sudah tau kalo rangkaian gerbong prameks itu ada dua jenis. Pertama adalah rangkaian gerbong yang berwarna biru putih (prameks lama), dan satunya adalah prameks yang baru yang bercat kuning terang. Kadang kereta rangkaian yang biru putih itu masih sering dipakai juga saat rangkaian gerbong yang baru (yang kuning) rusak. Nah berdasarkan informasi yang saya dapat, rangkaian gerbong yang berwarna biru putih itu adalah hasil dari rekondisi KRL Jepang buatan 1976-1986. Bisa sampeyan semua bayangken, di Jepang pada tahun itu sudah ada kereta yang pintunya bisa buka tutup sendiri (hajinguk bosoku ndeso biyanget..). Namun bukan itu yang saya maksud, sangat besar kemungkinan seorang Sora Aoi dan Maria Ozawa kecil (dari hasil googling lagi, Sora Aoi lahir tahun 1983 dan Maria Ozawa tahun 1986) pernah naik di salah satu gerbong kereta prameks yang selama ini kita naiki, bahkan mungkin pernah duduk di bangku yang sama dengan kita...hahahaha..gak penting banget ya..memang itu adalah salah satu pikiran gak penting yang terlintas ketika saya sedang termangu sendirian menatap keluar jendela di kereta Prameks yang sedang melaju.

Untuk menebus waktu sampeyan yang terbuang percuma gara-gara mbaca guneman gak penting di atas, maka ini saya kasih jadwal perjalanan kereta api Prambanan Ekspres baik dari Sragen-Kutoarjo maupun sebaliknya.


sumber : wikipedia

* Foto Prameks saya pinjem dari sini dan sini
04 May 2009 59 comments

Selangkangan oh selangkangan

“Betapa enak menjadi perempuan, tinggal membuka aurat maka lelaki akan bekerja keras memperebutkannya”

Begitulah sepenggal bait syair lagu dari The Panas Dalam yang berjudul “Cita-citaku”. Sebaris kalimat yang kalo diliat sekilas tidak lebih dari sebuah kalimat konyol biasa, namun kalo dicermati lagi sebenernya sangat dalem sekali makna kalimat itu. Wanita dibalik segala kelemah lembutannya, kemolekannya, keindahannya, tanpa pernah kita sangka dan kita duga ternyata menyimpan sebuah kekuatan besar, kekuatan yang kadang bisa menganggkat hidup seorang laki-laki, namun tidak jarang malah menghancur leburkan.

Banyak kasus runtuhnya martabat lelaki tangguh didunia ini ditangan perempuan. Prajurit Spartan berperang dengan menyerang kerajaan Troy hanya karena kecantikan seorang Helen, kemudian Bill Clinton yang harus terpuruk karena bermain-main selangkangan si Monica staffnya. Itu kasus yang di dunia internasional, yang dari lokalan juga gak kalah heboh, tentu sampeyan semua masih inget dengan Yahya Zaini yang harus dipecat dari DPR gara-gara selangkangan Maria Eva, kemudian Si Al Amin Nasution yang hancur karir dan rumah tangganya karena salah satunya oleh seorang perempuan.

Yang lagi hot-hotnya sekarang apalagi kalo bukan Antasari Azhar yang harus mendekam di dalam penjara, lagi-lagi dikarenakan persoalan selangkangan. Bahkan selangkangan yang ini saking dahsyatnya sampai-sampai satu nyawa harus melayang untuk memperebutkannya. Sungguh mengecewakan sekali, ditengah gencar-gencarnya perang melawan korupsi ternyata sang jendral perang masih sempat-sempatnya bermain-main dengan napsunya dan mengacaukan perang utamanya sendiri. Meski tidak ada kaitan langsung antara pemberantasan korupsi dengan kasus yang menimpa Antasari, namun apa yang menimpa sang jendral itu bisa membuat kepercayaan rakyat terhadap KPK sedikit menurun. Jujur saja kasus yang menimpa Antasari itu mencederai citranya sebagai lelaki tangguh nan suci di mata saya. Ah kampret kau Antasari...

Dengan banyaknya kasus kehebohan yang disebabkan oleh perempuan apakah ini puncak perjuangan emansipasi wanita oleh Kartini dulu itu? Saya bertanya-tanya apakah arwah Kartini akan tersenyum bahagia melihat “pencapaian” para kaumnya? Ataukah beliau akan bersedih karena “pencapaian-pencapaian” itu telah menyimpang dari tujuan perjuangannya semula??

Ah sudahlah, biarkan Antasari mendekam dalam penjara sambil mengingat-ingat indahnya selangkangan si Rani, biarkan pula RA Kartini tenang di alamnya tanpa dibebani ulah-ulah kaumnya yang kelewat batas. Hanya satu pesan moral dari semua kasus-kasus itu, kita harus menghormati wanita, menghormati dalam arti seluruhnya. Karena wanita itu ibarat patung yang tampak cantik dan sempurna namun akan terlihat retaknya bila kita dekati (sungguh saya tidak mengerti maksud kalimat terakhir yang saya tulis..hahahahaha).

Guneman ini bukan untuk mendiskreditkan kaum perempuan dimanapun, namun sebaliknya, postingan ini untuk mengingatkan betapa kita kaum laki-laki harus menghormati perempuan dengan segala kehormatan mereka.

Ijinkan saya menutup guneman ini dengan penggalan bait dari band dan lagu yang sama di awal guneman ini.

“dimana ada kemauan di situ ada jalan, dimana ada kemaluan di situ ada persoalan”

 
;