Seperti layaknya dua orang yang berteman, lebih-lebih bertetangga, hubungan baik harus dijaga agar semuanya berjalan dengan kondusif. Satu pihak menghormati serta menghargai pihak lain, dan begitu pula sebaliknya. Sikap saling menghormati, menghargai dan saling menghilangkan ego serta arogansi menjadi prinsip utama sebuah hubungan agar bisa terjalin dengan harmonis. Malaysia sebagai negara yang berbatasan wilayah langsung dengan Indonesia semakin lama kok rasa-rasanya semakin berulah saja. Sikap arogansi dan tidak menghormati serta menghargai hak-hak Indonesia semakin menjadi.Coba sampeyan renungkan sudah berapa kali Malaysia melukai hati Indonesia. Masih ingat dengan kasus pemukulan wasit asal Indonesia oleh kepolisian Diraja Malaysia? atau pengklaiman beberapa kesenian dan lagu asli Indonesia oleh Malaysia? bagaimana dengan para pekerja Indonesia yang disiksa dan dihancurkan masa depannya di Malaysia? lalu kasus blog Ambalat yang dari dulu gak pernah selesai bahkan kini semakin menjadi, ditambah lagi kasus mbak-mbak cantik aset Indonesia, Manohara Odelia Pinot yang (mengaku) dijadikan mainan dan budak seks Pangeran dari negeri Jiran, dan yang terakhir soal patok perbatasan darat RI-Malaysia yang secara sepihak digeser sejauh 100an meter masuk ke wilayah Indonesia oleh Malaysia.
Sekarang mari kita inget-inget lagi apa yang sudah dilakukan Indonesia yang sekiranya mencederai hati Malaysia? mmm....sik-sik... saya kok gak inget satu pun ya... soal artis-artis penyanyi malaysia yang lebih suka nyari duit di Indonesia diitung gak?? Atau soal band-band Indonesia yang sekarang cenderung mengusung cengkok melayu yang dipermasalahkan??
Intinya saya cuma mau menyerukan kepada Pemerintah RI untuk bersikap tegas dengan sikap-sikap tidak terpuji dan sangat tidak beritikad baik yang ditunjukkan oleh Malaysia. Semanis-manisnya kucing kalo di injek ekornya pasti akan berontak dan melawan juga. Prihatin juga dengan sikap lemah (melemahkan diri) yang ditunjukkan pemerintah RI menghadapi sikap-sikap arogan. Okelah hubungan kenegaraan memang tidak sesimpel hubungan antara dua individu, namun dari semua prosedur yang harus dijalankan itu apakah kemudian akan menjamin bahwa Malaysia kemudian menghentikan tindakan-tindakan arogannya??
Saya bukan bermaksud memprovokasi Indonesia untuk berperang dengan Malaysia, saya cuma seorang anak bangsa yang prihatin melihat tayangan berita di televisi soal sikap-sikap Malaysia yang berulang kali mencederai hati bangsa Indonesia. Bersikap tegas bukan harus selalu berperang kan?? Minimal Indonesia memperjuangkan apa yang diyakini menjadi hak-haknya sampai titik darah penghabisan. Di saat-saat seperti ini tiba-tiba jadi merindukan sosok pemimpin yang kharismatik seperti Soekarno dan Soeharto yang mampu membuat Indonesia disegani dan dihormati oleh negara lain.