1.2.08

Guneman buat Sinuwun

,
Ditengah menikmati mie ayam ceker bersama cewek saya di sebuah warung mie ayam langganan, ngobrol ngalor ngidul, tiba-tiba obrolan masuk ke dunia politik. Saya suka sekali ngomongin masalah politik dengan pacar saya, dia lulusan Fakultas Sospol jurusannya Ilmu Pemerintahan, jadi kalo ngomongin masalah politik selancar kalo saya nggombalin dia.

Dia ngasih wacana soal Sri Sultan HB X yang naga-naganya mau maju di pilpres 2009 nanti. Menurut dia, asal Sultan milih gandengan yang pas maka lawan-lawannya nanti layak memperhitungkan keberadaannya. Yang mengejutkan, sempat terlontar sebuah nama yang sama sekali tak pernah terpikirkan oleh saya, Jend. Ryamizad Rakudu. Menurut dia dengan basis militer yang dimiliki Pak Jendral yang kondang bersih itu digabung dengan karisma dan basis massa yang dimiliki oleh Pak Sultan, maka akan jadi sebuah kekuatan politik yang besar, yang bahkan dapat menggusur nama-nama dan muka lama yang gak bosen-bosennya muncul ditengah-tengah pertarungan meraih RI-1. Tapi untuk yang satu ini saya kok berseberangan pendapat dengan pacar saya itu. Menurut saya jangan dululah maju dalam pilpres 2009 nanti, sebaiknya atur strategi dulu aja, setelah fondasi kuat baru mak bedunduk maju dalam periode selanjutnya. Ibarat kelapa, di tunggu tua dulu baru banyak santennya, rak nggih mekaten to sedherek-sedherek sedanten?

Pasti sudah pada tau semua kalo Sultan udah nggak bersedia lagi didapuk jadi Gubernur DIY, berita tersebut sempat membuat heboh beberapa waktu yang lalu, berbagai opini muncul dari berbagai kalangan. Sewaktu beliau mengumumkan ketidakbersediaannya untuk jadi gubernur lagi, saya juga udah menduga pasti ini adalah salah satu political movement Sri Sultan. Sultan selama ini dikenal sebagai sebuah sosok yang kharismatik dan memiliki basis massa dengan loyalitas yang sangat besar di daerah (DIY). Tapi alangkah sayang bahwa selama ini Sultan hanya berkutat di daerah saja. Pergerakannya di tingkat nasional masih belum begitu kentara. Jadi menurut saya kalo memang Sultan memiliki ambisi untuk menuju RI-1, alangkah baiknya kalo untuk pilpres 2009 nanti Pak Sultan cukup jadi RI-2 dulu aja. Yah itung-itung untuk cari massa yang lebih luas dululah. Sampeyan semua liat sendiri kan tingkah polah pak JK sekarang? Beliau dengan cerdiknya memanfaatkan posisinya sebagai RI-2 untuk menunjukkan kinerjanya. Saya yakin banget masyarakat mulai kesengsem dengan kinerja pak Saudagar yang satu itu. Semua pergerakannya memiliki tipikal pengusaha banget, selalu cepat mengambil keputusan dengan meminimalisir kerugian. Jujur saja saya sekarang juga udah mulai meninggalkan kekaguman saya pada pak SBY, dan mulai jatuh hati dengan ke-cekat-ceket-an pak JK. Semua butuh bukti, bukan janji, betul kan sodara-sodara?

Kembali ke masalah Sultan tadi, dengan segala kerendahan hati saya nyuwun sewu pada Sri Sultan junjungan saya, andaikata Sinuwun benar-benar maju jadi Capres nanti, saya belum akan memilih Sinuwun. Menjadi salah satu tokoh pencetus gerakan reformasi belumlah menjadi suatu bukti bagi saya kalo Sultan mempunyai kapasitas sebagai Raja dengan cakupan wilayah yang lebih luas(Indonesia). Saya melihat keloyalan rakyat Jogja pada Sinuwun saat ini lebih karena Sultan dilahirkan sebagai raja di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini. Dan sebagaimana kita semua mahfum kalo rakyat Jogja masih memegang teguh kultur kawulo nderek Sinuwun. Jadi andaikata pak Paiman bakul mie ayam tempat saya makan ini ndilalah dia dilahirkan sebagai raja Jogja, pasti rakyat Jogja bakalan sendiko dhawuh dan loyal juga sama dia.

Sekali lagi nyuwun sewu lho Sinuwun, saya berpendapat seperti ini karena saya sebagai rakyat Jogja, yang lahir dan dibesarkan di Jogja merasa sayang sama Raja saya, yaitu Sinuwun Sri Sultan HB X. Jangan sampai nama dan kharisma yang sekarang moncer harus meredup gara-gara salah langkah.

(guneman ini pernah saya posting di komunitas angkringan)

9 comments to “Guneman buat Sinuwun”

  • 01 February, 2008
    Zee says:

    Sy ga begitu simpatik ama JK. Terlalu show off. Tp siapa tau dia memang punya kapasitas yg bagus sbg pemimpin..jd sy ga terlalu antipati, hanya sewajarnya saja.

    delete
  • 01 February, 2008
    Jiewa says:

    OOT : Joell, kapan2 review ttg mie ceker ayam ini ya :)

    delete
  • 02 February, 2008

    siapapun pemimpinnya, satu hal yang pasti harus ada di benak mereka, yaitu : pengabdian kepada rakyat. menjadi pemimpin tidaklah berarti 'menguasai', tapi justru 'mengabdi'. dan Sinuwun Sultan sebagai seorang raja Jawa, pasti sudah 'memahami' hal tersebut.

    satu hal lagi, menurut saya pemimpin Indonesia haruslah seorang yang pluralis, mengingat negeri kita adalah sebuah negeri yang multietnis & multibudaya, yang masing2 dari mereka harus sama2 dihargai.

    delete
  • 06 February, 2008
    Mufti AM says:

    Kita belom tahu "Wahyu keprabon" akan diturunkan kepada siapa sepeninggal Mbah Harto. Tahu gak kenapa negeri kita ini masih terpuruk? Ya karena wahyu keprabon itu masih dipegang sama Mbah Harto.

    delete
  • 13 February, 2008
    Yuki Tobing says:

    trus ceritanya dia diusung ama partai mana joell? bukannya dia udah menyatakan gak mau waktu itu?

    JK emang pintar dia, skrg SBY perannya semakin gak terlihat, dia terus yang maju..

    delete
  • 20 February, 2008
    lovelydee says:

    Saat itu aq cuma menanggapi wacana yang muncul di berbagai media mengenai isu pencalonan beliau (Sultan)nanti dari kacamata keilmuan saya. Dari segi politik, sebenarnya beliau punya kans yang cukup besar. Image beliau yang berwibawa, bersih dari kasus, dsb serta filosofi kepemimpinan jawa beliau yang cukup arif.

    Aq berpendapat bahwa untuk menjadi RI I beliau membutuhkan backing yang kuat dr militer. Dan aq rasa kekuatan dari Angkatan Darat sangatlah tepat. Karena seperti kita tahu AD memiliki pengaruh yang masih kuat sejak tahun 1965 (kawan2 semua pasti sudah tahu). Beliau tokoh baru yang terkesan bisa menyejukkan hati rakyat. Bisa saja itu terjadi karena rakyat sudah bosan dengan pergulatan nama tokoh2 lama dalam berebut dukungan rakyat, dsb. Bisa saja teori yang terjadi pada saat Sby memenangkan pilpres kemarin terulang lagi saat Sinuhun maju. Rakyat sudah bosan dengan nama2 calon lama, serta rakyat sudah tidak merestui lagi presiden terakhir menjabat Karena dinilai tidak bisa merubah nasib mereka.

    Tetapi, sekali lagi, menurut aqpribadi, gak usahlah Sultan maju Ke RI I ataupun RI II. Tetaplah menjadi Raja yang independent dan otonom. Semua rakyat Jogja membutuhkan Sinuhun sebagai figur Raja n pemimpin DIY..

    delete
  • 12 May, 2008
    ngatini says:

    wekkkk....

    delete
  • 18 July, 2008

    No offense, its just another blogwalking

    delete
  • 18 July, 2008
    Musik Handal says:

    Its all about politics, power, and money, aight?

    delete
 

Gunemanku Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger